Laman

WELCOME

Rabu, 08 Juni 2011

KEGAGALAN SOFT STORY

Hampir semua bangunan yang rubuh yang kami saksikan mengalami keruntuhan soft story. Buat yang belum tahu, sekedar informasi, istilah soft story menunjuk kepada kondisi keruntuhan gedung (biasanya berlantai lebih dari satu) di mana lantai di bawah lebih "lunak" daripada lantai di atasnya, atau kalau dibalik, lantai di atas lebih "keras" atau kaku dibanding lantai di bawahnya.

Berikut ini adalah gambar beberapa bangunan yang mengalami kegagalan karena pengaruh soft story.

bangunan di atas terpisah dengan ruko di kiri-kanannya


lantai 1 seolah-olah tenggelam ke dalam tanah


kegagalan pada kolom di lantai 1




perhatikan kolom lantai 1...



soft story terjadi di lantai tengah



soft story di lantai 2


Detailing Yang Tidak Tepat
Di dalam perencanaan bangunan tahan gempa, kita harus memahami filosofi keruntuhan sebuah bangunan (khususnya sistem frame/portal). Ada konsep yang dinamakan "strong column weak beam" (SCWB). Konsep ini juga insya Allah akan dibahas lebih jauh di artikel lain. Intinya, pada konsep ini, sesuai namanya, kolom tidak boleh collapse lebih dulu dibandingkan balok. Bicara tentang SCWB berarti bicara tentang beam-column joint, dan bicara tentang joint tidak lepas dari yang namanya detailing. Walopun hitungannya sudah benar, tapi kalo detailingnya ngaco, ya sami mawon a.k.a singkamma ji a.k.a sama saja.

Beberapa gambar di bawah menunjukkan detailing yang kurang tepat.


salah satu sisi Hotel Ambacang

Kami mengunjungi Hotel Ambacang yang banyak diekspos media, dan kami menemukan beberapapetunjuk yang menjelaskan penyebab keruntuhan. Bema-column joint ini misalnya. Kalau dilihat bentang tengah balok kiri, kanan, dan bagian tengah kolom di bawah, betonnya masih oke, tulangannya masih terbungkus aman. Tapi di daerah joint, terjadi collapse. Kurangnya sengkang (ties) di daerah joint bisa menyebabkan keruntuhan ini, buktinya adalah tulangan utama sudah tidak terkekang dan "terlempar" keluar akibat stress yang tinggi yang berasal dari inti beton.

Kasus yang sama terjadi pada beberapa gedung berikut:

Keruntuhan kolom, sengkang tidak cukup kuat

Sengkang yang digunakan pada kolom di atas berukuran sangat kecil. Sepanjang pengetahuan kami, di SNI Beton 2002 disebutkan bahwa diameter minimum untuk tulangan sengkang (lateral) elemen kolom (khususnya dalam memikul beban gempa) adalah 10 mm (boleh polos, sebaiknya ulir).

Pelanggaran yang kedua adalah, menggunakan tulangan polos pada elemen penahan gempa, padahal SNI sudah mengatur untuk menggunakan tulangan ulir untuk semua penulangan (kecuali sengkang boleh polos). Kenapa tulangan polos "diharamkan"? Karena mekanisme lekatannya hanya mengandalkan adhesi dan friksi. Menurut data, kuat lekat ini hanya 10% dari lekatan tulangan ulir dengan diameter yang sama. Pada saat gempa, di mana gaya gempa bekeja bolak-balik, gaya lekatan tulangan polos akan menurun drastis, bahkan bisa hilang (loss) kontak dengan beton, akibatnya sendi plastis yang diharapkan terjadi pada balok tidak akan terjadi.


keruntuhan pada kolom, sengkang kecil dan kurang, tulangan polos



tulangan utama tidak "diikat" dengan baik oleh sengkang

C. Dinding Bata Juga Mendisipasi Energi??

dinding rubuh

Walopun dinding di atas cuma dinding pembatas dua lahan, tapi bisa dibayangkan jika dinding tersebut jatuh menimpa orang di sebelahnya. Kesalahan fatal dinding tersebut adalah, tidak ada struktur yang cukup untuk menahan dinding tersebut terhadap arah lateral.


Gambar di atas, sebenarnya dinding bata sudah dikekang dengan baik, tapi ikatannya terhadap beton kurang begitu kuat sehingga batanya sudah tidak mampu mendisipasi energi gempa. Struktur betonnya sendiri masih utuh, hanya beberapa lapisan finishing yang terlepas.


Dinding di Hotel Bumi Minang

Sementara gambar di atas, dinding batanya ikut mendisipasi energi gempa dan tidak ambruk. Walopun sudah porak-poranda, tapi dinding tersebut masih "menempel" pada struktur utama.


Mutu Beton Yang Kurang Baik



Beton hancur sementara kolom masih berdiri

Pada kolom di atas, tulangan masih terpasang dengan rapi. Sengkang tidak terlepas, tulangan utama tidak "berhamburan", tapi justru inti betonnya yang hancur lebur. Ini menandakan kualitas beton yang terpasang kurang baik.

Keruntuhan Bangunan Baja

Salah satu bangunan struktur baja yang ambruk

Bangunan di atas adalah bangunan hotel yang mempunyai struktur rangka baja.

Tanah bergeser

Di sekitar bangunan tersebut, ada lapisan tanah yang bergeser. Bisa jadi pemicu keruntuhan tersebut adalah bergesernya lapisan tanah yang mungkin membuat (sebagian) pondasi ikut bergeser, sehingga struktur di atasnya terganggu keseimbangan maupun kestabilannya.


Sambungan balok yang merobek sebagian kolom

-http://wiryanto.wordpress.com/2009/10/26/foto-foto-gempa-di-padang/-

TUKANG INSINYUR KELAS 1

Beberapa hari yang lalu, saya membaca tulisan salah satu "master" structural engineering di sini, saya terpaku pada ungkapan "Tukang Kelas 1 versus Engineer". Menarik, dan memang sering dijumpai dalam dunia konstruksi sehari-hari.

Sama seperti beberapa waktu lalu, kami melakukan pengawasan sebuah pekerjaan atap baja di sebuah proyek yang kebetulan perusahaan kami sendiri yang melakukan desain struktur untuk keseluruhan bangunan termasuk atap. Kebetulan jenis atapnya adalah truss. Ada sebagian atap yang sudah jadi, tapi sebagian besar belum difabrikasi.

Sebagai catatan, pelaksana pekerjaan baja tersebut boleh saya katakan (maaf) abal-abal, walaupun menurut pengakuan rekannya, si empunya sudah sangat berpengalaman dalam melakukan pekerjaan konstruksi baja. Memang sih, saya bisa menebak dari istilah-istilah yang beliau gunakan sewaktu berbincang-bincang. Misalnya, si bapak menggunakan istilah "Cremona" untuk menunjukkan struktur jenis "Truss". Saya agak tersenyum dalam hati (!?), soalnya saya tidak ingat lagi kapan terakhir kali saya mendengar istilah "Cremona" yang sebenarnya merupakan salah satu metoda yang digunakan untuk mencari gaya-gaya dalam pada sistem truss.

Singkat cerita, si bapak akhirnya mengusulkan untuk mengganti profil baja salah satu elemen diagonal truss di situ. Pada gambar rencana, kami tuliskan bahwa elemen tersebut harus menggunakan profil pipa. Tapi si bapak mau menggantinya dengan profil U (UNP) yang berat atau luas penampangnya kira-kira sama dengan profil pipa, dengan alasan kalau mau pake pipa katanya volumenya nanggung, dan lagipula sebagian besar truss yang kami desain memang menggunakan UNP. Intinya sih, mereka tidak mau repot-repot membeli (menyediakan) berbagai jenis profil dan ukuran. Kan lebih enak kalo diseragamkan saja semua.

Trus, saya coba tanya, "memangnya kuat pak, kalo pake UNP?"

Kata si bapak, "Ooh.. yang penting kan luasan penampangnya sama. Lagian saya sudah sering ngerjain yang seperti ini"

Saya tanya lagi, "Trus, taunya kuat ato nggak bagaimana, pak?"

Jawab si bapak,"Lhaa.. itu yang sudah saya bangun nggak ada yang rubuh."

Saya coba komentar, "Nggak ada yang rubuh mungkin karena kebetulan, pak. Lagipula bapak nggak bisa mengganti profil baja seenaknya. Saya sih bisa nggak masalah, saya tinggal buat catatan aja kalo bapak tidak mengikuti gambar rencana. Jadi, kalau nanti ada masalah misalnya atapnya rubuh, saya tinggal panggil bapak. Masalah kuat atau nggak kuat, saya nggak berani ngomong di sini. Saya harus buktikan lewat analisis dan hitungan. Lagipula ada alasannya kenapa kami pakai pipa dibanding profil lain. Batang yang diagonal yang itu dominan mengalami tekan. Kalau pakai pipa, kekauannya sama ke segala arah, tidak ada sumbu lemah sumbu kuat, sehingga tekuk lateral bisa dihindari. Kalau pake UNP, waktu mengalami tekan, dia bisa bengkok ke arah sumbu lemahnya, walaupun luas penampangnya sama dengan pipa sebelumnya."

Bapak itu cuma senyum-senyum. Sekilas tersirat ada rasa "tidak mau menerima" penjelasan saya. Memang sih beliau jauh lebih tua dari saya, saya perkirakan ada selisih 15-20 tahun antara saya dengan bapak itu.

Saya juga tidak meragukan pengalaman si bapak. Tidak sedikit "improvisasi" yang dia lakukan di lapangan, seperti mengubah sambungan baut menjadi las, atau sebaliknya, menambah pelat-pelat pengaku karena "merasa" tidak aman dengan detail yang kami berikan.

Kondisi itu tentu saja sedikit merepotkan kami, karena kami harus memastikan bahwa yang mereka lakukan masih masuk batas toleransi, masih bisa dipertanggungjawabkan secara teknis (bukan sekedar pengalaman).

Kami, meskipun masih dalam hitungan tahun dalam melakukan desain, sangat jarang mengandalkan pengalaman. Misalnya saja mendesain balok beton. Tak terhitung sudah ratusan kali kami melakukan desain balok beton, tapi tetap saja kami harus menghitung, tidak pakai kata "biasanya". Alasannya: setiap bangunan punya karakteristik yang berbeda-beda, kondisi pembebanan, luas tributari, kondisi lingkungan, mutu material, metode pelaksanaan, perilaku bangunan keseluruhan, dan lain-lain. Atap dak beton tentu beda dengan lantai beton. Atap dak terkespos oleh hujan, otomatis dibutuhkan selimut beton yang lebih besar agar air tidak bisa merembes ke dalam besi tulangan. Dan masih banyak contoh lainnya.

Beberapa hari kemudian, saya melakukan kunjungan lagi ke lokasi. Saya tidak ketemu lagi dengan bapak si tukang baja. Tapi, saya melihat ada tumpukan batang-batang pipa baja di salah satu sudut lokasi proyek. Hmmm.. saya nggak tau apakah si bapak sudah coba-coba menghitung juga, atau... yaaa.. mungkin si bapak nggak mau pusing-pusing nantinya. Hehe..

Pengalaman itu adalah satu dari berbagai pengalaman yang saya yakin bukan hanya saya yang mengalami, tapi hampir sebagian besar yang mengaku sebagai "engineer" pernah mengalami hal yang serupa. Yah.. walaupun demikian, banyak juga ilmu yang bisa kita curi dari para "Tukang Kelas 1" yang sudah kaya akan pengalaman tersebut. Tidak mustahil, perpaduan pengalaman mereka dan apa yang kita miliki bisa melahirkan seorang "Tukang Insinyur Kelas 1". Saya punya rekan seorang engineer yang pengalamannya sudah jauh di atas saya. Dan beliau tetap selalu mengutamakan check dan analisis sebelum mengeluarkan pernyataan "kuat" atau "tidak", walaupun itu cuma sekedar mengecek konstruksi rumah 2 lantai.

Kalau boleh saya simpulkan, para Tukang Kelas I menyatakan suatu bangunan atau komponen struktur itu kuat jika belum ada riwayat dan pengalaman keruntuhan yang mereka alami. Sementara para engineer menyatakan kekuatan suatu bangunan sebagai perbandingan antara kemampuan menahan beban versus besarnya beban maksimal yang mungkin diterima oleh bangunan tersebut. Menurut anda? []

KOMENTAR
1. "Saya sih bisa nggak masalah, saya tinggal buat catatan aja kalo bapak tidak mengikuti gambar rencana. Jadi, kalau nanti ada masalah misalnya atapnya rubuh, saya tinggal panggil bapak."

ngga bisa gitu, apalagi cman lisan aja bisa berabe kalo nunggu rubuh gitu gmna dgn yg didalam?? mendingan dicheck ulang. kalo menurut anda ok ya approved dan sebaliknya, itu khan memang tugas konsultan/pengawas kao ngga gitu trus scope of works nya ngapain aja ngga jelas.

Syarat struktur bukan hanya kekuatan, stabilitas, kekakuan dll (strength) saja namun juga perlu meninjau sisi ekonomis, kemudahan pelaksanaan, ketersediaan SDA/SDM lingkungan lokasi pekerjaan dll (reliability). Kalo sekedar kuat menara eifell yg didesain awal thun 1900-an aja masih survive setelah hampir 100thn ini, dan terkesan kokoh banyak yg bilang begitu. namun saya belum pernah dengar berapa angka amannya SF thd smua beban yg mungkin. ada link??

UNP bisa jadi lebih kuat kalo dibuat tidur (strong axis in out of plane global buckling modes) dibanding pipa dgn luasan sebanding. Penampang tertutup (pipe/hollow) lebih cenderung efektif terhadap puntir dibanding kasus diatas.

2. Untuk proyek skala menengah dengan manajemen proyek yang "apa adanya", tidak terorganisir dengan baik, apalagi ditambah dengan owner bertangan dingin dan sedikit kurang menghargai profesionalisme, biasanya konsultan/pengawas dituntuk lebih kreatif dan lebih banyak inisiatif dalam memonitor.
Sementara kontraktor 100% tunduk dan patuh kepada kemauan owner. Sehingga kadang-kadang fungsi konslutan sebagai advisor tidak optimal, kalah dengan egoisme dan arogansi dari owner yang kadang lebih mengandalkan pengalaman daripada coret-coretan di atas kertas.
Kami pikir tidak sedikit tipe proyek yang seperti ini..

Di negara kaya seperti daerah timur tengah sana, faktor cost untuk struktur sepertinya sudah dicoret. Mereka rela membuat konstruksi dengan safety faktor yang berlebihan terutama untuk gedung-gedung mewah di sana. Ini berdasarkan cerita pengalaman salah satu rekan di sana. Tapi memang wajar, kalo dibandingkan dengan cost untuk arsitektur, interior, landscape, dan teknologi-teknologi canggih pendukung gedung tersebut, ongkos struktur memang masih kecil.
Kami malah mikir, "kalo gitu, nggak ada seninya lagi dong".. masih lebih hebat engineer di Indonesia.

Hehe, mengenai bangunan monumental, di Indonesia ada sebuah konstruksi yang secara kasat mata terlihat tidak stabil, agak riskan, bikin khawatir bagi beberapa orang awam. Bangunan itu adalah Patung Pancoran Sudah beberapa komentar orang yang kami dengar yang mempertanyakan kondisi patung tersebut. Malah sebuah komentar menarik berkata bahwa patung itu sudah tua, sebentar lagi akan rubuh, apalagi di sekitanya banyak bangunan-bangunan tinggi dan jalan layang yang sepertinya mempengaruhi patung tersebut. Kami hanya bisa tersenyum, dan mengagumi karya "cerdas" tersebut. Kami hanya bisa berkata, seandainya mereka menggali pondasi patung itu, mereka akan tau rahasianya.

Eh.. baru saja terlintas sebuah quote yang menarik:
Seorang Tukang Kelas 1 sangat pandai membuat konstruksi yang terlihat kokoh walaupun belum tentu sekokoh yang dibayangkan.
Seorang engineer bisa membuat konstruksi yang terlihat tidak kuat dan kelihatan labil, padahal sebenarnya konstruksi itu lebih kuat dari yang dibayangkan.

Bukannya mau mendiskreditkan para Tukang. Kami cuma khawatir dengan kejadian beberapa tahun terakhir yang seolah-olah sebagai seleksi alam terhadap bangunan-bangunan di Indonesia, mana yang "well-engineered" building, "semi-engineered" building, atau "just-do-it" building.

Anyway..., dalam kasus yang kami ceritakan di atas, akhirnya si kontraktor mau mengikuti desain kami yang menggunakan pipa.

3. sya jadi inget bbrpa tahun yg lalu sya berdebat ttg suatu pengajuan desain dari kontraktor bumn. sya ngga approved 'coz idealisasi pemodelan struktur ngga sesuai. dia komplain, dan bawa nama jargonnya dari universitas ternama di surabaya. project tetap berjalan ngikutin desainnya, ya memang disini (endo) posisi konsultan kurang sya. karena kesal dan jaga diri, dibuatlah surat teguran resmi ke kacab mempersiapkan jika suatu saat terjadi sesuatu dgn struktur tsb.

kalo masalah tukang itung, saya malah lebih merasa beruntung bertemunya. sya akan tanya bangunan dimana, konfigurasi gimana, gbr for con. sya minta copy nya buat liat dan orat2oret plus klak-klik yah cari tau. bila sempat malah berkunjung liat langsung bangunannya. kalo ternyata ngga sesuai antara itungan sya dgn kenyataan pastinya sya bakalan bertanya2 pd diri sendiri ada yg ngga sesuai dgn asumsi dan prediksi sya. ini kenapa?? karena asumsi adalah idealisasi pemodelan matematis struktur dan pada desain semua rumus diturunkan dari penilitian di labs yg sudah di benchmark.

mengenai sf yg digede2in sya kurang setuju oom influences ku bukan timur dan juga melihat local code phi_shear dari yg tadinya 0.6 (SNI-91) sekarang malah lebih berani jadi 0.75(SNI-02)

4. wuih.. ini baru yang namanya engineer.
Benar kan? Saya yakin anda sudah banyak pengalaman dalam bidang ini, tapi untuk urusan justifikasi kekuatan suatu struktur, anda tidak sekedar mengandalkan "perasaan" dan "pengalaman". Anda tentu lebih mengedepankan analisis yang dapat dipertanggungjawabkan.

5. Ketika memainkan search engine google saya membaca "tukang insinyur kelas 1" dan langsung membacanya krn ada rasa penasaran.

Dalam pengalaman kerja saya, dunia konstruksi kita utk kelas menengah ke bawah (pembangunan ruko 2-3 lantai, rumah tinggal 2 lantai, gudang barang dsb yg sejenis), tidak di dominasi oleh kita para engineer.. Sebagian besar masih dikendalikan oleh "Tukang kelas 1" yang tampil dgn kata "pengalaman" wajah tuanya yg terkesan matang dan meremehkan engineer apalagi para pemula (fresh graduate engineer).

Untuk cerita yang pernah Bapak alami, sering saya alami saat pengawasan proyek dan saya selalu berdebat karena berprinsip bahwa pekerjaan harus sesuai dgn shop drawing dan rks2nya terutama pada item pekerjaan strukturnya. Saya tidak pernah memakai kalimat "nanti Bapak yang tanggung jawab" karena para Tukang bisa berlebihan improvisasinya dan mereka tidak mendapat pemahaman/pelarajan yg baik walau pengalaman segudang. Saya selalu berusaha mengajak diskusi mereka, memakai bahasa teknik sederhana yg muda dipahami dan membandingkannya dgn pekerjaan2 pada pengalaman mereka.
Untungnya......metode saya ini masih berhasil sampai sekarang.

Sebagai konsultan (pengawas) kita bertanggung jawab penuh atas pelaksanaan yg berdasarkan shop drawing / rks2nya. nah cara menerjemahkannya dalam interaksi diproyek yah itu melalui metode kita masing2 orang sesuai dengan kondisi yg berlaku.

Intinya yang membedakan kita dengan mereka adalah latar belakang pendidikan, jadi kalo diskusi dan kerjasama dgn mereka biasanya menghasilkan kualitas pekerjaan yg luar biasa dgn metode2 kerja yg praktis.

-http://jurnal.umy.ac.id/index.php/semestateknika.. TY-

Jumat, 20 Mei 2011

6 Alasan Yang Membuat Saya Bangga Terhadap Anggota DPR... (ckckckckckck)

Semua orang punya kesalahan baik disengaja ataupun tidak. Istilahnya tidak ada gading yang tak retak. Begitu pula dengan wakil-wakil kita di DPR. Inilah beberapa alasan yang membuat saya bangga terhadap anggota DPR

1. Mempunyai etos kerja yang tinggi


2.Memiliki kharisma dan berwibawa.


3.Sangat dekat dan mengayomi rakyatnya




4.Berusaha sekuat tenaga untuk “menyelamatkan” uang rakyat.



5.Peka terhadap masalah bangsa.






6.Haus akan informasi dan ilmu pengetahuan

Minggu, 20 Februari 2011

WAHANA PALING EKSTRIM DI DUFAN

Salah satu kawasan wisata yang paling banyak dikunjungi di Indonesia adalah kawasan wisata di Ancol. Dan objek wisatanya yang paling populer tentu saja Dunia Fantasi. Disini pengunjung bisa menikmati wahana bermain yang luar biasa, mulai dari wahana yang nyaman sampai wahana yang menyiksa batin wkwkwk. . .
Berikut ini adalah beberapa wahana mulai dari yang cukup bahaya sampai yang paling berbahaya di Dunia Fantasi :

1. TORNADO



Tornado menurut saya merupakan wahana yang tingkat ekstrimnya masih biasa - biasa saja. Memang pengunjung yang naik wahana ini diputar - putar berkali - kali. Namun tetap saja dengan posisi duduk yang nyaman dan dilengkapi peralatan pengaman yang kuat membuat wahana ini bisa dikategorikan sebagai wahana yang tidak begitu berbahaya.

2. KORA-KORA



Saya menempatkan Kora - kora di posisi yang lebih ekstrim dibandingkan Tornado karena wahana ini bisa dibilang tidak menggunakan pengaman yang lebih ketat. Pengamannnya hanya besi yang anda pegang saat perahu berguncang. Yang lebih berbahaya adalah bila anda duduk di ujung dan ketika perahu berayun ke atas anda mungkin saja anda tersangkut di pohon dan tak bisa turun.


3. HALILINTAR



Halilintar meripakan wahana yang cukup ekstrim walau sebenarnya tidak begitu berbahaya. Di wahana ini anda akan dibawa melesat dengan kecepatan tinggi. Yang paling menantang adalah ketika halilintar melaju berputar 360 derajat. Dibilang berbahaya karena pada kondisi itu ilmu - ilmu yang telah dipelajari sejak SD bisa jatuh ke bawah, belum lagi angin yang kencang yang bisa merusak kerapihan rambut.


4. HISTERIA



Histeria merupakan wahana baru yang cukup ekstrim. DI wahana ini kita akan dilontarkan ke atas dan dijatuhkan dengan percepatan grafitasi. Tidak disarankan membawa dompet dan barang - barang lain soalnya bisa terjatuh. Tidak disarankan pula bagi ibu hamil. Dan kalo abis makan jangan naik wahana ini dulu jika naik bisa - bisa keluar lagi dari mulut.


5. RUMAH MIRING




Rumah miring bisa dibilang lebih ekstrim dibandingkan wahana di atas karena bisa bikin pengunjungnya jadi miring.


6. ISTANA BONEKA



Inilah dia wahana paling ekstrim di dunia fantasi. Bayangkan saja, dengan menaiki perahu anda akan dibawa menuju gua yang gelap. Di sana banyak sekali boneka - boneka yang bergerak sendiri. Disebut bahaya karena sama sekali tak memakai sabuk pengaman ataupun pengaman lainnnya. Bagaimana jika boneka yang bergerak sendiri itu semuanya menyerang pengunjung. Pasti anda tak akan bisa kabur karena anda tak bisa berlari di atas air.

Created By : RAS...
Thx 4 ur Inspiration...
(^_*)

Kamis, 09 Desember 2010

Proses Terjadinya Manusia...

Proses Kejadian Manusia Menurut Islam dan Iptek



Proses Penciptaan Manusia

Penciptaan manusia dan aspek-aspeknya yang luar biasa itu ditegaskan dalam banyak ayat. Beberapa informasi di dalam ayat-ayat ini sedemikian rinci sehingga mustahil bagi orang yang hidup di abad ke-7 untuk mengetahuinya. Beberapa di antaranya sebagai berikut:

1. Manusia tidak diciptakan dari mani yang lengkap, tetapi dari sebagian kecilnya
(spermazoa).

2. Sel kelamin laki-lakilah yang menentukan jenis kelamin bayi.

3. Janin manusia melekat pada rahim sang ibu bagaikan lintah.

4. Manusia berkembang di tiga kawasan yang gelap di dalam rahim.

Setetes Mani
Selama persetubuhan seksual, 250 juta sperma terpancar dari si laki-laki pada satu waktu. Sperma-sperma melakukan perjalanan 5-menit yang sulit di tubuh si ibu sampai menuju sel telur. Hanya seribu dari 250 juta sperma yang berhasil mencapai sel telur. Sel telur, yang berukuran setengah dari sebutir garam, hanya akan membolehkan masuk satu sperma. Artinya, bahan manusia bukan mani seluruhnya, melainkan hanya sebagian kecil darinya. Ini dijelaskan dalam Al-Qur’an :

“Apakah manusia mengira akan dibiarkan tak terurus? Bukankah ia hanya setitik mani yang dipancarkan?” (QS Al Qiyamah:36-37)

Seperti yang telah kita amati, Al-Qur’an memberi tahu kita bahwa manusia tidak terbuat dari mani selengkapnya, tetapi hanya bagian kecil darinya. Bahwa tekanan khusus dalam pernyataan ini mengumumkan suatu fakta yang baru ditemukan oleh ilmu pengetahuan modern itu merupakan bukti bahwa pernyataan tersebut berasal dari Ilahi.

Segumpal Darah Yang Melekat di Rahim

Ketika sperma dari laki-laki bergabung dengan sel telur wanita, intisari bayi yang akan lahir terbentuk. Sel tunggal yang dikenal sebagai “zigot” dalam ilmu biologi ini akan segera berkembang biak dengan membelah diri hingga akhirnya menjadi “segumpal daging”. Tentu saja hal ini hanya dapat dilihat oleh manusia dengan bantuan mikroskop.

Namun, zigot tersebut tidak melewatkan tahap pertumbuhannya begitu saja. Ia melekat pada dinding rahim seperti akar yang kokoh menancap di bumi dengan carangnya. Melalui hubungan semacam ini, zigot mampu mendapatkan zat-zat penting dari tubuh sang ibu bagi pertumbuhannya. (Moore, Keith L., E. Marshall Johnson, T. V. N. Persaud, Gerald C. Goeringer, Abdul-Majeed A. Zindani, and Mustafa A. Ahmed, 1992, Human Development as Described in the Qur’an and Sunnah, Makkah, Commission on Scientific Signs of the Qur’an and Sunnah, s. 36)

Di sini, pada bagian ini, satu keajaiban penting dari Al Qur’an terungkap. Saat merujuk pada zigot yang sedang tumbuh dalam rahim ibu, Allah menggunakan kata “‘alaq” dalam Al Qur’an:

“Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang Menciptakan, Dia telah menciptakan manusia dari ‘alaq (segumpal darah). Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Maha Pemurah.” (QS Al ‘Alaq:1-3)

Arti kata “‘alaq” dalam bahasa Arab adalah “sesuatu yang menempel pada suatu tempat”. Kata ini secara harfiah digunakan untuk menggambarkan lintah yang menempel pada tubuh untuk menghisap darah.

Pembungkusan Tulang oleh Otot

Sisi penting lain tentang informasi yang disebutkan dalam ayat-ayat Al Qur’an adalah tahap-tahap pembentukan manusia dalam rahim ibu. Disebutkan dalam ayat tersebut bahwa dalam rahim ibu, mulanya tulang-tulang terbentuk, dan selanjutnya terbentuklah otot yang membungkus tulang-tulang ini.

“Kemudian air mani itu Kami jadikan segumpal darah, lalu segumpal darah itu Kami jadikan segumpal daging, dan segumpal daging itu Kami jadikan tulang-belulang, lalu tulang belulang itu Kami bungkus dengan daging. Kemudian Kami jadikan dia makhluk yang (berbentuk) lain. Maka Maha Sucilah Allah, Pencipta Yang Paling Baik” (QS Al Mu’minun:14)

Embriologi adalah cabang ilmu yang mempelajari perkembangan embrio dalam rahim ibu. Hingga akhir-akhir ini, para ahli embriologi beranggapan bahwa tulang dan otot dalam embrio terbentuk secara bersamaan. Karenanya, sejak lama banyak orang yang menyatakan bahwa ayat ini bertentangan dengan ilmu pengetahuan. Namun, penelitian canggih dengan mikroskop yang dilakukan dengan menggunakan perkembangan teknologi baru telah mengungkap bahwa pernyataan Al Qur’an adalah benar kata demi katanya.

Penelitian di tingkat mikroskopis ini menunjukkan bahwa perkembangan dalam rahim ibu terjadi dengan cara persis seperti yang digambarkan dalam ayat tersebut. Pertama, jaringan tulang rawan embrio mulai mengeras. Kemudian sel-sel otot yang terpilih dari jaringan di sekitar tulang-tulang bergabung dan membungkus tulang-tulang ini.

Peristiwa ini digambarkan dalam sebuah terbitan ilmiah dengan kalimat berikut:

Dalam minggu ketujuh, rangka mulai tersebar ke seluruh tubuh dan tulang-tulang mencapai bentuknya yang kita kenal. Pada akhir minggu ketujuh dan selama minggu kedelapan, otot-otot menempati posisinya di sekeliling bentukan tulang. (Moore, Developing Human, 6. edition,1998.)

Tiga Tahapan Bayi Dalam Rahim

Dalam Al Qur’an dipaparkan bahwa manusia diciptakan melalui tiga tahapan dalam rahim ibunya.

“… Dia menjadikan kamu dalam perut ibumu kejadian demi kejadian dalam tiga kegelapan. Yang (berbuat) demikian itu adalah Allah, Tuhan kamu, Tuhan yang mempunyai kerajaan. Tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia; maka bagaimana kamu dapat dipalingkan?” (Al Qur’an, 39:6)

Sebagaimana yang akan dipahami, dalam ayat ini ditunjukkan bahwa seorang manusia diciptakan dalam tubuh ibunya dalam tiga tahapan yang berbeda. Sungguh, biologi modern telah mengungkap bahwa pembentukan embrio pada bayi terjadi dalam tiga tempat yang berbeda dalam rahim ibu. Sekarang, di semua buku pelajaran embriologi yang dipakai di berbagai fakultas kedokteran, hal ini dijadikan sebagai pengetahuan dasar. Misalnya, dalam buku Basic Human Embryology, sebuah buku referensi utama dalam bidang embriologi, fakta ini diuraikan sebagai berikut:

“Kehidupan dalam rahim memiliki tiga tahapan: pre-embrionik; dua setengah minggu pertama, embrionik; sampai akhir minggu ke delapan, dan janin; dari minggu ke delapan sampai kelahiran.” (Williams P., Basic Human Embryology, 3. edition, 1984, s. 64.)

Fase-fase ini mengacu pada tahap-tahap yang berbeda dari perkembangan seorang bayi. Ringkasnya, ciri-ciri tahap perkembangan bayi dalam rahim adalah sebagaimana berikut:

– Tahap Pre-embrionik

Pada tahap pertama, zigot tumbuh membesar melalui pembelahan sel, dan terbentuklah segumpalan sel yang kemudian membenamkan diri pada dinding rahim. Seiring pertumbuhan zigot yang semakin membesar, sel-sel penyusunnya pun mengatur diri mereka sendiri guna membentuk tiga lapisan.

– Tahap Embrionik

Tahap kedua ini berlangsung selama lima setengah minggu. Pada masa ini bayi disebut sebagai “embrio”. Pada tahap ini, organ dan sistem tubuh bayi mulai terbentuk dari lapisan- lapisan sel tersebut.

– Tahap fetus

Dimulai dari tahap ini dan seterusnya, bayi disebut sebagai “fetus”. Tahap ini dimulai sejak kehamilan bulan kedelapan dan berakhir hingga masa kelahiran. Ciri khusus tahapan ini adalah terlihatnya fetus menyerupai manusia, dengan wajah, kedua tangan dan kakinya. Meskipun pada awalnya memiliki panjang 3 cm, kesemua organnya telah nampak. Tahap ini berlangsung selama kurang lebih 30 minggu, dan perkembangan berlanjut hingga minggu kelahiran.


Yang Menentukan Jenis Kelamin Bayi

“Dialah yang menciptakan berpasang-pasangan pria dan wanita, dari air mani, apabila dipancarkan.” (QS An Najm:45-46)

Cabang-cabang ilmu pengetahuan yang berkembang seperti genetika dan biologi molekuler telah membenarkan secara ilmiah ketepatan informasi yang diberikan Al Qur’an ini. Kini diketahui bahwa jenis kelamin ditentukan oleh sel-sel sperma dari tubuh pria, dan bahwa wanita tidak berperan dalam proses penentuan jenis kelamin ini.

Kromosom adalah unsur utama dalam penentuan jenis kelamin. Dua dari 46 kromosom yang menentukan bentuk seorang manusia diketahui sebagai kromosom kelamin. Dua kromosom ini disebut “XY” pada pria, dan “XX” pada wanita. Penamaan ini didasarkan pada bentuk kromosom tersebut yang menyerupai bentuk huruf-huruf ini. Kromosom Y membawa gen-gen yang mengkode sifat-sifat kelelakian, sedangkan kromosom X membawa gen-gen yang mengkode sifat-sifat kewanitaan.

Pembentukan seorang manusia baru berawal dari penggabungan silang salah satu dari kromosom ini, yang pada pria dan wanita ada dalam keadaan berpasangan. Pada wanita, kedua bagian sel kelamin, yang membelah menjadi dua selama peristiwa ovulasi, membawa kromosom X. Sebaliknya, sel kelamin seorang pria menghasilkan dua sel sperma yang berbeda, satu berisi kromosom X, dan yang lainnya berisi kromosom Y. Jika satu sel telur berkromosom X dari wanita ini bergabung dengan sperma yang membawa kromosom Y, maka bayi yang akan lahir berjenis kelamin pria.

Dengan kata lain, jenis kelamin bayi ditentukan oleh jenis kromosom mana dari pria yang bergabung dengan sel telur wanita.

KEAJAIBAN PENCIPTAAN MANUSIA

Coba kita renungkan ……..






































Apakah kau masih meragukan penciptaan manusia…….