Laman

WELCOME

Tampilkan postingan dengan label CERPEN. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label CERPEN. Tampilkan semua postingan

Kamis, 02 September 2010

Pertanyaan & Jawaban yang Konyol...^^


T : Kenapa ayam kalo berkokok matanya merem?

J : Karena udah hapal teksnya



T : Apa persamaan tukang becak sama tukang bakso?

J : Sama-sama nggak jual sate !



T : Kenapa anak kodok suka loncat-loncat ?

J : Biasalah… namanya juga anak-anak. Suka iseng..!



T : Orang apa yang ditembak nggak mati?

J : Orang nggak kena, wee…!



T : Mengapa kalo orang ketakutan bulu kuduknya berdiri?

J : Karena dikuduknya nggak ada kursi



1 Gajah apa yang belalainya pendek? [gajah pesek]



2 Kenapa babi bau? [karena keteknya ada 4]



3 Kenapa anak babi jalannya nunduk? [karena malu ibunya babi]



4 Kenapa anak kelinci kalo jalan suka lompat2? [karena senang ibunya bukan babi]



5 Burung apa yang di dinding? [burungnya cicak]



6 Kenapa superman gak kawin ama wonderwoman? [ya nggak jodoh]



7 Kenapa superman bisa terbang? [ya kalo bisa nyetir bukan superman, tapi sopir man!]



8 Anjing apa yang bisa terbang? [Anjing??....bukannya burung??]



9 Gimana caranya kodok nyebrang rel? [biasalah...lompat2]



10 Kenapa lompat2? [karena kalo muter jauuuuh...]



11 rambut putih namanya uban, rambut merah namanya pirang, kalo rambut hijau namanya apa? [rambutan belum mateng]



12 Kenapa sepatu superman warnanya merah? [karena biar matching ama sayapnya]



13 Kenapa celana dalam superman warnanya merah? [lupa pake pembalut kali...]



T: Ikan apa yg badannya kecil tapi kepalanya gede?

J: Ikan teri pake helm.



T: Gimana cara masukin Jerapah ke dlm lemari?

J: Buka pintunya, masukin Jerapahnya.



T: Gimana cara masukin Badaka dalam lemari?

J: Buka pintunya, keluarin Jerapahnya, masukin Badaknya.



T: Gimana cara masukin Tikus alam lemari?

J: Buka pintunya, selipin diantara kaki Badak.



T: Tarzan ulang tahun, semua binatang diundang. Siapa yg nggak datang?

J: Badak & Tikus, soalnya masih dalam lemari.



T: Gimana cara masukin 5 ekor Kuda Nil dalam mobil VW?

J: 2 ekor di depan, 3 ekor dibelakang.



T: Gimana masukin 10 ekor Kuda Nil dalam mobil VW?

J: Pake dua VW aja.



T: Kenapa Jerapah naik motor nggak pake helm?

J: Karena helmnya masih dipake ikan Teri.



T: Kenapa Jerapah nggak pake mobil aja?

J: Mobil penuh ama Kuda Nil.



T: Jane mau nonton film di bioskop tapi nggak jadi. Karena katanya ada 10 ekor Kuda Nil di dalam bioskop. Darimana Jane tahu?

J: Ada 2 mobil VW di tempat parkir bioskop.



T: Kenapa Kijang lolos dari polisi, padahal dia juga nggak pake helm?

J: Karena Kijang pake mobil.



T: Kenapa Jerapah nggak ikut Kijang aja naik mobil?

J: Soalnya mobil Kijang penuh nganterin adiknya sekolah, maminya belanja, en neneknya ke fitness centre.



T: Tarzan ultah lagi, semua binatang diundang lagi. Siapa yg nggak datang?

J: Badak & Tikus, masih dalam lemari. Kuda Nil lagi nonton, Jerapah di kantor polisi. Kijang masih di fitness nganterin neneknya.



T: Tarzan ultah lagi. Semua diundang lagi. Tapi sekarang semua nggak datang, kenapa?

J: Semua pada nonton ke bioskop, karena filmnya rame.



T: Kenapa Singa lebih cantik dari Harimau?

J: Karena rambutnya lebih panjang.



T: Kenapa Singa lebih lama mandi daripada Harimau?

J: Karena Singa harus keramas.



T: Cuma Gajah yg datang ke ultahnya Tarzan, kenapa?

J: Gajah udah nonton VCD-nya.



T: Selain Gajah, siapa lagi yg udah nonton?

J: Tarzan. Kalo belum, dia pasti ikutan ke bioskop.



T: Singa juga datang ke pesta ultah Tarzan, padahal dia belum nonton, kenapa?

J: Tiketnya habis di borong binatang hutan.



T: Di hari ulang tahun Tarzan, siapakah yg paling berbahagia?

J: Yang punya bioskop.



T: Di hari ultah Tarzan, siapakah yg paling menderita?

J: Badak & Tikus. Karena masih dalam lemari.



T: Kenapa di hari ultah Tarzan, Jane marah2?

J: Karena shampoonya cepet habis dipake Singa.



T: Selain marah2, Jane juga kaget. Kenapa?

J: Pas buka lemari ada Badak & Tikus.



T: Dari semua teka-teki diatas, manakah yg paling tidak mungkin?

J: Tarzan ultah 3 kali.



.......................................................................................tambah lagi





1. Apa bedanya jam 12 siang ama’ jam 12 malem? Kalo jam 12 siang bunyinya neng, neng, neng. Kalo jam 12 malem bunyinya neeeng, neeeng. pintunya bukain neeeng.


2. Sandal apa yang paling enak? Sandal terasi



3. Apa perbedaan aksi dengan demo? Kalo aksi rodanya empat kalo demo rodanya tiga



4. Begoan mana, Batman apa Superman? Begooan Batman, udah tau gak bisa terbang masih pake sayap



5. Apa persamaan Pangeran Dipenogoro dengan Cut Nyak Dien? Sama-sama nggak punya handphone



6. Mengapa sepeda motor mereknya “yamaha”? Sebab bikinan Jepang. Kalau bikinan Arab mereknya “yamahmud”


7. Apa bedanya jatuh dari lantai 1 dengan jatuh dari lantai 13 ? Kalau dari lantai 1, bunyinya “bruuk. aaa.” Kalau dari lantai 13 bunyinya “aaa. bruukkk.”



8. Pintu apa yang didorong-dorong sama 10 orang nggak bakal terbuka? Pintu yang ada tulisannya “TARIK”



sumber : blogorangkonyol

Kamis, 05 Agustus 2010

Titanic Dalam Berbagi Versi..... ^___^


+ Versi asli, Titanic Version (Versi setia sampe mati).
- You jump... I jump! ...

+ Versi ngajak-ngajak
- I want to jump... Anybody else want to jump ?..

+ Versi pemimpin
- I jump... All of you jump after me !..

+ Versi pengikut
- We will jump after you jump...

+ Versi penakut
- You jump... Tell me if it is ok... then I jump...

+ Versi ogah-ogahan
- I've already jumped last time... Now it is your turn to jump...

+ Versi iklan
- You should jump because every celebrities and famous people jump...

+ Versi programmer
- If (you.jump()) then (I.jump())...

+ Versi logika implikasi
- If you jump then I jump that means if you don't jump I might still jump...

+ Versi nggak percayaan
- You jump.... Are you sure you want to jump ?... No kidding ?.... Promise ?...

+ Versi penjudi
- We'll throw a coin if it is head, I jump... If it is tail you jump...

+ Versi Tarzan baru kenalan dengan Jane
- "You Jump, Me Tarzan."...

+ Versi Forest Gump
- "My name is Jump, Forest Jump."...

+ Versi sinetron Catatan si Boy
- "Kamu sangat ke-jump, Boy!" ....

+ Versi 007
- "My name Bond, Jump's Bond." ...

+ Versi Waktu
- "Jump sabaraha?" , "Jump 10 kurang lima ." ..

+ Versi Buah-buahan
- Jump-bu Monyet, Jump-bu Klutuk, Jump-bu Batu...

+ Versi Betawi
- Inich Aye Abang....... ..... Jump-ang !...

+ Versi korban tindak kekerasan
- Tolooongggggggg. ......... ... Jump bret !!!!!!...

+ Versi dukun santet
- Nich gue kasih jumpe jumpe ... Biar selamet dunie akherat !!!..

+ Versi wiraswasta gendong-gendong
- Mau jump-u apa mas.... Galian singset apa kabel....... ?

+ Versi pedagang kaki lima
- Di-jump-in tidak luntur.. Luntur tidak di-jump-in.. .!!!..

+ Versi Toilet
- Jump Ban...

+ Versi Waktu Indonesia
- Jump Karet ...

+ Versi Lagu
- Desi Ratnasari - "Takdir Memang Ke Jump"..

+ Versi Infotainment - Silet - "Seta Jump Silet"

Hahahahahahaaa.....
^_________________________________________________________________^

*ketawa lebar*

Kisah Anjing Kecil....^^



Seekor anak anjing yang kecil mungil sedang
berjalan-jalan di ladang pemiliknya. Ketika dia mendekati kandang kuda, dia mendengar binatang besar itu memanggilnya. Kata kuda itu : "Kamu
pasti masih baru di sini, cepat atau lambat kamu akan mengetahui kalau pemilik ladang ini mencintai saya lebih da...ri binatang lainnya, sebab saya bisa mengangkut banyak barang untuknya, saya kira binatang sekecil kamu tidak akan bernilai sama sekali baginya", ujarnya dengan sinis.

Anjing kecil itu menundukkan kepalanya dan pergi,
lalu dia mendengar seekor sapi di kandang sebelah berkata : "Saya adalah binatang yang paling terhormat di sini sebab nyonya di sini membuat keju dan mentega dari susu saya. Kamu tentu tidak berguna bagi keluarga di sini", dengan nada mencemooh.

Teriak seekor domba : "Hai sapi, kedudukanmu tidak
lebih tinggi dari saya, saya memberi mantel bulu kepada pemilik ladang ini. Saya memberi kehangatan kepada seluruh keluarga. Tapi omonganmu
soal anjing kecil itu, kayanya kamu memang benar. Dia sama sekali tidak ada manfaatnya di sini."

Satu demi satu binatang di situ ikut serta dalam
percakapan itu, sambil menceritakan betapa tingginya kedudukan mereka di ladang itu. Ayam pun berkata bagaimana dia telah memberikan telur,
kucing bangga bagaimana dia telah mengenyahkan tikus-tikus pengerat dari ladang itu. Semua binatang sepakat kalau si anjing kecil itu adalah mahluk tak berguna dan tidak sanggup memberikan kontribusi apapun kepada keluarga itu.

Terpukul oleh kecaman binatang-binatang lain,
anjing kecil itu pergi ke tempat sepi dan mulai menangis menyesali nasibnya, sedih rasanya sudah yatim piatu, dianggap tak berguna, disingkirkan dari pergaulan lagi.....

Ada seekor anjing tua di situ mendengar tangisan tersebut, lalu menyimak keluh kesah si anjing
kecil itu. "Saya tidak dapat memberikan pelayanan kepada keluarga disini, sayalah hewan yang paling tidak berguna disini."

Kata anjing tua itu : "Memang benar bahwa kamu
terlalu kecil untuk menarik pedati, kamu tidak bisa memberikan telur, susu ataupun bulu, tetapi bodoh sekali jika kamu menangisi sesuatu yang tidak bisa kamu lakukan. Kamu harus menggunakan kemampuan yang diberikan oleh Sang Pencipta untuk membawa kegembiraan."

Malam itu ketika pemilik ladang baru pulang dan
tampak amat lelah karena perjalanan jauh di panas terik matahari, anjing kecil itu lari menghampirinya, menjilat kakinya dan melompat ke pelukannya. Sambil menjatuhkan diri ke tanah, pemilik ladang dan anjing
kecil itu berguling-guling di rumput disertai tawa ria.

Akhirnya pemilik ladang itu memeluk dia erat-erat
dan mengelus-elus kepalanya, serta berkata : "Meskipun saya pulang dalam keadaan letih, tapi rasanya semua jadi sirna, bila kau menyambutku
semesra ini, kamu sungguh yang paling berharga di antara semua binatang di ladang ini, kecil kecil kamu telah mengerti artinya kasih....... .."

Jangan sedih karena kamu tidak dapat melakukan
sesuatu seperti orang lain karena memang tidak memiliki kemampuan untuk itu, tetapi apa yang kamu dapat lakukan, lakukanlah itu dengan sebaik-baiknya. ....
jangan sombong jika kamu merasa banyak melakukan
beberapa hal pada orang lain, karena orang yang tinggi hati akan direndahkan dan orang yang rendah hati akan ditinggikan.

"Kasih Sayang Adalah Hal yang dibutuhkan oleh
semua Insan, Maka berikan Kasih sayang untuk Semua yang telah menemani kita, Maka anda akan memanen sebuah kebahagiaan"

Sumber : Anonymous

Di sebuah kelas bahasa inggris ^___^


Di sebuah kelas bahasa inggris:

Bu Guru : Good Morning Class, I want you to make a sentence using words GREEN, PINK and YELLOW. You first, Nila.

Nila (ranking 1-nya) : I like GREEN, PINK, and YELLOW.
...Bu Guru : Not bad. Now …
Tiba2 Ah Beng (agak bego) : I teacher … I can make it.
Bu Guru : No, not you. Drew, your turn.
Drew (pernah les inggris) : I wear my GREEN t-shirt, with YELLOW skirt … and PINK shoes.
Bu Guru : Very good … Now …(y)

Tiba2 si Ah Beng : I teacher, I .. please.
Bu Guru : No. Next, Steve.
Steve (pernah ke Sg’pore) : I saw a GREEN tommatoes on a YELLOW table with a PINK cover.
Bu Guru : Sounds better. Now …
Ah Beng : I lah teacher … please …
Bu Guru : Ok, go on.

Ah Beng : I heard the phone ringing “GREEN … GREEN … ” so i PINK up the phone and said “YELLOW”......

Senin, 02 Agustus 2010

Lelucon Ala Ikhwah..... ^___^

BAGIAN SATU: SINGKATAN

[CERITA 1] == Gelar S2 dan S3 ==

Maraknya dakwah di kota-kota besar sangat mengharukan hati. Di kampus-kampus umum, sekolah dan masjid-masjid perumahan sering diadakan kegiatan-kegiatan dakwah yang beraneka ragam. Dari mulai ceramah biasa, diskusi remaja, pemutaran film, bedah buku, bazaar sampai ke tabligh akbar, semuanya semakin menambah marak kesejukan suasana Ibukota yang sudah penuh sesak. Semua ini kemudian diikuti dengan bertambahnya kebutuhan akan juru dakwah. Tapi kita tidak perlu khawatir, karena banyak sekali aktivis dakwah kita yang masih muda, baru S-1 ataupun masih kuliah yang sudah mendapat gelar Phd dan MBA. Dan ini banyak kita temukan di kampus-kampus. Gelar Phd ini disematkan bagi mereka yang benar-benar Pakar Halaqoh dan Dauroh, sedangkan MBA untuk Murobby Banyak Akal ! Ini di bidang dakwah, kadang ada juga istilah lain yang dipakai untuk menyindir sampai dimana proses seorang ikhwan, seperti MBA dari Murobby Belum Acc , dan MBM dari Murobby Baru Mencarikan, atau kalau sudah selesai prosesnya bisa disebut MBM juga, yaitu Married By Murobby.!

Ada juga gelar yang sudah cukup masyhur di kalangan aktivis dakwah yang di peruntukkan bagi lulusan Timur Tengah ataupun LIPIA, yaitu Lc. Tapi gelar Lc ini ternyata sekarang banyak dipakai oleh para aktivis muda kita, tapi yang ini berarti Langsung Ceramah.Dan kabarnya pula Xanana Gusmao, Presiden Timor Lorosae juga punya gelar Lc juga, yaitu Lulusan Cipinang.


[CERITA 2] == Nama Lain Ngaji ==

Pada suatu malam Ahad, seorang Akhi yang baru memulai sejarah dakwahnya pamit pada temannya se kostnya untuk pergi ngapel ke rumah seorang teman. Teman se-kost itu yang kebetulan juga seniornya sangat khawatir dengan aktivitas anak baru tersebut. Kemudian dengan diam-diam ia mengikuti langkah sang Akhi tersebut, yang ternyata masuk ke dalam seorang rumah ustad. Dan setelah ditunggu sekitar dua jam, akhirnya sang Akhi tersebut keluar dengan wajah penuh keceriaan. Sang senior yang sudah penasaran dari tadipun langsung menginterogasinya,

" katanya ngapel, kok di rumah ustad? "

" Ya Mas, yang ini bukan ngapel pacaran, tapi ngapel singkatan dari ngaji pelan-pelan alias liqo ".

Begitulah, sesuai dengan situasi dan kondisi di suatu tempat kadang-kadang digunakan bahasa lain untuk lebih menyamarkan atau mengakrabkan aktivitas yang satu ini. Kalau di lingkungan kampus biasanya dikenal istilah Mentoring atau Asistensi, Di Yayasan Iqro club yang menangani anak-anak STM di Jakarta menyebutnya dengan DSL (Dakwah Sistem Langsung), beberapa ikhwan lain menyebutnya dengan istilah Les Privat ataupun kencan mingguan,dan ada juga yang bikin istilah keren yang sama dengan sebuah paket acara televisi di Indosiar yaitu KISS (Kisah Seputar Selebritis), tapi KISS yang ini berarti Kajian Islam Seminggu Sekali, ada juga yang menyebutnya Kajian Islam Sabtu sore, Senin Sore, Selasa Sore, atau Sabtu Siang, dan seterusnya.


[CERITA 3] == Berbeda tapi Ternyata Sama ==

Seorang Akhi di UNPAD mendadak harus pulang ke kota kecilnya di belahan utara pulau Jawa, karena ayahnya dikabarkan masuk rumahsakit. Sebuah fenomena memang kalau di sebuah kota kecil yang tidak ada kampus ternamanya biasanya tidak banyak memiliki stock ikhwan ataupun akhwat. Tapi di rumah sakit, tepatnya di bagian mushollanya, pada waktu itu dengan firasat keikhwanannya lah al-akh ini berhasil menemukan seseorang yang disangkanya seorang ikhwan pula. Tapi keraguan itu membuatnya bertanya dengan malu-malu, "Assalamualaikum wr wb, Langsung saja Mas.. antum Ikhwan khan? ". Yang ditanya sempat kaget, lalu tersenyum dan memjawab, " Apa? bakwan ! eh..ikhwan ? Maaf bukan mas, saya dulu di JT tapi sekarang saya mantep di HT, insya Allah,". Dengan agak malu karena sok tahu, akh kita ini minta ijin untuk undur diri sambil menyalahkan firasat ikhwaniyahnya yang gagal kali ini. Tapi sebelum ia beranjak, orang tadi memanggilnya kembali,

" Afwan Akhi, saya dulu memang di JT tapi ini Jamaah Tarbiyah bukan Jamaah Tabligh lho.."

" Terus kenapa sekarang masuk HT ?"

" Iya, dari dulupun saya ikut HT, Halaqoh Tarbiyah ..!"

"Oooo..sama semua ya..ternyata"

[CERITA 4] == KAMMI Ganti Nama ==.

Setiap kali Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) berdemo dan melakukan long march, maka yang akan banyak terlihat adalah barisan putih panjang yang terdiri dari para ABG (Akhwat Berjilbab Gede), yang dikelilingi oleh sedikit ikhwan sebagai boarders. Dari sini jelas terlihat bagaimana perbandingan jumlah ikhwan dan akhwat yang terlampau mencolok. Dan repotnya hal seperti itu berlangsung terus di demo-demo yang lain. Yang akhirnya membikin ciri khas khusus bagi demonstrasi yang dilakukan KAMMI, yang seolah-olah menggambarkan bahwa KAMMI hanya milik para akhwat. Akhirnya muncul usulan dari para ikhwan untuk mengganti nama KAMMI menjadi KAMMMI, karena alasannya sesuai sejarahnya, pertama kali pada jatuhnya orde baru tahun 1966 ada yang namanya KAMI dengan satu huruf M, kemudian disusul pada bangkitnya orde reformasi muncul KAMMI dengan dua huruf M. Maka sesuai perkembangan terakhir sekarang dimunculkan KAMMMI dengan tiga huruf M yaitu "Kesatuan Aksi Mahasiwa Muslim Muslimah Indonesia".

[CERITA 5] == Simatupang dan Situmorang ==

Dua dari sepuluh karakteristik ideal seorang dai adalah Qowiyyul Jismi dan Harisun ala waqtihi. Idealnya seorang yang beraktifitas di jalan dakwah memang harus mempunyai ciri tersebut. Tapi ada cerita unik, tentang dua orang ikhwan yang kebetulan tinggal di sebuah rumah kost-kostan yang sama. Keduanya kuliah di kampus yang sama, jurusan yang sama, dan kebetulan sama-sama bergabung dalam LDK (Lembaga Dakwah Kampus) yang ada di kampusnya. Tapi yang menjadikannya berbeda adalah dari segi jam terbang dakwahnya.

Sebut saja akhi A, beliau setiap hari hampir jarang ada di kamarnya. Berangkat pagi hari habis sholat Subuh, kemudian sore pulang sebentar untuk ngambil sesuatu dan mandi, kemudian pergi lagi dan pulang sampai larut malam, itupun tidak setiap hari beliau pulang. Belum lagi kalo pas hari libur atau sedang kosong, tiba-tiba ada panggilan dakwah, maka beliau langsung pergi lagi walaupun jarum jam menunjukkan pukul sebelas malam. Itu cerita tentang si A. Lain lagi dengan temen se kost-nya si B, beliau paling sering kelihatan di rumahnya, atau lebih tepatnya di kamarnya, atau lebih pasnya lebih sering kelihatan tidurnya. Pagi berangkat kuliah sebagaimana biasa, dan siang pulang kemudian di rumah terus sampai esoknya lagi, kecuali satu hari saja untuk aktivitas ngaji di rumah seorang ustad. Perbedaan yang sangat frontal ini konon mendapat perhatian yang cukup serius dari ikhwah lainnya yang tinggal sekontrakan dengan mereka berdua. Akhirnya, walaupun keduanya bukan dari tanah Batak, mereka sepakat memberi nama marga di belakang nama mereka yang satu Simatupang untuk akhi A, yang berarti Siang-malam tunggu panggilan karena aktivitas dakwahnya yang begitu padat. Sedangkan untuk si Akhi B diberi gelar Situmorang, yang berarti Si ikhwan tukang molor doang!"

[CERITA 6] == JAMES BOND ala Ikhwah ==

Sudah menjadi fenomena umum bagi seorang ikhwah mahasiswa yang kuliah di kota besar semacam Jakarta, bagaimana sulitnya mencari sebuah kamar kost yang layak pakai fasilitas lengkap, situasi mendukung untuk dakwah sekaligus nyaman untuk belajar, deket kampus, dan tentu saja yang paling murah, istilahnya harga mahasiswa. Maka beruntunglah, karena ternyata banyak masjid di Jakarta, yang juga deket dengan kampus yang menyediakan sebuah tempat khusus bagi satu dua mahasiswa untuk tinggal di situ sekaligus ikut berpartisipasi dalam memakmurkan masjid. Maka sebagian dari mereka ada yang menjadi petugas muadzin, ada pula yang menjadi imam tetap, ada pula yang mengajar TPA dan mengisi kajian Ibu-Ibu. Dan alhamdulillah, tidak jarang kemudian Takmir Masjid memberikan uang kompensasi bulanan sebagai pengganti waktu dan jerih payah mereka. Tapi meskipun demikian ada juga beberapa mahasiswa lain yang ikut membantu kebersihan masjid, dan berfungsi ganda sebagai petugas kebersihan masjid atau yang biasa dikenal dengan istilah marbot. Mereka - mereka yang disebutkan tadi, dengan bangga menyebut profesi ini dengan istilah James Bond, yang berarti Jaga Mesjid dan Kebon !


BAGIAN DUA: PLESETAN NASYID

[CERITA 7] == Kulihat Bunga di Taman ==

Sore hari di sebuah rumah kost para ikhwah di bilangan Jurangmangu, Tangerang. Suasana yang ada di antara para ikhwah yang sedang bersantai sangat akrab, sampai tiba-tiba seorang akhi yang baru beberapa hari pindah ke situ, ikut meramaikan suasana dengan bernasyid dari kelompok Suara Persaudaraan, Malang. Beberapa bait nasyid disambut atau diikuti para ikhwah yang lain, namun ketika si Akhi ini sampai pada sebuah bait di sebuah lagu yang ada di album Balada sebuah Danau , yang berbunyi.

" Kulihat Bunga di taman.
Indah warna-warni dan menawan.."

Mendadak seisi rumah pada ramai, sebagian senior ada yang memperingatkan langsung pada sang munsyid.

" Bernasyid boleh akhi, tapi jangan langsung menyebut nama seseorang dong. bisa timbul fitnah nantinya!"

Si anak baru ini, sampai di sini masih belum menyadari kekeliurannya. Usut punya usut, ternyata di organisasi remaja Masjid dekat perumahan tersebut ada seorang akhwat aktivis yang namanya juga memang " Bunga " !


[CERITA 8] == Aku Anak Sholeh ==

Plesetan dari lagu " Aku Anak Sholeh " nya Harmoni Voice, STT Telkom Bandung.

Aku Ingin Nikah
Dengan Mahar Mudah
Tidak susah- susah
Rukuh dan Sajadah

Istri Solihah..
Harta yang berkah..
Walau ku sudah nikah..
Tetap berdakwah..

[CERITA 9] == Kembali by Izzis ==

Bait-bait Nasyid yang didendangkan oleh Munsyid Izzatul Islam mempunyai ciri khas perjuangan dan semangat yang menyala-menyala. Tapi bukan ikhwah namanya kalau nggak punya kreasi (baca: iseng) lain dengan lagu-lagu tersebut. Tentu saja tujuannya untuk "memprovokasi" ikhwah yang lain (hehehe...). Lihat aja perbandingan lagu asli dan plesetannya di bawah ini, yang diambil dari album "Kembali"

[versi asli]:

Berkobar tinggi panaskan bumi
Membakar ladang dan rumah kami
Darah syuhada mengalir suburkan negri
Tiada kata lagi... kami harus kembali

[versi plesetan]:

Berkobar tinggi panaskan hati
Datang tawaran dari murobbi
Foto-foto akhwat ada dihadapan kami
Tiada kata lagi..aku pilih yang ini!


BAGIAN TIGA: TA’ARUF

[CERITA 10] == Masih Mau Sekolah ==

Seorang ikhwan yang baru saja menyelesaikan studi S1 nya menghubungi sang Murobbi. Apalagi kalau bukan untuk meminta sang ustad mencarikan jodoh terbaik baginya. Tentu saja sang akhi ini tidak sekedar ingin menikah, tapi juga siap menikah. Lho, apa bedanya?

Ingin menikah bagi seorang akhi cenderung bersifat objektif. Artinya ia menginginkan atau menuntut seorang akhwat -yang akan menjadi istrinya nanti - untuk tampil dengan performance dan sifat yang terbaik, menurutnya. Bisa jadi ia ingin seorang akhwat yang harus cantik, tinggi, pintar masak, cerdas, penyabar dan lain sebagainya. Atau bisa jadi ia menginginkan yang lebih spesifik misalnya seorang dokter, dosen, hafidzah, atau mungkin yang berasal dari suku tertentu. Lebih parah lagi jika ingin menikah di sini berarti: ingin menikahi ukhti A, B atau C. Yang jenis ini bukan berarti tidak boleh. Hanya saja, kurang elegan.

Lalu bagaimana dengan siap menikah? Siap menikah bagi seorang akhi berarti kesiapan dari sisi subjektif dirinya. Artinya, ia akan mengukur kemampuan dirinya untuk memimpin rumahtangga, tanpa banyak terpengaruh faktor siapa yang akan mendampinginya. Dengan bahasa lain, dia punya kesimpulan: "yang penting ana harus siap dan baik dulu, siapapun istri ana dan bagaimanapun dia, toh ana juga yang harus membimbingnya". Yang jenis ini lebih elegan. Artinya siap mental dalam menikah.

Nah kembali ke cerita sang akhi yang selain ingin, juga siap untuk menikah. Sang murobbi yang dikonfirmasi pun menyambut permintaan ini dengan semangat. Betapa tidak? bukankah menjodohkan adalah sebuah amalan mulia. Apalagi yang dijodohkan adalah ikhwan dan akhwat yang masing-masing mempunyai misi dan visi untuk dakwah?

Maka dimulailah proyek perjodohan yang indah dan terjaga oleh sang Murobbi. Dari mulai tukar biodata sampai ta’aruf belum terlihat ada masalah. Namun ketika sang murobbi mengkonfirmasi kesediaan sang akhwat, ternyata sang akhwat menolak. Entah sang akhwat punya alasan apa, yang jelas ia hanya bisa beralasan pada sang murrobbi: "Afwan ustad, saya masih mau melanjutkan sekolah dulu.."

Terpukul hati sang akhi mendengar jawaban sang akhwat. Pikirnya dalam hati, mengapa kalau masih mau sekolah ia bersedia memberikan biodatanya dan bahkan sampai proses taaruf?

Sang murrobbi pun merasakan hal yang sama. Ada apa gerangan di balik penolakan ini?

Sang Akhi beritikad baik untuk tetap menikah. Sang murrobbi pun kembali dengan senang hati membantu sang akhi. Dilalui proses dari awal sebagaimana yang pertama tadi. Namun sayang seribu sayang. Kasus penolakan yang pertama kembali terulang. Masih dengan alasan yang sama: sang akhwat masih mau melanjutkan sekolah.

Pusing kembali melanda sang akhi kita ini. Dicobanya sekian kali untuk berinstropeksi: Adakah yang salah dalam biodatanya? Atau ada kesalahan kah saat taaruf kemarin? Ah, rasa-rasanya semuanya begitu lancar, tak ada masalah.

Atau masalah penampilan fisik? Ah, benarkah itu masih menjadi kriteria yang prinsip di jaman ini? Sang akhi bingung, ia benar-benar belum menemukan jawaban yang tepat atas kasus penolakan dirinya.

Sang murobbi tampaknya ikut merasa bertanggung jawab dengan penolakan tersebut. Mungkin karena merasa kasihan dengan dua kali penolakan tersebut, sang murobbi pun berinisiatif untuk ambil langkah yang lain. Kebetulan ia mempunyai adik perempuan yang juga seorang akhwat. Maka setelah mengadakan briefing yang intensif terhadap sang adik, dimulailah proses perjodohan keduanya. Biodata adik sang murobbi pun berpindah ke tangan sang akhi ini. Dengan seksama dibaca semua point di dalamnya. Tidak lupa dua lembar foto ukuran post card juga diperhatikan agak lama.

Sang Murobbi yang juga kakak sang akhwat terburu-buru untuk menanyakan kesediaan sang akhi untuk meneruskan proses.

"Gimana akhi, antum bersedia melanjutkan proses ini kan?"

Sang akhi bingung bukan kepalang. Ada perasaan kurang sreg dalam dadanya. Lebih-lebih saat melihat dua lembar foto sang akhwat. Diulang-ulang kembali, sama saja. Ada rasa kurang berkenan yang muncul terus menerus dan mengganggu.

"Gimana Akhi, sudah siap untuk meneruskan prosesnya?"

Pertanyaan sang murobbi menambah kegalauannya. Keringat dingin mulai menetes dari dahinya. Ia menunduk agak lama.

Sang akhi merenung sejenak, berinstropeksi. Sejurus kemudian ia mulai mengangkat kepala. Tersenyum. Baru sekarang ia tahu alasan mengapa dua akhwat yang terdahulu menolak dirinya: kriteria fisik!! Kriteria fisik, kedengarannya memang lucu. Tapi ternyata ia selalu menjadi begitu kontemporer. Selalu saja ada, di mana saja dan kapan saja.

"Gimana akhi, bisa dijawab sekarang?? "

Dengan sedikit berdehem, sang akhi menjawab,

"Afwan Ustad, setelah saya pikir-pikir, nampaknya saya "masih mau melanjutkan sekolah" saja ustad ... "

Lemes tubuh sang murrobbi. Namun ia pun tak bisa berbuat apa-apa. Dalam hati ia berkata: Dasar aktifis jaman sekarang, masih teguh mempertahankan kriteria fisik!

[CERITA 11] == Ta�aruf yang Unik ==


Seorang ikhwan yang kuliah di semester akhir berazzam untuk menyempurnakan separuh dien-nya. Sebagaimana biasa, beliau pun menghubungi ustadnya dan memulai proses dari awal sampai akhirnya tiba saatnya untuk taaruf, yaitu dipertemukan dengan calonnya. Tibalah hari dan jam yang telah ditentukan, dengan semangat seorang aktivis, beliau datang tepat waktu di sebuah tempat yang telah di janjikan ustad. Taaruf pun dimulai, sang akhi duduk di sebelah murobbi, sementara agak jauh di depannya sang akhwat ditemani murobbiyahnya dengan posisi duduk menyamping menjauhi sudut pandangan si ikhwan. Setelah sekian lama berlalu tak ada pembicaraan, sang murobbi berbisik pelan pada mad’unya yang malu-malu ini,

"Gimana akhi, sudah lihat akhwatnya belum, sudah mantap apa belum?"

"Sudah Ustad, saya mantap sekali ustad, akhwatnya yang sebelah kiri itu khan?"

Murobbinya kaget, wajahnya berubah agak kemerahan. " Eh..gimana antum! yang itu istri saya!"


[CERITA 12] == Belum Menikah ==

Memang susah jadi ikhwan bujangan, pasti banyak sindiran dan provokasi yang datang setiap saat untuk segera menyempurnakan separuh dien ini. Apalagi jika ia juga berprofesi sebagai seorang murobbi, maka setiap pertemuan mingguan pasti ada sindiran-sindiran kecil dari para mad’unya yang rata-rata juga belum menikah. Sebenarnya sang murobbi ini nggak enak dan takut juga kalau status bujangannya ini menghalangi anak buahnya untuk segera menikah.

Akhirnya pada suatu kesempatan mingguan, setelah sekian lama para mad’unya menanyakan masalah yang satu itu, sang murobbipun berpesan singkat di hadapan para ikhwah di hadapannya,

" Ikhwan sekalian, untuk masalah pernikahan.. jangan jadikan status ana sebagai penghalang kalian menikah, cukup jadikan saja saya sebagai contoh atau tauladan...! "

"Haaah...", Para ikhwan yang mendengar pun terbengong-bengong keheranan.


[CERITA 13] == Kriteria ==

Seorang Akhi ditanya sang Murobbi tentang kriteria seorang akhwat yang diinginkannya. Setelah beberapa saat berpikir, sang Akhi menjawab dengan malu-malu,

"Yang pertama Ustad, dia harus seorang yang cukup cantik."

"Astaghfirullah Akhi, bukannya Rasulullah menyuruh kita untuk mengutamakan agamanya dulu?", balas sang murobbi.

"Yang itu sih bukan masalah ustad?"

"Bukan masalah bagaimana akhi, ada hadist nya lho...", sang murobbi menambahkan.

"Khan yang namanya akhwat pasti berjilbab gede, berarti semuanya kita anggap sudah punya pemahaman agama yang cukup baik, sekarang tinggal kriteria selanjutnya yaitu yang cantik."

" Antum bisa aja cari alasan!", murobbi pun langsung lemes mendengar alasan sang Akhi.

[CERITA 14] == Tinggal Satu ==

Seorang Akhi muda yang baru lulus S-2 di luar negeri ditanya oleh ustadnya mengenai kriteria akhwat yang diinginkannya. Maka dengan segala idealisme sebagai seorang Ikhwan, mulailah ia mencari-cari kriteria dan menuliskan hampir lebih dari sepuluh kriteria, kemudian menyerahkan pada ustadnya tersebut. Kriterianya sangat bermacam-macam dan agak mengada-ada. Dari yang pertama dia harus seorang akhwat, cantik, pendidikan tinggi, Suku Sunda, berkacamata, lulus dengan cumlaude, hafal sekian juz. dan demikian seterusnya. Setelah diproses oleh sang ustad, akhirnya ia diberitahu bahwa tidak ada akhwat yang bisa sesuai dengan 10 syarat tesebut. Kemudian sang Ikhwan mengurangi kriterianya menjadi 9, setelah diproses sekian minggu ternyata hasilnya nihil. Kemudian sang ikhwan mengurangi satu lagi dari kriterianya menjadi 8. Dan setelah ditunggu sekian lama hasilnya tetap nihil karena terlau ideal kata ustadnya. Dan demikian seterusnya setiap kali gagal sang ikhwan mengurangi satu kriteria. Sampai setelah lewat lebih dari dua tahun sang Ikhwan akhirnya menemukan pasangan hidupnya.Tapi itupun setelah kriterianya tinggal satu! Kriteria apakah itu? ya apalagi kalo bukan dia harus akhwat!


[CERITA 15] == Penyebab Nggak Nikah-Nikah ==

Lagi-lagi seorang Ikhwah diinterogarsi oleh murobbinya tentang calon akhwat yang diinginkannya. Ikhwan yang satu ini tampaknya sudah kena blacklist sama murobbinya karena selalu menolak memberi kriteria ketika ditanya.

" Akhi, ini yang terakhir kalinya, kira-kira seperti apa akhwat yang antum inginkan menjadi pendamping antum dalam berdakwah?", tanya murobbi dengan nada pasrah.

"Sudah deh ustad, ane nggak banyak minta, yang asal-asalan aja", jawab sang ikhwan.

Sang Murobbi pun bengong dibuatnya, "Asal-asalan bagaimana maksud antum?
Antum kan punya hak untuk mengajukan kriteria."

"Maksud ane, asal sholihah, asal cantik, asal kaya, asal hafal Qur’an, asal pintar, dan asal-asalan yang lainnya."

"Pantes aja antum nggak nikah-nikah!", jawab Murobbi dengan penuh keheranan.


BAGIAN EMPAT: AMANAH

[CERITA 16] == Amanah dan Aminah ==

Ini cerita lagi tentang seorang akhi dan berbagai permasalahannya. Ikhwan yang satu ini memang dikenal dalam kelompoknya sebagai seorang aktivis kelas berat di kampusnya. Namanya pun tercatat hampir di setiap struktur organisasi intra atau ekstra kampus yang kredibel baik yang umum maupun yang berbau dakwah. Dan mungkin juga karena kesibukannya tersebut beliau belum berani untuk menyempurnakan separuh diennya walaupun sudah beberapa kali di tawari oleh sang ustad. Dan suatu kali akhi kita ini datang terlambat dalam pertemuan rutin mingguannya di rumah ustad, suatu hal yang jarang terjadi karena sang akhi termasuk yang selalu "harisun ala waqtihi". Sang Ustadpun bertanya penuh selidik,

"Baru kali ini antum terlambat, ada masalah apa di kampus, atau di DPC mungkin?"

"Ah enggak ustad, afwan nih, biasa anak-anak LDK bikin dauroh rekrumen dan tadi habis Ashar ane diamanahi untuk ngisi, dan afwan juga ustad, nanti mungkin ane izin pulang lebih dulu, karena ada amanah juga ngisi anak-anak Remaja Masjid di dekat kost ane."

"Akhi, antum tahu nggak kelemahan antum selama ini...?"

"Enggak tahu Ustad".

"Antum ini terlalu punya banyak amanah tapi tidak satupun Aminah yang antum punya, jadinya ya seperti itu lah..."

Al Akh yang satu inipun tertunduk tersipu-sipu, sudah bujangan diledek lagi. Sementara para ikhwan yang lain yang semuanya sudah berkeluarga, tertawa ringan penuh kemenangan.


[CERITA 17] == Wasiat Tambahan Imam Al-Banna ==

Percepatan dan perluasan dakwah yang melanda Indonesia sejak 4 tahun terakhir ini menimbulkan banyak perubahan dan tuntutan-tuntutan bagi seorang da’i. Pekerjaan-pekerjaan dakwah yang kian beragam mulai menjangkau semua wilayah dakwah, dari mulai pendidikan, ekonomi sampai politik. Dan semua itu melahirkan konsekuensi bagi seorang da’i untuk mampu mengatur waktunya yang terasa kian sempit dipenuhi beban-beban dakwah. Ada kalanya seorang aktifis harus pergi pagi dan pulang sampai larut malam untuk sebuah kegiatan dakwah. Fenomena yang terjadi kemudian adalah banyaknya aktivis dakwah kita yang merubah atau mengganti jam tidurnya. Sebagian dari ikhwah kitapun terpaksa terbiasa tidur setelah sholat Subuh, sebelum memulai pekerjaan barunya. Dan ini bisa merupakan masalah besar ketika menjadi sebuah kebiasaan bagi seorang aktivis. Akhirnya dari kenyataan tersebut muncul sebuah anekdot yang pernah dilontarkan seorang ikhwan,
.
"Kalau saja Imam Hasan Al-Banna mengetahui keadaan ikhwah kita sekarang, mungkin beliau akan menambahkan sebuah wasiat lagi dalam sepuluh wasiatnya yang terdahulu, yaitu wasiat untuk tidak tidur lagi setelah sholat Shubuh!"


BAGIAN LIMA: MENIKAH

[CERITA 18] == Fatwa Menikah ==

Suatu sore di akhir Ramadhan, beberapa orang ikhwah tampak sedang bercengkrama di teras masjid Nurul Ilmi, sambil menunggu waktu berbuka puasa. Mereka semua adalah para peserta I’tikaf Ramadhan yang datang dari tempat yang berbeda-beda. Dan mereka kini terlibat pembicaraan serius tentang kegiatan dakwah di jurusannya masing-masing. Beberapa saat kemudian datang seorang Ikhwah dengan tergesa-gesa, membawa suatu kabar.

"Assalamualaikum wr wb, Ikhwan semua, antum sudah dengar belum ada fatwa terbaru dari Dewan Syariah, baru keluar pagi tadi lho!"

Dengan serempak mereka menjawab,

"Waalaikum salam, fatwa terbaru tentang apa akhi?"

"Tentang Menikah!"

"Menikah? apa saja isi fatwa tersebut?"

"Isinya cuma satu pasal tapi penting, bahwa mulai sekarang seorang Ikhwan tidak boleh menikah dengan akhwat satu kampus."

Semua ikhwah yang mendengar terkejut, dan saling memberi komentar satu sama lain.

"Apa alasannya akhi, khan tidak melanggar syar’i?"

"Kok bisa begitu, lalu bagaimana sama yang sudah berproses, langsung dibatalkan ya?"

"Ane kira ini untuk kepentingan perluasan dakwah juga"

"Kalau ane sih milih sami’na wa a’thona saja"

Setelah beberapa saat terjadi tukar pendapat satu sama lain, akhirnya sang Akhi yang datang bawa kabar tersebut dengan mimik serius menjelaskan,

"Tenang Akhi... fatwa tersebut memang harus didukung dan ada dalilnya kok, bukankah Syariah Islam membatasi seorang Ikhwan untuk menikah hanya sampai dengan empat orang akhwat, maka bagaimana mungkin seorang ikhwah mau menikah dengan �akhwat satu kampus yang jumlahnya ratusan...!"


[CERITA 19] == Kartu Undangan Walimah ==

Pernikahan para aktivis dakwah memang selalu unik, banyak kisah dan ibroh yang kita dapatkan. Semuanya menjadi hal yang selalu diperbincangkan oleh masyarakat awam. Dari mulai hijab dan pemisahan tempat duduk para tamu undangan, nasyid yang disajikan, sampai disembunyikannya pengantin perempuan. Hal-hal seperti itu kadang membikin banyak pertanyaan besar di pandangan masyarakat awam, bahkan ada yang sampai menuduh sebagai Islam Jamaah, Islam fundamentalis, Aliran baru dan lain sebagainya. Sampai akhirnya ada juga Ikhwah yang kreatif dengan menuliskan pesan singkat di Kartu Undangan Walimah untuk mengantisipasi hal ini. Mungkin di Kartu Undangan Resepsi yang umum sering kita temui tulisan sebagai berikut:

"Dengan tidak mengurangi rasa hormat kami, alangkah baiknya jika tali asih atau cinderamata yang akan diberikan tidak dalam bentuk barang."

Maka di Kartu Undangan Walimah ala Ikhwan dibuat sedikit perubahan untuk antisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, seperti berikut:

"Dengan tidak mengurangi rasa hormat kami, Resepsi Pernikahan ini akan dilaksanakan sesuai Adab Islam dengan pemisahan tempat duduk antara tamu pria dan wanita."


BAGIAN ENAM: POLIGAMI

[CERITA 20] == Istri yang Cerdik ==

Seorang Akhi baru saja melangsungkan pernikahan dakwahnya dengan seorang akhwat yang sama-sama berjiwa aktivis pula. Minggu-minggu awal pun dilalui dengan penuh ceria, Qiyamul-lail berjamaah, baca Al-Ma’tsurat sama-sama, tabligh akbar bersama bahkan sampai demo dan longmarch pun dilakukan sama-sama. Suatu ketika setelah pulang dari suatu acara seminar bertemakan Poligami, pasangan ini terlibat dalam pembicaraan serius,

"Bagaimana Mi, pendapat Ummi tentang poligami secara umum?"

"Abi, secara umum poligami tidak ada nilai buruknya sebagaimana yang digemborkan banyak orang, bahkan itu merupakan solusi satu-satunya lho."

"solusi bagaimana maksud Ummi?"

"Maksudnya, coba deh abi lihat, berapa perbandingan jumlah ikhwan dan akhwat, di Bandung aja lebih dari 1:7, kalau semuanya dapat satu-satu, maka bagaimana nasib yang tiga lainnya?"

"Kalo Ummi sudah paham, bagaimana kalo kita yang memulai?"

"Maksud Abi bagaimana?"

"Abi mau poligami, tapi yang cariin calonnya ummi saja ya!"

"Apaaa..! abi mau poligami???"

"Ya dong, khan Ummi sendiri yang bilang tadi, ingat ini juga sunnah Nabi Muhammad SAW lho.."

"Wah! kalo begitu abi salah menafsirkan Siroh Nabawiyah, khan Rasul berpoligami setelah istri pertamanya Khadijah ra, meninggal.

Nah! Jadi abi boleh menikah poligami sampai empat pun boleh, asal setelah Ummi, istri pertama Abi ini, meninggal, OK ?"

"Ini pasti Murobbiyah ya yang ngajarin...?", balas sang abi.

Sang istri pun tersenyum manja penuh kemenangan.

[CERITA 21] == Perbandingan Jumlah ==

Setiap kali tema Poligami dibicarakan, pasti dihubungkan dengan perbandingan jumlah kader ikhwan dan akhwat. Masalah keterpautan yang cukup jauh ini memang cenderung mengkhawatirkan banyak kalangan. Dan juga perbandingan di suatu daerah tidak sama dengan daerah yang lain. Di Bandung ada yang mengatakan 1:7, sumber lain menyebutkan angka 1:13, sementara di Solo, Malang dan kota-kota mahasiswa yang lainnya pun menyebutkan angka perbandingan yang hampir sama. Akan tetapi di daerah pinggiran ataupun luar jawa yang terjadi mungkin sebaliknya, jumlah ikhwan lebih banyak dari jumlah akhwatnya. Memang secara realita dapat kita lihat secara jelas ketika ada acara aksi-aksi demo dan lain sebagainya, bahwa jumlah peserta akhwat pasti cenderung lebih banyak, bahkan kadang mencolok. Tapi realita seperti ini kadang masih bisa dibantah. Salah seorang ikhwan kita mencoba menganalisa hal ini dengan lebih obyektif,

"Adalah suatu kekeliruan ketika kita melebih-lebihkan perbandingan jumlah kader ikhwan dan akhwat, hanya dengan melihat sekilas dalam suatu acara-acara demonstrasi dan sebagainya. Banyak perhitungan yang mengatakan jumlah akhwat jauh lebih banyak karena secara performance, sosok akhwat memang lebih mudah dihitung dan dideteksi dengan melihat Jilbab Panjangnya, dan deteksi ini tidak berlaku bagi kalangan ikhwan. Kalau kita menghitung jumlah ikhwan hanya dengan melihat baju kokonya, atau jenggot tipisnya, maka kita hanya akan mendapatkan jumlah yang sangat kecil. Performance seorang ikhwan tidak bisa dibatasi dengan baju koko dan jenggot saja. Berapa banyak sosok ikhwan yang kita kenal adalah orang-orang yang berpenampilan paling sporty, paling modis, funky dan ada juga yang berambut panjang. Kalau saja kita menggunakan hitungan dengan memperhatikan sisi yang lebih luas seperti ini, kemungkinan besar akan kita dapatkan perbandingan jumlah yang lebih seimbang antara ikhwan dan akhwat!!!"


Sumber : Nyontek dari Blog Tetangga...*___*

Rabu, 21 Juli 2010

AKHWAT MISTERIUS FOR EVERYONE....^^


” aku mencintaimu karena Allah ”

Empat kata sms misterius aku terima malam kemarin. Aku kaget. Dan tanda tanya besar dalam benakku. Siapa yang mengirim sms ini?? kesana kemari tapi tidak ada yang tahu siapa pengirimnya. Aku sudah menanyakan sama deni, Farhan, Ade dan teman-teman di Mushola Fakultas ”Kebaikan”, juga sama Andi, Jamal, Rifky dan teman-teman sekelasku yang lain, kakak kelas dan adik kelas, semuanya tidak ada yang tahu no sms ini. Sms misterius. Pikirku. Sempat terlintas pengirim sms itu adalah ukh Rany, salah satu anggota baru LDF Al Khoir Fakultas Kebaikan. Tapi, nggak mungkin!, dia kan baru masuk LDF, dia hanya Mahasiswi Konversi dari D3. aku hanya bertemu dengannya sa’at acara pertemuan aktivis LDK se-Universitas ”Kebebasan” Yogyakarta (UNDIP) D3 dan S1, sa’at itu aku jadi MC. Sudah dua Tahun yang lalu. Dan aku tidak pernah memberikan no ponselku sama dia, walaupun kami sempat bercakap-cakap. Dan sekarang akhirnya bertemu lagi. Tapi, tidak mungkin dia, dia Akhwat banget. Ya Allah tunjukkan kebesaranmu. Sms siapakah ini. Dalam sujud aku menangis. Di sa’at aku shalat. Disa’at aku belajar. Aku selalu
teringat sms ini.

Suasana subuh mulai terasa. Kokok ayam ikut membangunkan manusia-manusia yang terlelap dalam tidurnya. Menara masjid satu persatu mendendangkan irama sholawat Nabi. ” Azan subuh sudah dekat ”, gumamku dalam hati. Segera kurapikan sajadah yang terhampar sedari tadi. Nampak tanda-tanda cinta disana. Cinta yang kupersembahkan melalui sujud syukur di sepertiga malam. Secepat kilat aku merapikan diri, bersiap untuk pergi kemasjid, memakai sarung putih bergaris, lalu meraih baju koko yang tergantung dibalik pintu dan kupakai dengan ikhlasnya. Sebelum melangkah keluar kamar tak lupa aku oleskan minyak wangi merk HARUM produksi SUM Farfum dengan wangi ”Malaikat subuh” keseluruh tubuhku, telapak dan punggung tanganku juga baju koko yang kukenakan. ”oya hampir lupa, Mushaf!” kataku dalam hati. Lalu bergegas aku ambil mushaf yang tersimpan cantik diatas meja belajar. Memang aku tak lupa tilawah sebelum dan setelah sholat Shubuh. Kadang membaca di masjid, kadang di rumah. Kulangkahkan kaki menuju masjid. Masjidnya memang tidak jauh, 150 meter dari tempat kostku. Bagiku cukup dekat. Walaupun jalan yang harus kulalaui berbelak-belok, penuh gang-gang kecil. Disini jalannya kecil-kecil. Tidak
ada halaman yang kosong, semuanya dipakai untuk bangunan rumah.

Menurut ibu kost. Dulu daerah ini sepi, hanya ramai oleh anak-anak yang asyik bermain di halaman rumah mereka, yang sangat luas. Rumah-rumah disini sedikit, tidak sebanyak seperti sekarang. Tiap rumah menyediakan halaman rumah sebagai tempat anak-anak bermain. Setiap rumah menyediakan tempat untuk pohon-pohon tumbuh dan berbuah. Terkadang ada juga yang menyediakan halaman rumahnya dengan taman-taman yang indah, yang sedap dipandang mata. Tapi, itu dulu. Lima sampai tujuh tahun yang lalu. Sebelum orang luar yogya membeli tanah disini, sebelum orang –orang jakarta membangun rumah-rumah bertingkat di atas tanah yang subur disini, sebelum para penguasa eh, pengusaha membangun minimarket-minimarket dan toko – toko disini. Yang lebih miris lagi sebagian dari kami, orang ’pribumi’ memilih menjual tanahnya atau rumah-rumah mereka kepengusaha-pengusaha yang ber’duit’, hanya dengan beberapa lembar uang rupiah pemilik tanah rela melepaskan tanah wariasan leluhurnya, ada seorang ibu yang sudah tidak memiliki suami sa’at mengunjungi kerabatnya disini terlihat lesu dn mengiba sa’at memandangi sebuah bangunan yang diisi oleh anak-anak kost, dulu rumah itu adalah miliknya, namun karena kondisi ekonomi ia rela menjual rumahnya tersebut, sekarang dia hanya mampu memandanginya dan mengenang masa-masa lalu bersama rumahnya tersebut” tutur ibu kost, yang terlihat menerawang, mengingat dan menghayati apa yang sedang diceritakannya. Aku hanya mengangguk-anggukkan kepala membiarkan si ibu bernostalgia dengan hari-hari yang telah dilaluinya. ” sebenarnya kami juga merasa bersyukur, karena selain itu kami mendapatkan barokah dari Allah karena adanya kampus UNDIP disini. Buktinya ibu bisa hidup dan makan dari hasil berjualan gorengan dan bisa mengontrakkan rumah ibu. Sebagian anak-anak kami juga ada yang terbawa arus ke-mahasiswaan, malah banyak anak-anak kami yang ikut melanjutkan belajarnya di Peguruan Tinggi, walaupun ada sebagian tidak kuliah disini, tapi setidaknya wawasan mereka ikut terbawa oleh intelektual Mahasiswa UNDIP.” tambah si ibu kost yang begitu bernafsu menceritakan kampungnya yang dulu hanya desa penuh dengan rawa-rawa dan pohon-pohon, sekarang telah berubah menjadi kota. Dan ini terjadi sa’at ini, tidak tahu 5 sampai 10 tahun lagi. Seperti apakah disini. Hanya anak-anak warga sini yang akan merasakannya, sedang aku, setahun atau dua tahun lagi sudah meninggalkan kampung ini. Aku akan membangun daerahku di Purworejo. Disanalah aku akan berbakti, mensejahterakan masyarakat desaku. Mudah-mudahan Allah swt mengabulkan semua keinginanku. Amiin.

Masjid sudah dekat, akupun langsung masuk kedalam masjid. Dan mempersiapkan diri melakukan shalat tahiyatul masjid, di shaf pertama aku lihat kakek tua memegang microphone dan tiga bapak-bapak pengurus masjid sedang asyik bershalawat, di pinggir-pinggir masjid hanya ada dua orang yang kukenal benar wajahnya yaitu andi dan jamal, rupanya mereka sudah datang lebih dulu.

***

” Iindriastuti,… subhanallah banget sekarang.. Berbeda dengan dua tahun yang lalu. Sekarang hijabnya rapi…, semakin sholehah…., dan sa’at bertatap muka sorot matanya memancarkan cahya kesejukan. Ya all
ah cantik benar ciptaan-Mu ini. Seandainya dia jadi istriku...” ” whuss!! Bengong.. he..he… lagi mikirin siapa nih.. ” Jamal mengagetkanku dengan ledekan khasnya. ” idihhh, ngagetin ajah! Orang lagi nginget-inget palajaran yang tadi.. yeyyy!” jawabku, sedikit ngeles. ” lagian senyum-senyum sendiri. Ini kantin woi, banyak orang, nanti dikira orang aku bawa pasien RSJ masuk kampus lagi.” timpal Jamal sambil meminum juice Alpukat kesukaannya. Memang sedari tadi aku asyik memikirkan Intan. Semenjak dia ikut di LDF dan aktif dalam kegiatan keislaman aku selalu memperhatikannya. Apalagi, sa’at dua hari yang lalu. Sa’at aku bertemu dengan dia di ATM BRI. Awalnya aku tidak tahu kalau yang didepanku sa’at antri mengambil uang di ATM adalah Intan. Kalau saja dia tidak menengok kebelakang, dan menyapaku aku tidak tahu. ” assalamu ’alikum akhi…!! ” Aku hanya tertegun dan salah tingkah, ”wa’alaikumsalam. E..Ind. INDRY!!” balasku. Terbata-bata ” kenapa sih aku ini.” gumamku. ” kenapa akh?? ” tanya dia dengan singkat, rupanya mendengar guamamanku. ” owh, ti..ti..dak. gak apa – apa kok. ” jawabku dengan gugupnya.” Candy mau ngambil uang ya?? ” aku memberanikan diri bertanya.” ya.. iyalah.. masa mau makan..he.. ( ABCD = Aduh Boo… Capek Deh…./sisipan doank!:penulis ) ” dengan senyuman manisnya, di tambah bibir tipis dan pipinya yang lesung pipit tersenyum kepadaku. Aku semakin STB ( salah tingkah Banget /kok banyak kata-kata gaul sih.. twing-twing!!:penulis). Tapi aku ikhwan, harus kuat. ” gak sih.. Cuma mastiin aja Indri…”. balasku, gak mau ngalah. ” idih GPL..!!! ” timpal dia, dengan kerlingan matanya yang asyik dipandang. ” apaan tuh???…”

aku bengong…

” Gak Penting Lagi…”

Gubrakk!! Wah, akhwat sekarng gaul-gaul ya.. beda dengan dulu. Sa’at aku masih SMA. Akhwat dulu, memandang saja sudah malu-malu kucing. Sekarang mah, ngegemesin.. tapi, sama aja sih ikhwannya juga.

”ma’af akh. Indri duluan… ” tambahnya sambil masuk kedalam ATM. ” oya, silahkan…”.
Balasku yang sebenarnya memiliki harapan bisa berlama-lama dengannya. Sejak sa’at itu aku jadi sering melamunkan dia, dan.. ” woi..woi… sudah belum ngelamunnya?? Aku mau pulang nih… ngapain dikantin cuman bengong doang.” lagi - lagi Jamal ngagetin aku. Kali ini dengan sedikit marah. ” ya udah kita pulang aja, lagian aku kurang sehat nih.. oya sekalian makanan dan minumanku kamu bayarin dulu yah… aku lagi gak bawa uang.. sebenernya lagi bokek! He..he…” balasku dengan wajah meminta belas kasihan ” pliss ya… sayang!! ” tambahku. ” idih sayang, dasar!! Aktivis dompet tipis.. keren sih oke. Tapi, gak berduit!! Nih aku bayarin… bilang makasih dong!!! ” tukas Jamal sedikit sewot. ” Iya..ya.. deh, makasih ya… kamu temenku yang paling baik deh, tapi kamu jangan ngomong-ngomong aku aktifis ditempat umum dong, nanti aku di anggap teroris lagi… ”. Jawabku, dengan perasaan malu di bilang tak berduit. ” Emang aktifis harus banyak uang apa. Yang penting aktifis itu setia dan rajin syuro. Penampilan ok. Tepatnya sih Rapi. Omongannya didenger. Itu aktifis.”. Gumamku.

***

sms itu masih belum diketahui siapa pengirimnya padahal sudah tiga hari. Setiap aku telpon dan sms tidak ada balasan, mungkin dinonaktifkan. Tapi aku tidak peduli yang penting aku sekarang selalu memikirkan Indri. Hari ini perasaanku sama dia semakin kuat, hidup terasa diombang-ambing, makan terasa hambar, inget dia, semua aktifitasku semakin tak menentu, ada perasaan rindu. Ya, Allah apakah ini namanya cinta?? Apakah aku telah mencintai Indri?? Astagfirulalh, aku seharusnya tak berbuat seperti ini. Ini salah. Sambil merebahkan badanku di kasur, fikiran ini tetap tertuju sama Indri. Lantunan Nasyid yang kuhidupkan begitu merdu terdengar. Nasyid ini membuatku semakin dekat dengannya, terlebih lagi lagu dari inteam dengan Kasih ke kasih, impian kasih, Do’a seorang kekasih, ditambah nasyid Edcoustic… ah… semakin menggebu-gebu jiwaku ini.

( inteam: kasih ke kasih )

tak perlu aku ragui… Sucinya cinta yang kau beri

Kita saling kasih mengasihi… dengan setulus hati…

Ayah ibu merestui.. menyambung cincin di jari


Dengan rahmat ilahi… cinta kitapun bersemi…

Sebelum di ijabkabulkan, syariat tetap membataskan


Pelajari ilmu rumah tangga… Agar kita lebih bersedia

Menuju hari yang bahagia

Kau tahu kumerinduimu..


Kutahu kau mencintaiku, oh..kasih..

Bersabarlah sayang, saat indah kan menjelma jua..

Kita akan disatukan dengan ikatan pernikahan oh.. kasih..

Disana kita bina… Tulus cinta mahligai bahgia

Semoga cinta kita.. didalam ridho ilahi

Berdoalah selalu semoga jodoh berpanjangan..


( Edcoustic : nantikanku dibatas waktu )

Dikedalaman hatiku

tersembunyi harapan yang suci

tak perlu engkau menyangsikan

lewat keshalihanmu,

yang terukir menghiasi dirimu


tak perlu dengan katakata

sungguh walau ku kelu

tuk mengungkapkan perasaanku,

namun penantiannmu pada diriku

jangan salahkan,,,

kalau memang kau pilihkan daku

tunggu sampai aku datang

nanti kubawa kau pergi kesyurga abadi

kini belumlah sa’atnya aku membalas cintamu…

nantikanku dibatas waktu..

”Nantikanku dibatas waktu, ukhti Indri” tak sengaja aku mengucapkan kata itu. Astagfirullah. Kenapa aku berfikir sejauh ini, Tanpa sadar, air mataku meleleh mengalir membasahi pipi, ya, allah, dengan ke-Maha indahan-Mu, dengan kasih dan sayang-Mu, dzat penguasa alam yang menggenggam hati-hati manusia, Maha mencintai…. jika benar ini cinta datangnya dari-Mu maka halalkanlah cinta hamba, mudahkanlah hamba mendapatkan cintanya, jadikan cintaku kepadanya wujud cintaku juga kepada-Mu, ya Allah, jangan jadikan hamba menjadi manusia-manusia yang durhaka karena cinta, jangan jadikan hamba menjadi hamba yang terbakar cinta dunia dan seisinya, lindungilah hamba dari cinta-cinta nafsu. Hanya ridho dan kasih sayang-Mulah hamba berharap. Kabulkanlah ya Allah. Suasanapun menjadi teduh, jarum jam merangkak terus. Jam 23.00. sudah malam, keheningan malam kian terasa, seiring lelehan air mata
yang berbuah luapan asmara yang begitu besar. Luapan cinta. Membanjiri relung-relung hati yang sedang bergelora oleh cinta. Kerinduan bercampur, rindu kepada sang pencipta dan Rindu kepada Ciptaan-Nya. Kaset Nasyid yang kuputar berhenti, akupun perlahan mulai mengantuk dan akhirnya tertidur, bermimpi dengan bidadari - bidadari syurga. Dengan keindahan yang tak terkira.

iki sms masuk, mas iki sms masuk… berkali-kali bunyi hape terdengar, ” uwh!!, siapa sih malam – malam sms, sebelum membaca sms, kulihat jam…, apa?!! Jam 04.00. rasanya baru saja aku tidur masa sudah jam empat, huh, kayak di dongeng saja. Aku gak tahajjud!! ” ini lagi siapa pagi-pagi buta gini kirim sms, apa gak ada kerjaan.” Dengan perasaan dongkol aku memaki-maki sendiri, lalu ku buka sms yang masuk tadi.



Assalamu’alaikum Dodi yg sholeh. Af1. aq sdh m’ngganggumu. Sblmny aq jg minta m’af ats klancangnq, krn tlh mengirim sms kpdmu. Ini sms yg ke2 yg ku krm.Km psti pnasaran, aq th dr tmn2mu.Km mcari th sapa pngirim sms itu. Sms ini jg sbg pnyembuh hatiq, aq tdk bs mlupaknmu,aq tdk bs mnahan prasaanku pdmu.Aq mncintaimu. Skrg km klwr,dipintu gerbang da spcuk srt drku,km akn th smuany. Semuany. dan sapa aq sbenarny.

Wassalam

Sms misterius! Surat? Malam begini ada surat didepan rumah. Aku semakin penasaran, lalu aku langsung keluar. Benar juga, sebuah amplop terselip di besi-besi grasi mobil. ”Masyaallah, nekat benar nih akhwat” gumamku, lalu aku mengambilnya. Sambil jalan menuju kamar, hatiku bertanya-tanya, siapa sebenarnya orang ini. Sesampainya di kamar aku buka perlahan-lahan, sepucuk surat dengan kertas berwarna pink. Tulisannya indah sekali. Lalu kubaca:

Yogya, 17 Agustus 2007

Kepada hamba yang senatiasa bersujud.

di-

Hamparan sajadah

Assalamu ’alaikum warahmatulalhi wabarakatuhu.

Semoga Allah selalu melindungimu hari ini dan hari-hari yang akan datang. Tak henti aku memohon ma’af, yang sebenarnya tak perlu kau memaafkan aku. Dalam kegelapan malam aku tulis surat ini, sebagai bukti tulusnya rasa yang selalu mengejar jiwa sanubariku. Setiap malam aku selalu menangis. Meratapi dan merenungi. Selalu dan selalu. Tentu saja kamu merasa bingung dan penasaran, siapa aku sebenarnya. Aku bukanlah makhluk misterius yang bisa saja kau bayangkan, karena aku nyata, aku selalu disisimu.

Dodi yang kucinta karena Allah, sejak aku mengenalmu, sejak aku melihatmu, dan sejak itulah bunga-bunga dalam dada ini merekah indah, harum dan mewangi. Sampai aku lupa, sesuatu telah terjadi pada jiwaku. Kesholehanmu telah menawan hatiku, tutur katamu menyirami tanaman-tanaman hijau di hatiku, sorot matamu tajam, menggetarkan jiwaku, Jiwa yang kupelihara kebersihan dan kesuciannya. Entah ini dosa atau tidak. Aku sudah terbius oleh harapan yang semakin lama-semakin terlena. Tapi bukankah Dia yang menciptakan perasaan kasih sayang? Bukankah Allah
maha Mencintai hamba-hamba-Nya. Begitupun aku yang telah marasa resapan embun cinta. Syurga cinta telah nampak dipelupuk mata. Sa’at itulah, hari-hariku bahagia. Namun, untuk menggapai cinta sejati tidaklah mudah. Aku menguatkan diri, walaupun akhirnya aku terjatuh dan terjatuh. Perjuangan cinta yang kupendam selama dua tahun tidak juga berbuah, aku menangis, selalu menangis. Perjuangan jauh yang kutempuh akhirnya sampai disini. Perjuangan untuk bisa lebih dekat denganmu, akhirnya tercapai. Aku melanjutkan kuliahku dari D3 ke S1. ( kamu mungkin sudah dapat mengetahui siapa aku ?? ) semua ini hanya mengharap cintamu dan kesucian jiwaku. Kini, aku sudah dekat denganmu. Perjuanganku selama ini telah menghantarkanku kesisimu. Walaupun aku tidak bisa memaksamu untuk saling membagi cintamu padaku. Hanya saja, kecemasan masih menyelimutiku. Apa yang akan terjadi bila cinta yang kumiliki tidak mampu memasuki relung hatimu.

Dodi kini kau tahu siapa aku sebenarnya. Kini kau mengerti kenapa aku disini. Hanya kaulah yang bisa mewujudkan semua usaha yang aku jalani. Namun, semua ini aku kembalikan kepadamu, kaulah yang memutuskan. Aku hanya bisa pasrah. Aku mencintaimu. Cinta karena Allah rabbul izati. Bagaimana denganmu? Aku tunggu balasannya. Ma’afkan kedhoifanku.

Wassalammu’alaikum warahmatullahi wabarakatuhu.

Yang merindukanmu.

(Indriastuti )


Subhanallah, bagaikan kejatuahan bintang dari langit. Sejuta asa menyelimuti hati. Perasaan mengharu biru. Merangsang kepenatan jiwa yang merindukan ketenangan dan ketentraman. Sesaat terdiam. menatap langit-langit kamar. Penuh dengan bunga.. bunga-bunga cinta. Semua yang aku lamunkan selama ini telah Allah gantikan dengan Hadiah yang sungguh luar biasa. Tapi, aku tidak bisa menerima semua ini dengan hawa nafsu.

Siangnya kuputuskan bertemu dengan guru ngajiku. Ust. Hendrik, meminta pendapat dan nasehatnya.

” ust, ada sesuatu hal yang ingin saya bicarakan “ kataku pada ust. Hendrik, Dengan suara terputus-putus dan bergetar.

” Tafadhol’ Dodi, ada apa?? “. Jawabnya

“ beberapa hari yang lalu ada akhwat, membuat pengakuan yang membuat saya merasa risi dan….ma’af, saya juga merasa bingung, akhwat tersebut mengatakan dalam sms nya bahwa ia jatuh cinta pada saya. Sedangkan saya tidak tahu siapa dia ” Ust. hendrik nampak terkejut, tapi, Ia berusaha tetap tenang. “ Sabar Dodi, jangan terlalu diambil hati. Mungkin maksudnya tidak seperti yang antum bayangkan.” Ust. hendrik mencoba menenangkan perasaanku. “ Ma’af…saya tidak menangkap maksud lain dari perkataannya. Akhwat itu mungkin tidak pernah berpikir dampak perkataannya. Kata-kata itu membuat saya sedikit banyak merasa gagal menjaga hijab saya sebagai muslim sejati, gagal menjaga komitmen dan menjadi penyebab fitnah. Padahal, saya hanya berusaha menjadi bagian dari perputaran dakwah islam “. Kataku mencoba membela keimanan.

“ Ya sudah…saya berharap antum tetap istiqamah dengan kenyataan ini, saya tidak ingin kehilangan aktivis dakwah oleh permasalahan seperti ini “.

Ust. hendrik membuat keputusan, “ tapi, ust… Subuh tadi dia mengirim sms lagi dan kali ini disertai surat yang menjelaskan semuanya, dan ternyata akhwat itu saya kenal… “ sejenak aku berhenti, menyusun kata-kata yang tepat, lalu meneruskannya ” dan, akhwat tersebut ternyata yang belakangan ini telah membuat saya jatuh hati, subuh tadi saya benar-banar bahagia, karena saya mencintai akhwat yang selama ini dia pun memendam perasaan rindu…ma’af ust. Setelah saya fikir kembali, seharusnya hal ini tidak terjadi.. gimana menurut ust.?? “. Jelasku dengan perasaan tak tenang, dan perasaan malu.


” kamu sudah tahu sendiri bagaimana islam mengatur semua ini. saya tidak menyalahkan perasaan kalian. Kita semua berhak memiliki perasaan itu. Pertanyaan saya adalah, apakah kalian sudah siap ketika saling menyatakan perasaan itu. Apakah akhwat tersebut mengatakannya dengan orientasi bersih yang menjamin hak-hak kamu?. Hak perasaan dan hak pembinaannya. Apakah akhwat itu telah menyampaikan perasaannya kepada ustzah dia untuk melakukan proses yang diseriuskan?. Apakah kamu dan dia sudah siap berkeluarga. Apakah kalian sudah berusaha menjaga kemungkinan fitnah dari sikap kalian, baik terhadap ikhwah lain maupun terhadap dakwah????, Aris.. bagi kita perasaan itu tidak semurah tayangan sinetron atau bacaan picisan dalam novel-novel. Bagi kita perasaan itu adalah bagian dari kemuliaan yang Allah tetapkan untuk pejuang dakwah, dan
jaminan kemuliaan Allah SWT. Perasaan itulah yang mengeksiskan kita dengan beban berat amanah ini. Maka jagalah perasaan itu tetap suci dan mensucikan…” aku merasa malu. Keluar keringat dingin dari seluruh kujur tubuhku, lalu Ust. Hendik mengatakan kalau seandainya sudah siap untuk menikah, nanti akan disampaikan ke akhwat tersebut. lalu aku sampaikan bahwa akhwat itu adalah Indri, yang sa’at ini sedang mengikuti pengajiaan
ustadzah Ririn, sahabat dekat istri ust. Hendrik. ” ya, sudah kamu tunggu kabar lagi aja mudah-mudahan allah memberi keluasan dan kemudahan ” tutur ustadz. Hendrik memberikan kelegaan dalam hati.

***

Di sepertiga malam ini sangatlah tepat aku tuliskan sebuah jawaban nafas-nafas cinta yang sedang melanda Indri. Akupun bertakbir. Melantunkan ayat - ayat cinta di malam ini. Disa’at semua orang terlelap dalam nikmatnya malam. Namun aku yakin dia selalu bertasbih di kegelapan malam dengan sujudnya yang suci. Secarik kertas putih ku lukis dengan kata-kata cinta. Untuk seorang hamba yang mencintai dan aku cintai, cinta karena Allah.




Hari-hari yang melelahkan. Tapi bagiku ini membahagiakan, memang jika kita bekerja, jika kita melaksanakan suatu amanah atau sesuatu. jika dilaksanakan dengan penuh keikhlasan dan tanpa paksaan sungguh lezat sekali rasanya. Berbeda dengan orang yang melakukan sesuatu dengan imbalan atau biasa kita sebut dengan ada udang di balik batu. Akan terasa berat dirasa. Ya, mungkin ini karena aku aja yang merasakan, karena aku sendiri yang akan menikah. Melihat sisi dari pernikahan bagiku bukan hanya sebatas memenuhi nafsu manusiawi saja, akantetapi sebuah acara yang sakral dan sebuah wujud cinta kita kepada Rasulullah saw. Karena dengan begitu kita mengikuti sunnah rasul yang mulia. Ini kewajiban yang menyenangkan. Sujud syukur. Sebentar lagi aku akan menyempurnakan dienku yang agung. sebagian orang sering mengatakan ini.

iki sms masuk, mas iki sms masuk…

“ Ada sms “ gumaamku. “ Dari Indri..!! “


“Assalammu’alaikum wr. Wb. sepanjang perjalannaku menuju rumah. Air mataku tak henti-hentinya mengucur dan meleleh di pipi. Kebahagiaan yang hakiki sesaat lagi akan kureguk. Keimanan yang kujaga dengan cinta akan berbuah menjadi mutiara yang indah. Menyongsong kehidupan yang baru. Untuk keindahan selamanya.. selamanya…. =) ”

Pengirim :

Indri

085694451248


Dikirim :

25 September 2007

09.10

Akupun menjadi termenung. Memaknai kalimat-kalimat yang dikirim oleh Indriastuti. Calon bidadariku. Ada sebuah kejanggalan dari pesan singkat yang ia kirim kali ini. Kenapa ” sms nya seperti ini, aku harus segera membalasnya” gumamku. Lalu secepatnya aku membalasnya. ” De Indri, ada apa? Kenapa sms seperti itu?? Kamu sekarang ada dimana? ” dengan perasaan risih kukirim balasannya, menanyakan maksud sms Indri, lalu kutekan tombol kirim.ok!

Tapi, pengiriman pesan gagal. Ah, sial! gak ada sinyal. Kucoba beberapa kali lagi, akantetapi tetap tidak bisa. Kucoba menelpon. Tetap tidak bisa. Ada apa ini??

Beberapa sa’at kemudian, ada sms masuk lagi. ”oh, dari Indri lagi… ” ucapku.

” sayang, ku do’a-kan kau selalu bahagia. Hari ini dan hari – hari yang akan datang. Ma’afkan kesalahan-kesalahan ku selama ini. Sayang, aku tunggu kamu di negri yang tidak ada manusia mengganggu kebahagiaan kita. Disanalah kita
bangun istana kebahagiaan ”

ada apa ini, kenapa sms nya seperti ini dan kenapa tadi aku sms dan telepon tidak nyambung. Tanda tanya besar hinggap dibenakku.

Tidak lama kemudian Hpku berbunyi kembali, kuperhatikan, nomor yang memanggil ternyata nomor yang tidak dikenal. ” hallo, Assalamu’alaikum. Bisa bicara dengan bapak Dodi?? ” suara lelaki yang tak kukenal suaranya. ” iya, saya sendiri, ma’af bapak siapa ya?? Ada yang bisa saya bantu. ” jawabku, Dengan perasaan tidak tenang. ” sebelumnya kami mohon bapak bisa bersabar ya pak. Kami dari kepolisian lalu lintas. Sekarang kami berada di jalan yogya-Bandung.” jelas lelaki yang ternyata dari kepolissian. ” polisi lalu lintas???, apa hubungannya dengan saya
pak??!! ” tanyaku dengan nada kaget bercampur tidak sabar. ” ma’af pak. Disini terjadi kecelakaan Bis dari Baranangsiang menuju Bandung, Bis ini terlempar kejurang sa’at akan berbelok, kejadian ini terjadi satu jam yang lalu tepatnya jam 08.00. ” jam 8…!” fikirku. ” penumpang semuanya tewas, hanya 2 anak-anak dan 1 bayi yang masih hidup… ”

” lalu apa hubungannya dengan saya pak?? ” tanyaku memotong penjelasan polisi tersebut dengan nada kesal bercampur takut dan khawatir. ” sekali lagi kami mohon bapak dapat bersabar dan menguatkan diri. Karena, salah satu dari penumpang tersebut terdapat seorang wanita yang sedang memegang selendang bertuliskan: Dodi Taufiqurrahman dengan nomor handphone ini. kami yakin wanita ini adalah saudara, anak atau istri bapak. Dari KTP yang kami ambil dari dompetnya, tertera namanya INDRI ASTUTI kelahiran Bandung, sebagai mahasiswi di Yogyakarta ” bagaikan mendengar petir ditelinga, dunia terasa berhenti berputar, nafas terasa sesak, tak dapat mengeluarkan satu patah katapun, semuanya bergemuruh. Lemas tak berdaya. ”Ind.. Indri… tidak … calon istriku… bidadariku… Tidak Mungkin!!! Bapak pasti salah. Beberapa menit yang lalu dia sms, dua kali!! ” dengan sedikit tidak yakin bercampur perasaan takut yang sangat.. ” tapi pak, semuanya sudah jelas.. selendang yang dipegang dengan nama dan no HP bapak, gaun serta kerudung yang dia kenakan, apa bapak masih belum percaya?? ” jelas polisi tersebut meyakinkanku. Akupun tak dapat menahan kesedihanku… dengan penjelasan yang sangat jelas, akhirnya aku mempercayainya.. ” Ya allah… ini tidak mungkin.Indri. Innalillahi wa innalillahi raji’un ” seakan berteriak, air mata deras mengalir.. aku tak tahan lagi menerima kabar yang seakan mimpi ini. ” pak Dodi, tabah ya pak!! Kami turut berbela sungkawa atas kejadian ini. Selain itu, kami juga menemukan beberapa keanehan yang terjadi sama.. ma’af! calon istri bapak. Ketika kami temukan, wajahnya begitu ceria dan tampak indah, bibirnya seakan tersenyum, memancarkan cahaya. Dan, kedua belah tangannya berada diatas dadanya. Layaknya orang yang sedang sholat. Anehnya lagi, tidak ada luka sedikitpun ditubuhnya, nampaknya ia terlempar jauh dari bis itu jatuh, tidak seperti penumpang lainnya yang tewas, sampai tertimpa badan bis. Bunga-bunga disisinya seakan mekar mewangi… Semerbak… Bau wangi menyeruak dan merebak, harum bagaikan khas keharuman sebuah kamar mempelai yang akan mereguk cinta di malam pertama..” jelas polisi itu, dengan mantap dan terdengar parau dan bergetar. aku hanya terdiam, diam seribu bahasa.
Ya allah, apakah cintaku hanya dibatas waktu..???.....
Sumber : Blog Tetangga...^^

Selasa, 20 Juli 2010

MASIH ADAKAH HARI ESOK ???????....


Pada suatu tempat, hiduplah seorang anak. Dia hidup dalam keluarga yang bahagia, dengan orang tua dan sanak keluarganya. Tetapi, dia selalu mengangap itu sesuatu yang wajar saja. Dia terus bermain, menggangu adik dan kakaknya, membuat masalah bagi orang lain adalah kesukaannya. Ketika ia menyadari kesalahannya dan mau minta maaf, dia selalu berkata, “Tidak apa-apa, besok kan bisa.”

Ketika agak besar, sekolah sangat menyenangkan baginya. Dia belajar, mendapat teman, dan sangat bahagia. Tetapi, dia anggap itu wajar-wajar saja. Semua begitu saja dijalaninya sehingga dia anggap semua sudah sewajarnya. Suatu hari, dia berkelahi dengan teman baiknya. Walaupun dia tahu itu salah, tapi tidak tidak pernah mengambil inisiatif untuk minta maaf dan berbaikan dengan teman baiknya. Alasannya, “Tidak apa-apa, besok kan bisa.”
Ketika dia agak besar, teman baiknya tadi bukanlah temannya lagi. Walaupun dia masih sering melihat temannya itu, tapi mereka tidak pernah saling tegur. Tapi itu bukanlah masalah, karena dia masih punya banyak teman baik yang lain. Dia dan teman-temannya melakukan segala sesuatu bersama-sama, main, kerjakan PR, dan jalan-jalan. Ya, mereka semua teman-temannya yang paling baik.

Setelah lulus, kerja membuatnya sibuk. Dia ketemu seorang wanita yang sangat cantik dan baik. Wanita ini kemudian menjadi calon istrinya.

Dia begitu sibuk dengan kerjanya, karena dia ingin dipromosikan ke posisi paling tinggi dalam waktu yang sesingkat mungkin. Tentu, dia rindu untuk bertemu teman-temannya. Tapi dia tidak pernah lagi menghubungi mereka, bahkan lewat telepon. Dia selalu berkata, “Ah, aku capek, besok saja aku menghubungi mereka.”

Ini tidak terlalu mengganggu dia karena dia punya teman-teman sekerja selalu mau diajak keluar. Jadi, waktu pun berlalu, dia lupa sama sekali untuk menelepon teman-temannya.

Setelah dia menikah dan punya anak, dia bekerja lebih keras agar dalam membahagiakan keluarganya. Dia tidak pernah lagi membeli bunga untuk istrinya, atau pun mengingat hari ulang tahun istrinya dan juga hari pernikahan mereka. Itu tidak masalah baginya, karena istrinya selalu mengerti dia, dan tidak pernah menyalahkannya. Tentu, kadang-kadang dia merasa bersalah dan sangat ingin punya kesempatan untuk mengatakan pada istrinya “Aku cinta kamu”, tapi dia tidak pernah melakukannya. Alasannya, “Tidak apa-apa, saya pasti besok akan mengatakannya.”

Dia tidak pernah sempat datang ke pesta ulang tahun anak-anaknya, tapi dia tidak tahu ini akan perpengaruh pada anak-anaknya. Anak-anak mulai menjauhinya, dan tidak pernah benar-benar menghabiskan waktu mereka dengan ayahnya. Suatu hari, kemalangan datang ketika istrinya tewas dalam kecelakaan, istrinya ditabrak lari. Ketika kejadian itu terjadi, dia sedang ada rapat. Dia tidak sadar bahwa itu kecelakaan yang fatal, dia baru datang saat istrinya akan dijemput maut. Sebelum sempat berkata “Aku cinta kamu”, istrinya telah meninggal dunia.

Laki-laki itu remuk hatinya dan mencoba menghibur diri melalui anak-anaknya setelah kematian istrinya. Tapi, dia baru sadar bahwa anak anaknya tidak pernah mau berkomunikasi dengannya. Segera, anak-anaknya dewasa dan membangun keluarganya masing-masing. Tidak ada yang peduli dengan orang tua ini, yang di masa lalunya tidak pernah meluangkan waktunya untuk mereka.

Saat mulai renta, Dia pindah ke rumah jompo yang terbaik, yang menyediakan pelayanan sangat baik. Dia menggunakan uang yang semula disimpannya untuk perayaan ulang tahun pernikahan ke 50, 60, dan 70. Semula uang itu akan dipakainya untuk pergi ke Hawaii, New Zealand, dan negara-negara lain bersama istrinya, tapi kini dipakainya untuk membayar biaya tinggal di rumah jompo tersebut. Sejak itu sampai dia meninggal, hanya ada orang-orang tua dan suster yang merawatnya. Dia kini merasa sangat kesepian, perasaan yang tidak pernah dia rasakan sebelumnya.

Saat dia mau meninggal, dia memanggil seorang suster dan berkata kepadanya, “Ah, andai saja aku menyadari ini dari dulu…” Kemudian perlahan ia menghembuskan napas terakhir. Dia meninggal dunia dengan airmata di pipinya.

Note :
Waktu itu nggak pernah berhenti. Anda terus maju dan maju, sebelum benar-benar menyadari, anda ternyata telah maju terlalu jauh.

Jika kamu pernah bertengkar, segera berbaikanlah!
Jika kamu merasa ingin mendengar suara teman kamu, jangan ragu-ragu untuk meneleponnya segera.

Terakhir, tapi ini yang paling penting, jika kamu merasa kamu ingin bilang sama seseorang bahwa kamu sayang dia, jangan tunggu sampai terlambat.

Jika kamu terus pikir bahwa kamu lain hari baru akan memberitahu dia, hari ini tidak pernah akan datang.
Jika kamu selalu pikir bahwa besok akan datang, maka “besok” akan pergi begitu cepatnya hingga kamu baru sadar bahwa waktu telah meninggalkanmu.

Sabtu, 17 Juli 2010

HUMOR : KISAH SARJANA MENCARI ISTRI ^^


Seorang sarjana komputer mencari istri yang selama ini dia idam-idamkan dengan kriteria.
Karena dia sangat terobsesi dengan dunia IT, maka ia menerapkan sejumlah syarat yang juga “berbau” istilah IT.

Syarat-syarat itu adalah:

1. GUI MENARIK, harus cantik hingga tidak bosan untuk selalu dipandangi tiap hari sepulang dari kantor.

2. ROBUST, handal dan tidak mudah capek.

3. ENERGY SAVER, pintar mengatur jadual kapan harus istirahat setelah bekerja seharian mengurus rumah, tapi langsung ON ketika dibutuhkan.

4. NETWORK AVAILABLE, punya jaringan pertemanan yang luas biar nggak kuper.

5. PORTABLE, siap dibawa kemana saja mengikuti penempatan kerja suaminya.

6. RESPONSIVE, tau apa yang harus dilakukan dalam kondisi darurat.

7. PLUG AND PLAY, tidak perlu diajarkan cara penggunaannya saat ada barang/perabot baru di rumah.

8. ERGONOMIS, pas di tangan dan tidak bikin lelah … (apanya hayo???)

9. MULTITASKING, mampu mengerjakan beberapa pekerjaan dalam waktu yang bersamaan. Misalnya, memasak di kompor sekaligus mencuci menggunakan mesin cuci dalam waktu bersamaan.

10. MULTILINGUAL, bisa berbicara dalam minimal 2 bahasa, ketika berhadapan dengan suami dan ketika berhadapan dengan mertua.

Setelah sekian lama, akhirnya dia menemukan sosok yang diidamkan tersebut.
Puas rasanya mendapatkan istri idaman setelah melalui 1000 kota.

Tapi alangkah kagetnya dia ketika mendapati ternyata istrinya juga memiliki satu fitur tambahan, yakni MULTIUSER!!!

Note :

He..he…he :)

It’s just a Joke……….