Laman

WELCOME

Senin, 02 Agustus 2010

Lelucon Ala Ikhwah..... ^___^

BAGIAN SATU: SINGKATAN

[CERITA 1] == Gelar S2 dan S3 ==

Maraknya dakwah di kota-kota besar sangat mengharukan hati. Di kampus-kampus umum, sekolah dan masjid-masjid perumahan sering diadakan kegiatan-kegiatan dakwah yang beraneka ragam. Dari mulai ceramah biasa, diskusi remaja, pemutaran film, bedah buku, bazaar sampai ke tabligh akbar, semuanya semakin menambah marak kesejukan suasana Ibukota yang sudah penuh sesak. Semua ini kemudian diikuti dengan bertambahnya kebutuhan akan juru dakwah. Tapi kita tidak perlu khawatir, karena banyak sekali aktivis dakwah kita yang masih muda, baru S-1 ataupun masih kuliah yang sudah mendapat gelar Phd dan MBA. Dan ini banyak kita temukan di kampus-kampus. Gelar Phd ini disematkan bagi mereka yang benar-benar Pakar Halaqoh dan Dauroh, sedangkan MBA untuk Murobby Banyak Akal ! Ini di bidang dakwah, kadang ada juga istilah lain yang dipakai untuk menyindir sampai dimana proses seorang ikhwan, seperti MBA dari Murobby Belum Acc , dan MBM dari Murobby Baru Mencarikan, atau kalau sudah selesai prosesnya bisa disebut MBM juga, yaitu Married By Murobby.!

Ada juga gelar yang sudah cukup masyhur di kalangan aktivis dakwah yang di peruntukkan bagi lulusan Timur Tengah ataupun LIPIA, yaitu Lc. Tapi gelar Lc ini ternyata sekarang banyak dipakai oleh para aktivis muda kita, tapi yang ini berarti Langsung Ceramah.Dan kabarnya pula Xanana Gusmao, Presiden Timor Lorosae juga punya gelar Lc juga, yaitu Lulusan Cipinang.


[CERITA 2] == Nama Lain Ngaji ==

Pada suatu malam Ahad, seorang Akhi yang baru memulai sejarah dakwahnya pamit pada temannya se kostnya untuk pergi ngapel ke rumah seorang teman. Teman se-kost itu yang kebetulan juga seniornya sangat khawatir dengan aktivitas anak baru tersebut. Kemudian dengan diam-diam ia mengikuti langkah sang Akhi tersebut, yang ternyata masuk ke dalam seorang rumah ustad. Dan setelah ditunggu sekitar dua jam, akhirnya sang Akhi tersebut keluar dengan wajah penuh keceriaan. Sang senior yang sudah penasaran dari tadipun langsung menginterogasinya,

" katanya ngapel, kok di rumah ustad? "

" Ya Mas, yang ini bukan ngapel pacaran, tapi ngapel singkatan dari ngaji pelan-pelan alias liqo ".

Begitulah, sesuai dengan situasi dan kondisi di suatu tempat kadang-kadang digunakan bahasa lain untuk lebih menyamarkan atau mengakrabkan aktivitas yang satu ini. Kalau di lingkungan kampus biasanya dikenal istilah Mentoring atau Asistensi, Di Yayasan Iqro club yang menangani anak-anak STM di Jakarta menyebutnya dengan DSL (Dakwah Sistem Langsung), beberapa ikhwan lain menyebutnya dengan istilah Les Privat ataupun kencan mingguan,dan ada juga yang bikin istilah keren yang sama dengan sebuah paket acara televisi di Indosiar yaitu KISS (Kisah Seputar Selebritis), tapi KISS yang ini berarti Kajian Islam Seminggu Sekali, ada juga yang menyebutnya Kajian Islam Sabtu sore, Senin Sore, Selasa Sore, atau Sabtu Siang, dan seterusnya.


[CERITA 3] == Berbeda tapi Ternyata Sama ==

Seorang Akhi di UNPAD mendadak harus pulang ke kota kecilnya di belahan utara pulau Jawa, karena ayahnya dikabarkan masuk rumahsakit. Sebuah fenomena memang kalau di sebuah kota kecil yang tidak ada kampus ternamanya biasanya tidak banyak memiliki stock ikhwan ataupun akhwat. Tapi di rumah sakit, tepatnya di bagian mushollanya, pada waktu itu dengan firasat keikhwanannya lah al-akh ini berhasil menemukan seseorang yang disangkanya seorang ikhwan pula. Tapi keraguan itu membuatnya bertanya dengan malu-malu, "Assalamualaikum wr wb, Langsung saja Mas.. antum Ikhwan khan? ". Yang ditanya sempat kaget, lalu tersenyum dan memjawab, " Apa? bakwan ! eh..ikhwan ? Maaf bukan mas, saya dulu di JT tapi sekarang saya mantep di HT, insya Allah,". Dengan agak malu karena sok tahu, akh kita ini minta ijin untuk undur diri sambil menyalahkan firasat ikhwaniyahnya yang gagal kali ini. Tapi sebelum ia beranjak, orang tadi memanggilnya kembali,

" Afwan Akhi, saya dulu memang di JT tapi ini Jamaah Tarbiyah bukan Jamaah Tabligh lho.."

" Terus kenapa sekarang masuk HT ?"

" Iya, dari dulupun saya ikut HT, Halaqoh Tarbiyah ..!"

"Oooo..sama semua ya..ternyata"

[CERITA 4] == KAMMI Ganti Nama ==.

Setiap kali Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) berdemo dan melakukan long march, maka yang akan banyak terlihat adalah barisan putih panjang yang terdiri dari para ABG (Akhwat Berjilbab Gede), yang dikelilingi oleh sedikit ikhwan sebagai boarders. Dari sini jelas terlihat bagaimana perbandingan jumlah ikhwan dan akhwat yang terlampau mencolok. Dan repotnya hal seperti itu berlangsung terus di demo-demo yang lain. Yang akhirnya membikin ciri khas khusus bagi demonstrasi yang dilakukan KAMMI, yang seolah-olah menggambarkan bahwa KAMMI hanya milik para akhwat. Akhirnya muncul usulan dari para ikhwan untuk mengganti nama KAMMI menjadi KAMMMI, karena alasannya sesuai sejarahnya, pertama kali pada jatuhnya orde baru tahun 1966 ada yang namanya KAMI dengan satu huruf M, kemudian disusul pada bangkitnya orde reformasi muncul KAMMI dengan dua huruf M. Maka sesuai perkembangan terakhir sekarang dimunculkan KAMMMI dengan tiga huruf M yaitu "Kesatuan Aksi Mahasiwa Muslim Muslimah Indonesia".

[CERITA 5] == Simatupang dan Situmorang ==

Dua dari sepuluh karakteristik ideal seorang dai adalah Qowiyyul Jismi dan Harisun ala waqtihi. Idealnya seorang yang beraktifitas di jalan dakwah memang harus mempunyai ciri tersebut. Tapi ada cerita unik, tentang dua orang ikhwan yang kebetulan tinggal di sebuah rumah kost-kostan yang sama. Keduanya kuliah di kampus yang sama, jurusan yang sama, dan kebetulan sama-sama bergabung dalam LDK (Lembaga Dakwah Kampus) yang ada di kampusnya. Tapi yang menjadikannya berbeda adalah dari segi jam terbang dakwahnya.

Sebut saja akhi A, beliau setiap hari hampir jarang ada di kamarnya. Berangkat pagi hari habis sholat Subuh, kemudian sore pulang sebentar untuk ngambil sesuatu dan mandi, kemudian pergi lagi dan pulang sampai larut malam, itupun tidak setiap hari beliau pulang. Belum lagi kalo pas hari libur atau sedang kosong, tiba-tiba ada panggilan dakwah, maka beliau langsung pergi lagi walaupun jarum jam menunjukkan pukul sebelas malam. Itu cerita tentang si A. Lain lagi dengan temen se kost-nya si B, beliau paling sering kelihatan di rumahnya, atau lebih tepatnya di kamarnya, atau lebih pasnya lebih sering kelihatan tidurnya. Pagi berangkat kuliah sebagaimana biasa, dan siang pulang kemudian di rumah terus sampai esoknya lagi, kecuali satu hari saja untuk aktivitas ngaji di rumah seorang ustad. Perbedaan yang sangat frontal ini konon mendapat perhatian yang cukup serius dari ikhwah lainnya yang tinggal sekontrakan dengan mereka berdua. Akhirnya, walaupun keduanya bukan dari tanah Batak, mereka sepakat memberi nama marga di belakang nama mereka yang satu Simatupang untuk akhi A, yang berarti Siang-malam tunggu panggilan karena aktivitas dakwahnya yang begitu padat. Sedangkan untuk si Akhi B diberi gelar Situmorang, yang berarti Si ikhwan tukang molor doang!"

[CERITA 6] == JAMES BOND ala Ikhwah ==

Sudah menjadi fenomena umum bagi seorang ikhwah mahasiswa yang kuliah di kota besar semacam Jakarta, bagaimana sulitnya mencari sebuah kamar kost yang layak pakai fasilitas lengkap, situasi mendukung untuk dakwah sekaligus nyaman untuk belajar, deket kampus, dan tentu saja yang paling murah, istilahnya harga mahasiswa. Maka beruntunglah, karena ternyata banyak masjid di Jakarta, yang juga deket dengan kampus yang menyediakan sebuah tempat khusus bagi satu dua mahasiswa untuk tinggal di situ sekaligus ikut berpartisipasi dalam memakmurkan masjid. Maka sebagian dari mereka ada yang menjadi petugas muadzin, ada pula yang menjadi imam tetap, ada pula yang mengajar TPA dan mengisi kajian Ibu-Ibu. Dan alhamdulillah, tidak jarang kemudian Takmir Masjid memberikan uang kompensasi bulanan sebagai pengganti waktu dan jerih payah mereka. Tapi meskipun demikian ada juga beberapa mahasiswa lain yang ikut membantu kebersihan masjid, dan berfungsi ganda sebagai petugas kebersihan masjid atau yang biasa dikenal dengan istilah marbot. Mereka - mereka yang disebutkan tadi, dengan bangga menyebut profesi ini dengan istilah James Bond, yang berarti Jaga Mesjid dan Kebon !


BAGIAN DUA: PLESETAN NASYID

[CERITA 7] == Kulihat Bunga di Taman ==

Sore hari di sebuah rumah kost para ikhwah di bilangan Jurangmangu, Tangerang. Suasana yang ada di antara para ikhwah yang sedang bersantai sangat akrab, sampai tiba-tiba seorang akhi yang baru beberapa hari pindah ke situ, ikut meramaikan suasana dengan bernasyid dari kelompok Suara Persaudaraan, Malang. Beberapa bait nasyid disambut atau diikuti para ikhwah yang lain, namun ketika si Akhi ini sampai pada sebuah bait di sebuah lagu yang ada di album Balada sebuah Danau , yang berbunyi.

" Kulihat Bunga di taman.
Indah warna-warni dan menawan.."

Mendadak seisi rumah pada ramai, sebagian senior ada yang memperingatkan langsung pada sang munsyid.

" Bernasyid boleh akhi, tapi jangan langsung menyebut nama seseorang dong. bisa timbul fitnah nantinya!"

Si anak baru ini, sampai di sini masih belum menyadari kekeliurannya. Usut punya usut, ternyata di organisasi remaja Masjid dekat perumahan tersebut ada seorang akhwat aktivis yang namanya juga memang " Bunga " !


[CERITA 8] == Aku Anak Sholeh ==

Plesetan dari lagu " Aku Anak Sholeh " nya Harmoni Voice, STT Telkom Bandung.

Aku Ingin Nikah
Dengan Mahar Mudah
Tidak susah- susah
Rukuh dan Sajadah

Istri Solihah..
Harta yang berkah..
Walau ku sudah nikah..
Tetap berdakwah..

[CERITA 9] == Kembali by Izzis ==

Bait-bait Nasyid yang didendangkan oleh Munsyid Izzatul Islam mempunyai ciri khas perjuangan dan semangat yang menyala-menyala. Tapi bukan ikhwah namanya kalau nggak punya kreasi (baca: iseng) lain dengan lagu-lagu tersebut. Tentu saja tujuannya untuk "memprovokasi" ikhwah yang lain (hehehe...). Lihat aja perbandingan lagu asli dan plesetannya di bawah ini, yang diambil dari album "Kembali"

[versi asli]:

Berkobar tinggi panaskan bumi
Membakar ladang dan rumah kami
Darah syuhada mengalir suburkan negri
Tiada kata lagi... kami harus kembali

[versi plesetan]:

Berkobar tinggi panaskan hati
Datang tawaran dari murobbi
Foto-foto akhwat ada dihadapan kami
Tiada kata lagi..aku pilih yang ini!


BAGIAN TIGA: TA’ARUF

[CERITA 10] == Masih Mau Sekolah ==

Seorang ikhwan yang baru saja menyelesaikan studi S1 nya menghubungi sang Murobbi. Apalagi kalau bukan untuk meminta sang ustad mencarikan jodoh terbaik baginya. Tentu saja sang akhi ini tidak sekedar ingin menikah, tapi juga siap menikah. Lho, apa bedanya?

Ingin menikah bagi seorang akhi cenderung bersifat objektif. Artinya ia menginginkan atau menuntut seorang akhwat -yang akan menjadi istrinya nanti - untuk tampil dengan performance dan sifat yang terbaik, menurutnya. Bisa jadi ia ingin seorang akhwat yang harus cantik, tinggi, pintar masak, cerdas, penyabar dan lain sebagainya. Atau bisa jadi ia menginginkan yang lebih spesifik misalnya seorang dokter, dosen, hafidzah, atau mungkin yang berasal dari suku tertentu. Lebih parah lagi jika ingin menikah di sini berarti: ingin menikahi ukhti A, B atau C. Yang jenis ini bukan berarti tidak boleh. Hanya saja, kurang elegan.

Lalu bagaimana dengan siap menikah? Siap menikah bagi seorang akhi berarti kesiapan dari sisi subjektif dirinya. Artinya, ia akan mengukur kemampuan dirinya untuk memimpin rumahtangga, tanpa banyak terpengaruh faktor siapa yang akan mendampinginya. Dengan bahasa lain, dia punya kesimpulan: "yang penting ana harus siap dan baik dulu, siapapun istri ana dan bagaimanapun dia, toh ana juga yang harus membimbingnya". Yang jenis ini lebih elegan. Artinya siap mental dalam menikah.

Nah kembali ke cerita sang akhi yang selain ingin, juga siap untuk menikah. Sang murobbi yang dikonfirmasi pun menyambut permintaan ini dengan semangat. Betapa tidak? bukankah menjodohkan adalah sebuah amalan mulia. Apalagi yang dijodohkan adalah ikhwan dan akhwat yang masing-masing mempunyai misi dan visi untuk dakwah?

Maka dimulailah proyek perjodohan yang indah dan terjaga oleh sang Murobbi. Dari mulai tukar biodata sampai ta’aruf belum terlihat ada masalah. Namun ketika sang murobbi mengkonfirmasi kesediaan sang akhwat, ternyata sang akhwat menolak. Entah sang akhwat punya alasan apa, yang jelas ia hanya bisa beralasan pada sang murrobbi: "Afwan ustad, saya masih mau melanjutkan sekolah dulu.."

Terpukul hati sang akhi mendengar jawaban sang akhwat. Pikirnya dalam hati, mengapa kalau masih mau sekolah ia bersedia memberikan biodatanya dan bahkan sampai proses taaruf?

Sang murrobbi pun merasakan hal yang sama. Ada apa gerangan di balik penolakan ini?

Sang Akhi beritikad baik untuk tetap menikah. Sang murrobbi pun kembali dengan senang hati membantu sang akhi. Dilalui proses dari awal sebagaimana yang pertama tadi. Namun sayang seribu sayang. Kasus penolakan yang pertama kembali terulang. Masih dengan alasan yang sama: sang akhwat masih mau melanjutkan sekolah.

Pusing kembali melanda sang akhi kita ini. Dicobanya sekian kali untuk berinstropeksi: Adakah yang salah dalam biodatanya? Atau ada kesalahan kah saat taaruf kemarin? Ah, rasa-rasanya semuanya begitu lancar, tak ada masalah.

Atau masalah penampilan fisik? Ah, benarkah itu masih menjadi kriteria yang prinsip di jaman ini? Sang akhi bingung, ia benar-benar belum menemukan jawaban yang tepat atas kasus penolakan dirinya.

Sang murobbi tampaknya ikut merasa bertanggung jawab dengan penolakan tersebut. Mungkin karena merasa kasihan dengan dua kali penolakan tersebut, sang murobbi pun berinisiatif untuk ambil langkah yang lain. Kebetulan ia mempunyai adik perempuan yang juga seorang akhwat. Maka setelah mengadakan briefing yang intensif terhadap sang adik, dimulailah proses perjodohan keduanya. Biodata adik sang murobbi pun berpindah ke tangan sang akhi ini. Dengan seksama dibaca semua point di dalamnya. Tidak lupa dua lembar foto ukuran post card juga diperhatikan agak lama.

Sang Murobbi yang juga kakak sang akhwat terburu-buru untuk menanyakan kesediaan sang akhi untuk meneruskan proses.

"Gimana akhi, antum bersedia melanjutkan proses ini kan?"

Sang akhi bingung bukan kepalang. Ada perasaan kurang sreg dalam dadanya. Lebih-lebih saat melihat dua lembar foto sang akhwat. Diulang-ulang kembali, sama saja. Ada rasa kurang berkenan yang muncul terus menerus dan mengganggu.

"Gimana Akhi, sudah siap untuk meneruskan prosesnya?"

Pertanyaan sang murobbi menambah kegalauannya. Keringat dingin mulai menetes dari dahinya. Ia menunduk agak lama.

Sang akhi merenung sejenak, berinstropeksi. Sejurus kemudian ia mulai mengangkat kepala. Tersenyum. Baru sekarang ia tahu alasan mengapa dua akhwat yang terdahulu menolak dirinya: kriteria fisik!! Kriteria fisik, kedengarannya memang lucu. Tapi ternyata ia selalu menjadi begitu kontemporer. Selalu saja ada, di mana saja dan kapan saja.

"Gimana akhi, bisa dijawab sekarang?? "

Dengan sedikit berdehem, sang akhi menjawab,

"Afwan Ustad, setelah saya pikir-pikir, nampaknya saya "masih mau melanjutkan sekolah" saja ustad ... "

Lemes tubuh sang murrobbi. Namun ia pun tak bisa berbuat apa-apa. Dalam hati ia berkata: Dasar aktifis jaman sekarang, masih teguh mempertahankan kriteria fisik!

[CERITA 11] == Ta�aruf yang Unik ==


Seorang ikhwan yang kuliah di semester akhir berazzam untuk menyempurnakan separuh dien-nya. Sebagaimana biasa, beliau pun menghubungi ustadnya dan memulai proses dari awal sampai akhirnya tiba saatnya untuk taaruf, yaitu dipertemukan dengan calonnya. Tibalah hari dan jam yang telah ditentukan, dengan semangat seorang aktivis, beliau datang tepat waktu di sebuah tempat yang telah di janjikan ustad. Taaruf pun dimulai, sang akhi duduk di sebelah murobbi, sementara agak jauh di depannya sang akhwat ditemani murobbiyahnya dengan posisi duduk menyamping menjauhi sudut pandangan si ikhwan. Setelah sekian lama berlalu tak ada pembicaraan, sang murobbi berbisik pelan pada mad’unya yang malu-malu ini,

"Gimana akhi, sudah lihat akhwatnya belum, sudah mantap apa belum?"

"Sudah Ustad, saya mantap sekali ustad, akhwatnya yang sebelah kiri itu khan?"

Murobbinya kaget, wajahnya berubah agak kemerahan. " Eh..gimana antum! yang itu istri saya!"


[CERITA 12] == Belum Menikah ==

Memang susah jadi ikhwan bujangan, pasti banyak sindiran dan provokasi yang datang setiap saat untuk segera menyempurnakan separuh dien ini. Apalagi jika ia juga berprofesi sebagai seorang murobbi, maka setiap pertemuan mingguan pasti ada sindiran-sindiran kecil dari para mad’unya yang rata-rata juga belum menikah. Sebenarnya sang murobbi ini nggak enak dan takut juga kalau status bujangannya ini menghalangi anak buahnya untuk segera menikah.

Akhirnya pada suatu kesempatan mingguan, setelah sekian lama para mad’unya menanyakan masalah yang satu itu, sang murobbipun berpesan singkat di hadapan para ikhwah di hadapannya,

" Ikhwan sekalian, untuk masalah pernikahan.. jangan jadikan status ana sebagai penghalang kalian menikah, cukup jadikan saja saya sebagai contoh atau tauladan...! "

"Haaah...", Para ikhwan yang mendengar pun terbengong-bengong keheranan.


[CERITA 13] == Kriteria ==

Seorang Akhi ditanya sang Murobbi tentang kriteria seorang akhwat yang diinginkannya. Setelah beberapa saat berpikir, sang Akhi menjawab dengan malu-malu,

"Yang pertama Ustad, dia harus seorang yang cukup cantik."

"Astaghfirullah Akhi, bukannya Rasulullah menyuruh kita untuk mengutamakan agamanya dulu?", balas sang murobbi.

"Yang itu sih bukan masalah ustad?"

"Bukan masalah bagaimana akhi, ada hadist nya lho...", sang murobbi menambahkan.

"Khan yang namanya akhwat pasti berjilbab gede, berarti semuanya kita anggap sudah punya pemahaman agama yang cukup baik, sekarang tinggal kriteria selanjutnya yaitu yang cantik."

" Antum bisa aja cari alasan!", murobbi pun langsung lemes mendengar alasan sang Akhi.

[CERITA 14] == Tinggal Satu ==

Seorang Akhi muda yang baru lulus S-2 di luar negeri ditanya oleh ustadnya mengenai kriteria akhwat yang diinginkannya. Maka dengan segala idealisme sebagai seorang Ikhwan, mulailah ia mencari-cari kriteria dan menuliskan hampir lebih dari sepuluh kriteria, kemudian menyerahkan pada ustadnya tersebut. Kriterianya sangat bermacam-macam dan agak mengada-ada. Dari yang pertama dia harus seorang akhwat, cantik, pendidikan tinggi, Suku Sunda, berkacamata, lulus dengan cumlaude, hafal sekian juz. dan demikian seterusnya. Setelah diproses oleh sang ustad, akhirnya ia diberitahu bahwa tidak ada akhwat yang bisa sesuai dengan 10 syarat tesebut. Kemudian sang Ikhwan mengurangi kriterianya menjadi 9, setelah diproses sekian minggu ternyata hasilnya nihil. Kemudian sang ikhwan mengurangi satu lagi dari kriterianya menjadi 8. Dan setelah ditunggu sekian lama hasilnya tetap nihil karena terlau ideal kata ustadnya. Dan demikian seterusnya setiap kali gagal sang ikhwan mengurangi satu kriteria. Sampai setelah lewat lebih dari dua tahun sang Ikhwan akhirnya menemukan pasangan hidupnya.Tapi itupun setelah kriterianya tinggal satu! Kriteria apakah itu? ya apalagi kalo bukan dia harus akhwat!


[CERITA 15] == Penyebab Nggak Nikah-Nikah ==

Lagi-lagi seorang Ikhwah diinterogarsi oleh murobbinya tentang calon akhwat yang diinginkannya. Ikhwan yang satu ini tampaknya sudah kena blacklist sama murobbinya karena selalu menolak memberi kriteria ketika ditanya.

" Akhi, ini yang terakhir kalinya, kira-kira seperti apa akhwat yang antum inginkan menjadi pendamping antum dalam berdakwah?", tanya murobbi dengan nada pasrah.

"Sudah deh ustad, ane nggak banyak minta, yang asal-asalan aja", jawab sang ikhwan.

Sang Murobbi pun bengong dibuatnya, "Asal-asalan bagaimana maksud antum?
Antum kan punya hak untuk mengajukan kriteria."

"Maksud ane, asal sholihah, asal cantik, asal kaya, asal hafal Qur’an, asal pintar, dan asal-asalan yang lainnya."

"Pantes aja antum nggak nikah-nikah!", jawab Murobbi dengan penuh keheranan.


BAGIAN EMPAT: AMANAH

[CERITA 16] == Amanah dan Aminah ==

Ini cerita lagi tentang seorang akhi dan berbagai permasalahannya. Ikhwan yang satu ini memang dikenal dalam kelompoknya sebagai seorang aktivis kelas berat di kampusnya. Namanya pun tercatat hampir di setiap struktur organisasi intra atau ekstra kampus yang kredibel baik yang umum maupun yang berbau dakwah. Dan mungkin juga karena kesibukannya tersebut beliau belum berani untuk menyempurnakan separuh diennya walaupun sudah beberapa kali di tawari oleh sang ustad. Dan suatu kali akhi kita ini datang terlambat dalam pertemuan rutin mingguannya di rumah ustad, suatu hal yang jarang terjadi karena sang akhi termasuk yang selalu "harisun ala waqtihi". Sang Ustadpun bertanya penuh selidik,

"Baru kali ini antum terlambat, ada masalah apa di kampus, atau di DPC mungkin?"

"Ah enggak ustad, afwan nih, biasa anak-anak LDK bikin dauroh rekrumen dan tadi habis Ashar ane diamanahi untuk ngisi, dan afwan juga ustad, nanti mungkin ane izin pulang lebih dulu, karena ada amanah juga ngisi anak-anak Remaja Masjid di dekat kost ane."

"Akhi, antum tahu nggak kelemahan antum selama ini...?"

"Enggak tahu Ustad".

"Antum ini terlalu punya banyak amanah tapi tidak satupun Aminah yang antum punya, jadinya ya seperti itu lah..."

Al Akh yang satu inipun tertunduk tersipu-sipu, sudah bujangan diledek lagi. Sementara para ikhwan yang lain yang semuanya sudah berkeluarga, tertawa ringan penuh kemenangan.


[CERITA 17] == Wasiat Tambahan Imam Al-Banna ==

Percepatan dan perluasan dakwah yang melanda Indonesia sejak 4 tahun terakhir ini menimbulkan banyak perubahan dan tuntutan-tuntutan bagi seorang da’i. Pekerjaan-pekerjaan dakwah yang kian beragam mulai menjangkau semua wilayah dakwah, dari mulai pendidikan, ekonomi sampai politik. Dan semua itu melahirkan konsekuensi bagi seorang da’i untuk mampu mengatur waktunya yang terasa kian sempit dipenuhi beban-beban dakwah. Ada kalanya seorang aktifis harus pergi pagi dan pulang sampai larut malam untuk sebuah kegiatan dakwah. Fenomena yang terjadi kemudian adalah banyaknya aktivis dakwah kita yang merubah atau mengganti jam tidurnya. Sebagian dari ikhwah kitapun terpaksa terbiasa tidur setelah sholat Subuh, sebelum memulai pekerjaan barunya. Dan ini bisa merupakan masalah besar ketika menjadi sebuah kebiasaan bagi seorang aktivis. Akhirnya dari kenyataan tersebut muncul sebuah anekdot yang pernah dilontarkan seorang ikhwan,
.
"Kalau saja Imam Hasan Al-Banna mengetahui keadaan ikhwah kita sekarang, mungkin beliau akan menambahkan sebuah wasiat lagi dalam sepuluh wasiatnya yang terdahulu, yaitu wasiat untuk tidak tidur lagi setelah sholat Shubuh!"


BAGIAN LIMA: MENIKAH

[CERITA 18] == Fatwa Menikah ==

Suatu sore di akhir Ramadhan, beberapa orang ikhwah tampak sedang bercengkrama di teras masjid Nurul Ilmi, sambil menunggu waktu berbuka puasa. Mereka semua adalah para peserta I’tikaf Ramadhan yang datang dari tempat yang berbeda-beda. Dan mereka kini terlibat pembicaraan serius tentang kegiatan dakwah di jurusannya masing-masing. Beberapa saat kemudian datang seorang Ikhwah dengan tergesa-gesa, membawa suatu kabar.

"Assalamualaikum wr wb, Ikhwan semua, antum sudah dengar belum ada fatwa terbaru dari Dewan Syariah, baru keluar pagi tadi lho!"

Dengan serempak mereka menjawab,

"Waalaikum salam, fatwa terbaru tentang apa akhi?"

"Tentang Menikah!"

"Menikah? apa saja isi fatwa tersebut?"

"Isinya cuma satu pasal tapi penting, bahwa mulai sekarang seorang Ikhwan tidak boleh menikah dengan akhwat satu kampus."

Semua ikhwah yang mendengar terkejut, dan saling memberi komentar satu sama lain.

"Apa alasannya akhi, khan tidak melanggar syar’i?"

"Kok bisa begitu, lalu bagaimana sama yang sudah berproses, langsung dibatalkan ya?"

"Ane kira ini untuk kepentingan perluasan dakwah juga"

"Kalau ane sih milih sami’na wa a’thona saja"

Setelah beberapa saat terjadi tukar pendapat satu sama lain, akhirnya sang Akhi yang datang bawa kabar tersebut dengan mimik serius menjelaskan,

"Tenang Akhi... fatwa tersebut memang harus didukung dan ada dalilnya kok, bukankah Syariah Islam membatasi seorang Ikhwan untuk menikah hanya sampai dengan empat orang akhwat, maka bagaimana mungkin seorang ikhwah mau menikah dengan �akhwat satu kampus yang jumlahnya ratusan...!"


[CERITA 19] == Kartu Undangan Walimah ==

Pernikahan para aktivis dakwah memang selalu unik, banyak kisah dan ibroh yang kita dapatkan. Semuanya menjadi hal yang selalu diperbincangkan oleh masyarakat awam. Dari mulai hijab dan pemisahan tempat duduk para tamu undangan, nasyid yang disajikan, sampai disembunyikannya pengantin perempuan. Hal-hal seperti itu kadang membikin banyak pertanyaan besar di pandangan masyarakat awam, bahkan ada yang sampai menuduh sebagai Islam Jamaah, Islam fundamentalis, Aliran baru dan lain sebagainya. Sampai akhirnya ada juga Ikhwah yang kreatif dengan menuliskan pesan singkat di Kartu Undangan Walimah untuk mengantisipasi hal ini. Mungkin di Kartu Undangan Resepsi yang umum sering kita temui tulisan sebagai berikut:

"Dengan tidak mengurangi rasa hormat kami, alangkah baiknya jika tali asih atau cinderamata yang akan diberikan tidak dalam bentuk barang."

Maka di Kartu Undangan Walimah ala Ikhwan dibuat sedikit perubahan untuk antisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, seperti berikut:

"Dengan tidak mengurangi rasa hormat kami, Resepsi Pernikahan ini akan dilaksanakan sesuai Adab Islam dengan pemisahan tempat duduk antara tamu pria dan wanita."


BAGIAN ENAM: POLIGAMI

[CERITA 20] == Istri yang Cerdik ==

Seorang Akhi baru saja melangsungkan pernikahan dakwahnya dengan seorang akhwat yang sama-sama berjiwa aktivis pula. Minggu-minggu awal pun dilalui dengan penuh ceria, Qiyamul-lail berjamaah, baca Al-Ma’tsurat sama-sama, tabligh akbar bersama bahkan sampai demo dan longmarch pun dilakukan sama-sama. Suatu ketika setelah pulang dari suatu acara seminar bertemakan Poligami, pasangan ini terlibat dalam pembicaraan serius,

"Bagaimana Mi, pendapat Ummi tentang poligami secara umum?"

"Abi, secara umum poligami tidak ada nilai buruknya sebagaimana yang digemborkan banyak orang, bahkan itu merupakan solusi satu-satunya lho."

"solusi bagaimana maksud Ummi?"

"Maksudnya, coba deh abi lihat, berapa perbandingan jumlah ikhwan dan akhwat, di Bandung aja lebih dari 1:7, kalau semuanya dapat satu-satu, maka bagaimana nasib yang tiga lainnya?"

"Kalo Ummi sudah paham, bagaimana kalo kita yang memulai?"

"Maksud Abi bagaimana?"

"Abi mau poligami, tapi yang cariin calonnya ummi saja ya!"

"Apaaa..! abi mau poligami???"

"Ya dong, khan Ummi sendiri yang bilang tadi, ingat ini juga sunnah Nabi Muhammad SAW lho.."

"Wah! kalo begitu abi salah menafsirkan Siroh Nabawiyah, khan Rasul berpoligami setelah istri pertamanya Khadijah ra, meninggal.

Nah! Jadi abi boleh menikah poligami sampai empat pun boleh, asal setelah Ummi, istri pertama Abi ini, meninggal, OK ?"

"Ini pasti Murobbiyah ya yang ngajarin...?", balas sang abi.

Sang istri pun tersenyum manja penuh kemenangan.

[CERITA 21] == Perbandingan Jumlah ==

Setiap kali tema Poligami dibicarakan, pasti dihubungkan dengan perbandingan jumlah kader ikhwan dan akhwat. Masalah keterpautan yang cukup jauh ini memang cenderung mengkhawatirkan banyak kalangan. Dan juga perbandingan di suatu daerah tidak sama dengan daerah yang lain. Di Bandung ada yang mengatakan 1:7, sumber lain menyebutkan angka 1:13, sementara di Solo, Malang dan kota-kota mahasiswa yang lainnya pun menyebutkan angka perbandingan yang hampir sama. Akan tetapi di daerah pinggiran ataupun luar jawa yang terjadi mungkin sebaliknya, jumlah ikhwan lebih banyak dari jumlah akhwatnya. Memang secara realita dapat kita lihat secara jelas ketika ada acara aksi-aksi demo dan lain sebagainya, bahwa jumlah peserta akhwat pasti cenderung lebih banyak, bahkan kadang mencolok. Tapi realita seperti ini kadang masih bisa dibantah. Salah seorang ikhwan kita mencoba menganalisa hal ini dengan lebih obyektif,

"Adalah suatu kekeliruan ketika kita melebih-lebihkan perbandingan jumlah kader ikhwan dan akhwat, hanya dengan melihat sekilas dalam suatu acara-acara demonstrasi dan sebagainya. Banyak perhitungan yang mengatakan jumlah akhwat jauh lebih banyak karena secara performance, sosok akhwat memang lebih mudah dihitung dan dideteksi dengan melihat Jilbab Panjangnya, dan deteksi ini tidak berlaku bagi kalangan ikhwan. Kalau kita menghitung jumlah ikhwan hanya dengan melihat baju kokonya, atau jenggot tipisnya, maka kita hanya akan mendapatkan jumlah yang sangat kecil. Performance seorang ikhwan tidak bisa dibatasi dengan baju koko dan jenggot saja. Berapa banyak sosok ikhwan yang kita kenal adalah orang-orang yang berpenampilan paling sporty, paling modis, funky dan ada juga yang berambut panjang. Kalau saja kita menggunakan hitungan dengan memperhatikan sisi yang lebih luas seperti ini, kemungkinan besar akan kita dapatkan perbandingan jumlah yang lebih seimbang antara ikhwan dan akhwat!!!"


Sumber : Nyontek dari Blog Tetangga...*___*

Minggu, 01 Agustus 2010

GuGus 34 (KPSPP PNJ 2006)








Kangen saat2 KPSPP bersama Xan..
Selama 4 hari berturut2,, merasakan suka dan duka bersama Xan semua...
Banyak pengalaman dan pembelajaran yang didapat bersama Xan...
Apalagi PJG qt yang gokil, lucu, dan kocak abis,, walaupun dy sedikit galak dengan qt semua..
Kak Robby Fahlevi (Mesin PNJ 2005)..
Hwaaaaa.. kangeeenn dengan suasana itu..
terakhir kali nya qt kumpul bareng di WS Margonda saat acara Buka Puasa Bersama tahun 2008.....
Tapi sekarang Xan udah punya kesibukan masing2,,,
kapan ya, qt bisa kumpul bareng lagi.....
T.T
Selamanya,, aq akan mengingat Xan semua..
GuGus 34....
^____^

Aku dan Dia....^___^






Apapun yang terjdi, Rini akan tetep sayang sm endang....
Dan rini berharap, persahabatan Qt ini bisa dilanjutkan smp di akhirat nanti...
Rini berharap, imam rini nanti bisa nerima endang sbg sahabat rini. Begitu jg dgn imam endang, bisa nerima rini sbg sahabat endang...
LuV U Full Cz Allah....
^^

Selasa, 27 Juli 2010

40 Fakta Unik Tentang Islam



Sebagian orang masih banyak yang meragukan tentang kebenaran agama islam ini, tak kecuali adalah mereka yang telah mengaku sebagai muslim. Makanya perlu kita ketahui bahwa Islam adalah agama yang hak dengan beberapa fakta dibawah ini :


1. Nama “Muhammad” adalah nama yang paling populer di seluruh dunia (walaupun salah mahomed..mohammed..dll) dan menempati urutan nomor dua di negara Inggris untuk nama bayi laki-laki ( urutan pertama ditempati oleh nama ‘Jack’ )

2. Albania merupakan negara satu-satunya di benua Eropa yang 90% penduduknya beragama Islam



3. Kata-kata berikut ini diserap dari bahasa Arab : Algebra, Zero, Cotton, Sofa, Rice, Candy, Safron, Balcony, bahkan ‘Alcohol’ juga berasal dari bahasa Arab, Al-Kuhl, yang mempunyai arti bubuk

4. Beberapa ayat di dalam Al-Qur’an menggambarkan pentingnya persamaan hak antara pria dan wanita ( secara perhitungan matematik ). Kata “Pria” dan “Wanita” di dalam Al-Qur’an sama-sama berjumlah 24

5. Tidak ada apa-apa di dalam Ka’bah

6. Islam merupakan agama yang pertumbuhannya paling cepat di dunia menurut banyak sumber, diperkirakan akan menjadi agama nomor 1 pada tahun 2030

7. Umat Hindu percaya bahwa di dalam Ka’Bah ada salah satu dari Tuhan mereka yang bernama ‘Shiva Lingam‘

8. Nabi Muhammad SAW melaksanakan ibadah haji hanya 2 kali dalam hidupnya

9. Jikalau sekarang Al-Qur’an dihancurkan, maka versi arab dari Al-Qur’an akan segera di-recover oleh jutaan muslim, yang disebut Huffaz yang telah menghafalkan kata-kata di dalam Al-Qur’an dari mulai awal sampai dengan akhir ayat.

10. Nama original dari kota suci Madinah adalah “Yasthrib"

11. pemeluk Islam bertambah 2,9% per tahun. Pertumbuhan ini lebih cepat dibandingkan dengan pertumbuhan jumlah penduduk bumi sendiri yang hanya 2,3% per tahun.

12. Berdasarkan data dari Departmen Pertahanan Amerika Serikat. Dari 1,4 juta prajurit di militer Amerika, diperkirakan ada sekitar 3.700 yang beragama Islam ( Muslim ).

13. islam menyebar ke bumi nusantara ketika Nabi Muhammad masi hidup

14. Sebanyak 8 juta orang Muslim yang kini ada di AS dan 20.000 orang AS masuk Islam setiap tahun setelah peristiwa 9/11

15. Jasad Nabi Muhammad pernah ingin dicuri 2 kali, namun kedua2nya gagal dan salah satu yang mencuri dihilangkan oleh Allah dari bumi

16. Jasad Firaun (Ramses II) yang tenggelam di laut merah, Baru ditemukan
oleh arkeolog Giovanni Battista Belzoni tahun 1817. setelah 3000 tahun berada di bawah tanah dan pasir

17. Al Qur’an adalah satu-satunya kitab suci yang bisa dihafal jutaan manusia (Hafidz/penghafal Al Qur’an) sehingga keaslian/kesuciannya selalu terjaga.

18. Jika agama lain bisa punya lebih dari 4 versi kitab suci yang berbeda satu dengan lainnya, maka Al Qur’an hanya ada satu dan tak ada pertentangan di dalamnya:

19. Para astronot telah menemukan bahwa planet Bumi itu mengeluarkan semacam radiasi yang berpusat di kota Mekah, tepatnya berasal dari Ka’Bah. Yang mengejutkan adalah radiasi tersebut bersifat infinite ( tidak berujung ), radiasi tersebut menembus planet mars dan masih berlanjut. peneliti mempercayai bahwa radiasi ini memiliki karakteristik dan menghubungkan antara Ka’Bah di di planet Bumi dengan Ka’bah di alam akhirat.
Spoiler for sumber:
http://www.indomp3z.us/archive/index.php/t-88731.html

20. Penelitian lainnya mengungkapkan bahwa batu Hajar Aswad merupakan batu tertua di dunia dan juga bisa mengambang di air.

21. Shalat yang pertama dilakukan oleh Rasulallah Saw menghadap Masjidil Haram adalah shalat Ashar bersama para sahabat, setelah sebelumnya berkiblat ke Masjidil Baitul Maqdis selama enam belas bulan.

22. IBRAHIM adalah "Bapak" dari tiga agama besar, yakni "Judaisme", "Nasrani", dan "Islam".

23. Malaikat tidak terhitung jumlahnya dan hanya Allah yang mengetahuinya.

24. Islam, berarti "submisi" atau "menyerah" kepada satu Tuhan, Allah. "Islam" juga berasal dari kata "salam", "perdamaian" dan yang kedua dalam arti "berserah diri". demikian, arti dari "Islam" adalah "kedamaian yang sempurna yang datang bila kita hidup berserah diri kepada Allah".

25. Rasulullah pernah membelah bulan menjadi 2 bagian, dengan hanya menunjuk bulan dengan jarinya. diabadikan Allah dalam al-Qur'an surah Al-Qamar ayat 1: "Sungguh telah dekat hari qiamat, dan bulan pun telah terbelah."

26. sebelum Nabi Ibrahim menginjakkan kakinya ke tanah Makkah sudah ada bangunan Ka'bah yang telah dibangun oleh malaikat dan generasi
sebelum Nabi Ibrahim as. Hal itu dapat dipahami dari kata "Yarfa'u" meninggikan berarti meninggikan bangunan yang sudah ada.
sumber : http://www.acehforum.or.id/sejarah-p...ah-t17975.html

27. Aliran sesat di Indonesia dalam rentangan waktu selama 6 tahun saja (2001 – 2006) telah mencapai angka 250 aliran.

28. Rasulullah menyebutkan ada 73 golongan dalam islam, dan hanya 1 yang akan masuk jannah yaitu "Al Jama’ah".

29. Nabi Muhammad tidak bisa membaca dan tidak bisa menulis, namun ingatannya sangat kuat dan sangat cerdas.

30. kata2 terakhir Nabi Muhammad sebelum wafat adalah "Ummatii … ummatii … ummatii" yang mengungkapkan betapa besar cintanya kepada umatnya.

31. Selama 23 kali perang semasa Rasulullah memimpin, hanya sekali kekalahan yang di derita kaum muslimin, yakni, perang uhud

32. Musa A.S adalah nama yang paling sering disebut dalam Al-Qur'an, sedangkan maryam adalah satu2nya nama perempuan yang disebut dalam Al-Qur'an.

33. Al-Qur'an adalah buku terlaris di benua eropa.

34. Semua anak Nabi Muhammad, yakni, Al-Qasim,Abdullah dan Ibrahim, meninggal kurang lebih pada usia 2 tahun. Allah sengaja memanggil mereka lebih awal agar kaum muslimin tidak mengangkat mereka menjadi rasul yang baru.

35. Imam Ali bin Abi Thalib adalah satu-satunya orang yang pernah lahir di dalam Ka’bah.

36. Hajar Aswad itu diturunkan dari surga, warnanya lebih putih daripada susu, dan dosa-dosa anak cucu Adamlah yang menjadikannya hitam.

37. Al Khowarizmi (matematika), Jabir Ibn Hayyan (kimia), Ibnu Khaldun (sosiologi dan sejarah), Ibnu Sina (kedokteran), Ar Razi (kedokteran), Al Biruni (fisika), Ibnu Batutah (antropologi) adalah contoh dari ratusan cendikiawan muslim yang menjadi rujukan dalam ilmu pengetahuan modern.

38. Hijir Ismail ini dahulu merupakan tempat tinggal Nabi Ismail, disitulah Nabi Ismail tinggal semasa hidupnya dan kemudian menjadi kuburan beliau dan juga ibunya.

39. Maqom Ibrahim bukanlah kuburan Nabi Ibrahim sebagaimana dugaan atau pendapat sebagian orang. Maqom Ibrahim adalah batu pijakan pada saat Nabi Ibrahim membangun Ka'bah.

40. pasukan Salib datang ke Timur ketika Khalifah Bani Abbas berada dalam masa kemunduran. Tak diduga, banyak anggota pasukan Salib tertarik kepada Islam dan kemudian menggabungkan diri dengan pasukan Salib lainnya. Thomas Arnold, dalam Al Da'wah ila Al Islam, menyebutkan bahwa mereka masuk Islam setelah melihat kepahlawanan Salahuddin sebagai cerminan ajaran Islam.


sumber:google.co.id

Ketika perpecahan keluarga menjadi tontonan yang ditunggu dalam sebuah episode infotainment setiap hari.

Ketika aib seseorang ditunggu-tunggu ribuan mata bahkan jutaan dalam berita-berita media massa.

Ketika seorang celebritis dengan bangga m...enjadikan kehamilannya di luar pernikahan yang sah sebagai ajang sensasei yang ditunggu-tunggu ...’siapa calon bapak si jabang bayi?’...

Ada khabar yang lebih menghebohkan, lagi-lagi seorang celebrities yang belum resmi berpisah dengan suaminya, tanpa rasa malu berlibur, berjalan bersama pria lain, dan dengan mudahnya mengolok-olok suaminya.

Wuiih......mungkin kita bisa berkata ya wajarlah artis, kehidupannya ya seperti itu, penuh sensasi.Kalau perlu dari mulai bangun tidur sampai tidur lagi, aktivitasnya diberitakan dan dinikmati oleh publik.

Wuiiih......ternyata sekarang bukan hanya artis yang bisa seperti itu, sadar atau tidak, ribuan orang sekarang sedang menikmati aktivitasnya apapun diketahui orang, dikomentarin orang bahkan mohon maaf ....’dilecehkan’ orang, dan herannya perasaan yang didapat adalah kesenangan.

Fenomena itu bernama facebook, setiap saat para facebooker meng update statusnya agar bisa dinikmati dan dikomentarin lainnya. Lupa atau sengaja hal-hal yang semestinya menjadi konsumsi internal keluarga, menjadi kebanggaan di statusnya. Lihat saja beberapa status facebook :

Seorang wanita menuliskan “Hujan-hujan malam-malam sendirian, enaknya ngapain ya.....?”------kemudian puluhan komen bermunculan dari lelaki dan perempuan, bahkan seorang lelaki temannya menuliskan “mau ditemanin? Dijamin puas deh...”

Seorang wanita lainnya menuliskan “ Bangun tidur, badan sakit semua, biasa....habis malam jumat ya begini...:” kemudian komen2 nakal bermunculan...

Ada yang menulis “ bete nih di rumah terus, mana misua jauh lagi....”, ----kemudian komen2 pelecehan bermunculan.

Ada pula yang komen di wall temannya “ eeeh ini si anu ya ...., yang dulu dekat dengan si itu khan? Aduuh dicariin tuh sama si itu....” ----lupa klu si anu sudah punya suami dan anak-anak yang manis.

Yang laki-laki tidak kalah hebat menulis statusnya “habis minum jamu nih...., ada yang mau menerima tantangan ?’----langsung berpuluh2 komen datang.

Ada yang hanya menuliskan, “lagi bokek, kagak punya duit...”

Ada juga yang nulis “ mau tidur nih, panas banget...bakal tidur pake dalaman lagi nih” .

Dan ribuan status-status yang numpang beken dan pengin ada komen-komen dari lainnya.

Dan itu sadar atau tidak sadar dinikmati oleh indera kita, mata kita, telinga kita, bahkan pikiran kita.

Ada yang lebih kejam dari sekedar status facebook, dan herannya seakan hilang rasa empati dan sensitifitas dari tiap diri terhadap hal-hal yang semestinya di tutup dan tidak perlu di tampilkan.

Seorang wanita dengan nada guyon mengomentarin foto yang baru sj di upload di albumnya, foto-foto saat SMA dulu setelah berolah raga memakai kaos dan celana pendek.....padahal sebagian besar yg didalam foto tersebut sudah berjilbab

Ada seorang karyawati mengupload foto temannya yang sekarang sudah berubah dari kehidupan jahiliyah menjadi kehidupan islami, foto saat dulu jahiliyah bersama teman2 prianya bergandengan dengan ceria....

Ada pula seorang pria meng upload foto seorang wanita mantan kekasihnya dulu yang sedang dalam kondisi sangat seronok padahal kini sang wanita telah berkeluarga dan hidup dengan tenang.

Rasanya hilang apa yang diajarkan seseorang yang sangat dicintai Allah...., yaitu Muhammad SAW, Rasulullah kepada umatnya. Seseorang yang sangat menjaga kemuliaan dirinya dan keluarganya. Ingatkah ketika Rasulullah bertanya pada Aisyah r.ha

“ Wahai Aisyah apa yang dapat saya makan pagi ini?” maka Istri tercinta, sang humairah, sang pipi merah Aisyah menjawab “ Rasul, kekasih hatiku, sesungguhnya tidak ada yang dapat kita makan pagi ini”. Rasul dengan senyum teduhnya berkata “baiklah Aisyah, aku berpuasa hari ini”. Tidak perlu orang tahu bahwa tidak ada makanan di rumah rasulullah....

Ingatlah Abdurahman bin Auf r.a mengikuti Rasulullah berhijrah dari mekah ke madinah, ketika saudaranya menawarkannya sebagian hartanya, dan sebagian rumahnya,

maka abdurahman bin auf mengatakan, tunjukan saja saya pasar. Kekurangannya tidak membuat beliau kehilangan kemuliaan hidupnya. Bahwasanya kehormatan menjadi salah satu indikator keimanan seseorang, sebagaimana Rasulullah, bersabda, “Malu itu sebahagian dari iman”. (Bukhari dan Muslim).

Dan fenomena di atas menjadi Tanda Besar buat kita umat Islam, hegemoni ‘kesenangan semu’ dan dibungkus dengan ‘persahabatan fatamorgana’ ditampilkan dengan mudahnya celoteh dan status dalam facebook yang melindas semua tata krama tentang Malu, tentang menjaga Kehormatan Diri dan keluarga.

Dan Rasulullah SAW menegaskan dengan sindiran keras kepada kita

“Apabila kamu tidak malu maka perbuatlah apa yang kamu mau.” (Bukhari).

Arogansi kesenangan semakin menjadi-jadi dengan tanpa merasa bersalah mengungkit kembali aib-aib masa lalu melalui foto-foto yang tidak bermartabat yang semestinya dibuang saja atau disimpan rapat.

Bagi mereka para wanita yang menemukan jati dirinya, dibukakan cahayanya oleh Allah sehingga saat di masa lalu jauh dari Allah kemudian ter inqilabiyah – tershibghoh, tercelup dan terwarnai cahaya ilahiyah, hatinya teriris melihat masa lalunya dibuka dengan penuh senyuman, oleh orang yang mengaku sebagai teman, sebagai sahabat.

Maka jagalah kehormatan diri, jangan tampakkan lagi aib-aib masa lalu, mudah-mudahan Allah menjaga aib-aib kita.

Maka jagalah kehormatan diri kita, simpan rapat keluh kesah kita, simpan rapat aib-aib diri, jangan bebaskan ‘kesenangan’, ‘gurauan’ membuat Iffah kita luntur tak berbekas.