Laman

WELCOME

Kamis, 26 April 2012

The Next Destination -> SEMPU ISLAND

SEMPU ISLAND Sebuah pulau kecil yang sangat indah dan terletak di Kabupaten Malang Selatan. Sebuah pulau kecil yang tidak berpenghuni yang berada di dekat Pantai Sendang Biru Kabupaten Malang, Jawa Timur. Jarak dari Kota Malang ke Pantai Sendang Biru 70 Km, sekitar 1,5 jam. Untuk masuk ke Pulau ini, sebenernya agak sulit, karena harus membawa SIMAKSI dari Provinsi Jawa Timur, jika tidak maka Pihak Perhutani tidak mengizinkan untuk masuk ke Pulau Sempu. Tetapi SIMAKSI itu diperlukan jika kita ingin mengunjungi Pulau Sempu secara Resmi. Namun hal itu mungkin dianggap ribet dan berbelit, karena harus ke Surabaya dulu izinnya, belum lagi pihak Birokrasinya yang ribeett. Oleh karena itu, yang sifatnya hanya memberitahu saja kepada Petugas Perhutani, kita ga usah izin ke Surabaya dengan birokrasi nya yang mbulet dan ribet , terus petugas Perhutani pun ga akan disalahkan karena memang mereka diberi kewenangan untuk mengeluarkan izin. Maksudnya begini, kita hanya memberitahu Petugas Perhutani, bahwa kita akan masuk ke Pulau ini selama sekian hari. Nah, jika dalam sekian hari itu kita belum melapor telah kembali, maka petugas tersebut akan mencari kita. Nb : Jangan lupa kasih uang rokok kepada Petugas ( Ini atas kesadaran kita sendiri aja, karena petugas sudah membantu kita ). Perjalanan Menuju Pulau sempu di mulai dengan menyebrang dan bersandar di Teluk Semut, dan berjalan sejauh 2,5 Km untuk bisa sampai ke Segoro Anakan, dan inilah yang merupakan laguna indahnya. Setelah itu menyewa perahu untuk bisa sampai ke Pulau Sempu, sekitar 20 menit perjalanan. Perahu nya sistem carter, jadi janjian pulangnya kapan agar bisa ketemu di Spotting area, dan jangan lupa minta nomor hape nya tukang perahu, untuk lebih memudahkan. Untuk masuk ke Pulau Sempu, tidak ada tiketnya. Namun sebaiknya kita minta izin dulu ke pos Perhutani di Pantai Sendang Biru. Hal ini untuk antisipasi hal-hal yang tidak diinginkan. Karena Pulau sempu tidak berpenghuni. Jika sudah kembali dari Pulau Sempu, maka langsung lapor kembali ke Pos Perhutani tersebut. Untuk penginapan di Pulau Sempu, harga nya 200 ribu per 24 jam. Berisi 2 kamar tidur dan kamar tamu. Jadii kl mau ngiriitt, rame2 lebiihh seruu tuuhh.. hehehe..^^ Insya Allah, pertengahan mei ini, saya, widya, dan risma akan pergi ke sana.. Mewujudkan impian kita sejak tahun 2005, hampir 7 tahun yang lalu, dan baru akan terwujud tahun 2012 ini. Persiapan menjelang hari H sudah semakin matang.. dan ini ada tambahan tips dari salah seorang teman ku yang sudah pernah ke pulau sempu, mas yan sumirta.. inilah sebagian tips nya : 1. setelah masuk pulau sempu ngga ada warung atau tukang jualan, jadi persiapan minum yg banyak & makanan secukupnya. 2. sejauh 2,5 km belum tentu bisa dicapai 20 menit, kecuali kamu lari dari awal start sampai ke segoro anakan, paling ngga membutuhkan waktu 2 jam jalan kaki santai, itupun kalo ngga ada halangan cuaca. 3. medannya ngga gampang, kalo cuaca ngga mendukung alias hujan, jalannya super duper licin banget karna melalui hutan yang bener2 masih masih perawan & cuma jalan setapak aja untuk di lalui + banyak duri & akar2 ganas... jadi jangan coba-coba nyeker ato pake sendal jepit ( siapin sepatu khusus buat medan yg berjalan licin ) 4. usahakan berangkat pagi2, jangan kesiangan, biar bisa menikmati keindahannya. perahu nelayan kalo ga salah mulai berangkat jam 7an, tapi kita harus minta surat izin dulu ke perhutani di pantai sendang biru, nanti ikut pengarahan sebelum berangkat ke pulau sempu. 5. Jangan sendirian BAHAYA... HUTAN BELANTARA... denger2 katanya masih banyak binatang liar, kaya babi hutan, uler dan lain sebagainya... 6. Kalo ngga ada rencana camping disana JANGAN PULANG KESOREAN, paling ngga jam 4 sore udah harus ada di Teluk Semut... untuk minta jemput sama Nelayan... ^_^V

Senin, 16 April 2012

Jembatan Selat Sunda & Prof. DR. Ir. Wiratman Wangsadinata


Jembatan selat sunda akan dibangun melintasi selat sunda yang menghubungkan antara pulau Jawa dan pulau Sumatra. kalau ini dapat terealisasikan, jembatan ini akan menjadi jembatan terpanjang di dunia. Jembatan rencananya akan berada pada 70 meter di atas permukaan laut, dan melewati tiga pulau-pulau kecil di selat itu, yaitu Pulau Prajurit, Ular, dan Sangiang. Ini merupakan jembatan dengan panjang 29 kilometer yang akan menjadi jembatan terpanjang di dunia.

Salinan makalah Duta Besar Indonesia untuk Uni Emirat Mohamad Wahid Supriyadi menyatakan, sebagai jembatan terletak di daerah rawan gempa bumi dan tsunami, pembangunan jembatan akan mencakup empat tahapan penting yang melibatkan hydrographic, oceanographic, geologi, seismological, keikliman, dan aspek lingkungan.

"Para ahli mengatakan secara teknologi, jembatan itu layak. Meski daerah ini rawan dengan gempa lebih dari tujuh pada skala Richter yang menyebabkan tsunami," kata Wahid dalam makalah yang disampaikan kepada Deputi Perdana Menteri Uni Emirat Arab di Abu Dhabi, 21 Juli 2008.

"Mahalnya jembatan tak akan berarti bila dibandingkan dengan keselamatan." Rencananya, pembangunan jembatan ini akan menghabiskan dana Rp 100 triliun dan Rp 500 miliar per tahun untuk operasional jembatan itu. serta jembatan ini akan dilengkapi dengan rel kereta yang membentang di sepanjang jembantan.

Bila tak ada halangan jembatan ini akan dibangun pada tahun 2012 dan selesai tahun 2025

Pria ini bernama Prof Dr Ir Wiratman Wangsadinata yang merupakan lulusan dari ITB tahun 1960. Kemudian mendapat gelar doktor pada 1992 dan gelar profesor pada 1995.

Proyek beken yang pernah dikerjakan laki-laki kelahiran Jakarta 1935 ini, antara lain Kota BNI yang pernah menjadi gedung tertinggi di Indonesia. Gedung-gedung perkantoran lain seperti, Bakrie Tower, Anggana Danamon (kini Sampoerna Strategic Square), Niaga Tower, Wisma Darmala, dan PSP Office Tower.

Di pembangunan hotel dan apartemen, Wiratman merancang Four Seasons Residential Apartments, Mal Ciputra, dan Hotel Aryaduta.

Wiratman juga perancang Pembangkit Listrik Tenaga Air Mrica, Banjarnegara, PLTA Merangin, PLTA Kusan, dan Pembangkit Gresik.

Yang tidak diduga, Wiratman juga perancang Telecommunication Tower dan Menara Jakarta. Menara Jakarta akan menjadi tower tertinggi di dunia dengan ketinggian 558 meter.

Dari hasil kajian yang dilakukan di Bangungraha, pembangunan jembatan sepanjang 29 kilometer ini sedikitnya akan menelan biaya Rp 100 triliun. Lama pembangunan diperkirakan mencapai 10 tahun.

Kita tidak tahu, itu berita latah sebagai sarana untuk menggembosi permasalahan kemacetan transportasi di sekitar pelabuhan Merak-Bakahune yang selalu memuncak menjelang bulan Ramadhan, atau memang benar-benar akan direalisasikan. Kalau hanya sekedar memberi harapan (agar berkesan tidak tinggal diam terhadap masalah tersebut), wah gawat itu. Mimpi tinggal mimpi.
Ok. Kita harus selalu berpikir positip. Siapa tahu dari mimpi-mimpi tersebut akan bermunculan ide-ide sedemikian sehingga bangsa ini sepakat untuk mewujudkan jembatan tersebut. Juga kita perlu mendukung senior kita, Prof. Wiratman Wangsadinata dan juga Dr. Jodi Firmansyah yang telah berihtiar menanggapi mimpi tersebut dengan mengajukan usulan-usulan jembatan untuk dipertimbangkan dan dikaji, siapa tahu dapat menjadi realita.

Meskipun cukup banyak berita beredar di internet, tetapi detail perwujudan jembatan yang dimaksud tidak gampang dicari. Kebetulan mas Robby Permata mempunyai data artikel teknik tentang hal tersebut yaitu makalah Prof. Wiratman Wangsadinata (1997) dan Dr.Ir. Jodi Firmansyah (2003), yang kebetulan kesemuanya adalah engineer-engineer alumni ITB .

Yah untuk bidang struktur, teman-teman kita di ITB cukup menonjol, moga-moga teman di perguruan tinggi yang lain terpacu dan tidak kalah. Memang harus ada yang berani memulai.
Dari dua usulan yang ada, menarik untuk dibahas karena biaya keduanya berbeda sangat besar. Prof. Wiratman memperkirakan perlu biaya sekitar US$ 7 Billion (atau Rp 16.7 Trilliun, waktu itu tahun 1997 sebelum krisis atau sekarang sekitar Rp 60 – 70 Trilliun). Sedangkan Dr. Jodi memperkirakan Rp. 30 Trilliun tahun 2003. Beda khan !

Kenapa itu terjadi ?

Sebagai engineer, tentu kita tertarik untuk mengetahui latar belakangnya.

Prof. Wiratman Wangsadinata mencoba mendekati berdasarkan kaca mata inovator, mencari penyelesaian yang orisinil, sesuatu yang baru. Beliau beranjak dari state of the art perkembangan terbaru jembatan bentang panjang di dunia ini, bahkan ide beliau bisa menjadikan jembatan selat Sunda ini masuk dalam golongan jembatan terpanjang yang ada di dunia.
Tapi apa benar kita sudah menguasai teknologi yang dimaksud, karena jelas lokasi dan kondisi jembatan yang akan dibangun di atas selat Sunda adalah istimewa dari sisi engineering. Tidak hanya dari segi bentang atau panjang jembatan yang akan dibangun, tetapi dalam hal ini beberapa aspek utama yang perlu diperhatikan :

1. merupakan wilayah gempa yang cukup ngegirisi di Indonesia
2. angin yang kencang, pertemuan laut terbuka (samudera Hindia) dan laut tertutup (laut Jawa)
3. arus laut yang kencang
4. karena merupakan tempat lalu lintas kapal maka tentu diperlukan ketinggian jembatan yang cukup istimewa

Jumat, 13 April 2012

Yang Mau Jadi Ahli Struktur Jembatan, 'WAJIB' Masuk..:D


Kalau mau tahu, untuk sukses menjadi seorang profesional adalah dapat menguasai terlebih dahulu salah satu ilmu yang khas, tidak kodian. Selanjutnya ilmu tersebut dijadikan basic untuk bekerja atau tepatnya dapat mengaplikasikannya dalam kasus nyata.

Hal itu penting untuk melihat dampak akhir dari penggunaan ilmu khas tersebut. Dalam hal ini kita lihat,apakah ada korelasi antara ilmu (teori yang dipelajari) dengan hasilnya (real). Ini merupakan feed back. Jika ternyata hasilnya baik, yaitu ada korelasi antara rencana dan kenyataan maka selanjutnya ilmu tadi dapat dipertahankan, bahkan dikembangkan lagi untuk di-imani (sorry jangan tersinggung dengan penggunaan kata itu).

Bagaimana jika ternyata tidak ada korelasinya. Gampang, lupakan saja karena itu ternyata bukan ilmu. Tentang kuantitas ilmu yang harus dikuasai, nggak usah terlalu bernafsu untuk sekaligus mendapatkan banyak. Cukup satu persatu, tetapi dapat dibuktikan dahulu. Jika terbukti, pelajari lebih mendalam, ulangi lagi proses tadi. Yakin deh, sedikit-sedikit lama-lama akan menjadi bukit.


Untuk mengaplikasikan strategi tadi, maka diperlukan wahana kerja yang sesuai dengan ilmu. Ini penting lho, bayangkan saja anda belajar lima tahun jadi Sarjana Teknik Sipil. Eh ternyata kerjanya jualan beras. Itu mah hanya sekedar cari duit, bukan profesional.

Salah satu ilmu khas yang dapat dipelajari sebagai awal karir di dunia rekayasa adalah ILMU STRUKTUR. Itu luas banget, dan itu ilmu yang mendasari semua aspek rekayasa terkait dengan segi kekuatan-kekakuan dan daktilitas suatu produk infrastruktur fisik. Itu disebut ilmu khas, karena tidak setiap orang dapat secara khusus mempelajari atau menguasainya.

Bagi anda yang baru saja lulus sarjana teknik sipil, anda punya kesempatan untuk menguasainya. Anda telah belajar banyak teorinya. Tetapi jika anda ingin menguasai atau bahkan mengembangkannya, maka jadikanlah itu tidak sekedar hapalan teori, tetapi sebagai cara berpikir anda. Caranya ?

Nah, untuk itu anda tinggal mencari media (tempat kerja) untuk dapat mengaplikasikannya dalam kasus nyata, sehingga hasilnya dapat anda evaluasi. Selaras nggak dengan pengetahuan yang anda pelajari dulu. Jadi jangan mimpi jadi seorang insinyur hebat seperti Sutami atau Sedyatmo, tetapi bekerja di bidang lain. Kaya sih bisa, tetapi bukan jadi insinyur. Bagi yang bermimpi jadi insinyur hebat suatu saat nanti. Bekerjalah pada bidangnya. Jangan lihat dulu berapa uang yang anda dapat, tapi pikirkan kesempatan atau tepatnya pengalaman real yang anda dapat.

Nah di sini saya punya info penting tentang tempat pekerjaan yang dimaksud. Begini, saya dimintai tolong teman seorang pimpinan perusahaan konsultan rekayasa, khususnya bidang jembatan. Beliau ingin mengembangkan bisnisnya, untuk dicari anak-anak muda untuk bergabung untuk bersama-sama dapat menerima tantangan pada proyek-proyeknya.

Anak muda yang dimaksud harapanya yang punya idealisme seperti di atas, yaitu ingin menjadi insinyur (tidak sekedar ingin kaya lho) dan mampu menghasilkan karya-karya nyata di dunia rekayasa. Oleh karena itu pula dipersyaratkan untuk yang senang otak-atik software rekayasa, seperti SAP2000 atau MIDAS atau semacamnya.

Jika tertarik, teman saya tersebut kantornya di Jakarta bagian timur. Jadi yang orang daerah harus siap-siap mau hidup di Jakarta yang macet ini. He, he, yah sekali-sekali.

Untuk itu silahkan mengirimkan lamaran langsung ke alamat email berikut : santos_r(at)yahoo(dot)com.

Ditunggu tidak lebih dari sebulan dari tanggal sekarang.

Sumber : Dari Blog nya Pak Wiryanto Dewobroto...:-)

Rabu, 11 April 2012

Jam Kerja Di Proyek Bangunan


Bekerja di proyek bangunan terutama Kontraktor bisa dibilang enak atau tidak enak. Disatu sisi, kata orang 'kerja di Kontraktor itu gajinya besar dan kesejahteraan bagus'.
Pernyataan ini bisa saja benar dan bisa saja salah tergantung kondisi perusahaan atau tempat kerja masing-masing pekerja. Yang sering terjadi di dunia proyek bangunan adalah
pelanggaran tentang aturan jam kerja yang telah ditetapkan oleh Departemen Tenaga Kerja Indonesia yang mensyaratkan waktu kerja minimal perhari maksimal 8 jam kerja
yang selebihnya dihitung lembur itupun dibatasi, namun nampaknya aturan itu hanya sekedar tulisan yang dalam pelaksanaannya jarang atau bisa dikatakan sama sekali tidak dilaksanakan.
Sudah menjadi rahasia umum kalau pekerjaan proyek gedung itu 24 jam. Namun sesuatu yang istimewa pernah terjadi dalam sebuah pekerjaan pembangunan gedung kedutaan besar
sebuah negara yang peraturan jam kerjanya mengikuti negara tersebut (Langsung sebut saja Negara Singapura). Jam kerja dimulai dari jam 8 pagi dan tidak boleh melebihi jam 5 sore, hasilnya ternyata bagus juga. Pengurangan waktu jam kerja bukan berarti waktu pelaksanaan proyek mundur karena masih banyak hal-hal lain yang dapat diupayakan untuk menyelesaikan proyek bangunan sesuai jadwal tanpa penambahan waktu. Misalnya dengan melakukan inovasi pelaksanaan pekerjaan yang membutuhkan waktu paling cepat contohnya jika sebuah gedung menggunakan balok dan lantai beton secara konvensional (bekisting, pembesian, cor) pasti akan membutuhkan waktu lama. Hal ini akan berbeda jika dikerjakan dengan sistem precast yang tinggal pabrikasi lalu taruh di lokasi.
Hal inilah yang sebaiknya diupayakan bukan melakukan penambahan waktu jam kerja. Penghematan jam kerja di proyek bangunan berarti penghematan biaya pekerjaan proyek bangunan.
Sebuah proyek dengan nilai ratusan triliun akan membutuhkan biaya ratusan triliun jika waktu pelaksanaannya lambat, namun bisa sangat kecil jika waktu pelaksanaan bangunan dipercepat
karena akan ada efisiensi biaya pengadaan material, biaya sewa alat, biaya tenaga kerja yang semua elemen itu berhubungan dengan waktu kerja dan biaya proyek.
Jadi, yang perlu diingat kembali adalah peraturan jam kerja di Indonesia perhari adalah maksimal 8 jam. Oleh karena itu bagi pengusaha yang bergerak di bidang bangunan silahkan mengambil kebijakan
yang tidak merugikan karyawan, dan bagi para pekerja silahkan protes secara hukum ramai-ramai agar perusahaan yang mempekerjakan karyawan di luar kewajaran akan di denda oleh Pemerintah Indonesia
(Jika penegak hukum nya bagus loh..:D), kalau tidak ya mau bagaimana lagi ? Buat saja perusahaan sejenis untuk menyaingi perusahaan yang sewenang-wenang dalam membuat peraturan jam kerja di proyek bangunan. :D

Sabtu, 24 Maret 2012

Prof. DR. Ir. Wiratman Wangsadinata


Prof.DR.Ir. Wiratman Wangsadinata dilahirkan di Jakarta tahun 1935 dan lulus sebagai Sarjana Teknik Sipil dari Institut Teknologi Bandung (ITB) tahun 1960. Karir akademiknya dimulai sejak ia lulus dari ITB dengan langsung menjadi tenaga pengajar (luar biasa) di Jurusan Teknik Sipil ITB. Tahun 1992 ia meraih gelar Doktor dari ITB dalam bidang Rekayasa Struktur dengan predikat Cum Laude, tahun 1995 – 2004 menjadi Guru Besar di Jurusan Teknik Sipil ITB. Tahun 1998 – 2005 ia menjadi Guru Besar dan sejak tahun 2005 Guru Besar Emeritus di Fakultas Teknik Universitas Tarumanagara. Ia diangkat menjadi anggota Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) tahun 2003 – 2006.


Seiring dengan pengembangan karir akademiknya, DR. Wiratman juga meniti jenjang profesionalnya di industri konstruksi. Ia memulainya sebagai Insinyur Perencana di Jawatan Jalan-jalan dan Jembatan Dep. PU (1960 – 1965), menjadi Direktur dari PN Perencana INDAH KARYA (1965 – 1970), diangkat menjadi Pengawas Pemerintah untuk perencanaan dan pelaksanaan Gedung Wisma Nusantara bertingkat 30, proyek investasi Pemerintah sekaligus gedung tinggi pertama di Indonesia (1970 – 1973), kemudian ditunjuk menjadi Konsultan pada Proyek Pemugaran Candi Borobudur yang disponsori oleh UNESCO (1973 – 1983). Ia mendirikan perusahaan konsultan sendiri PT. WIRATMAN & ASSOCIATES tahun 1976 dan menjadi Direktur Utamanya sampai sekarang. Selama ini perusahaan ini telah menyelesaikan lebih dari 3300 pekerjaan konsultansi dalam berbagai disiplin, a.l. dalam proyek multi-disiplin yang berskala besar, telah meraih Sertifikat ISO 9001:2000 tahun 2002 dan Penghargaan Karya Konstruksi 2003 dari Pemerintah RI.

Selama ini DR. Wiratman telah menulis lebih dari 200 makalah teknik yang dipresentasikan dalam berbagai konperensi nasional maupun internasional. Untuk karya-karya pribadinya yang menonjol, DR. Wiratman telah menerima berbagai penghargaan, a.l. Adhicipta Rekayasa 1994 untuk Teknik Sipil dari Persatuan Insinyur Indonesia (PII) dan ASEAN Achievement Award 1994 for Engineering dari ASEAN Business Forum. Sebuah makalah berjudul “Dynamics of Roadway Pavements” yang ditulis bersama Prof. DR. Sofia W. Alisjahbana pada Fourth International Conference on Concrete under Severe Conditions, Seoul, Korea, June 27 – 30, 2004, memperoleh penghargaan Karya Tulis Konstruksi tahun 2004 dari Dep. PU. Tahun 2005 DR. Wiratman menerima penghargaan dari Dep. PU berupa predikat “Tokoh Konstruksi Indonesia”. Ia memegang paten dalam pembuatan terowongan “Sistem Antareja” No. ID 0 009 677. Saat ini DR. Wiratman menyandang Sertifikat Insinyur Profesional Utama (IPU) dari PII dan Himpunan Ahli Konstruksi Indonesia (HAKI).

Kedudukan DR. Wiratman di dalam organisasi dan asosiasi profesi saat ini adalah a.l. Anggota PII; Anggota dan mantan Ketua Tim Penasehat Konstruksi Bangunan (TPKB) DKI Jakarta; Pendiri, Anggota Kehormatan, Anggota Dewan Pertimbangan dan mantan Ketua HAKI; Pendiri, Ketua Dewan Kehormatan Nasional dan mantan Ketua Umum Dewan Pengurus Nasional Ikatan Nasional Konsultan Indonesia (INKINDO); Anggota Dewan Pembina Kamar Dagang Indonesia (KADIN) Tingkat Nasional; Anggota Majelis Pertimbangan Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi Nasional (LPJKN); Anggota the New Zealand National Association for Earthquake Engineering; Anggota Council on Tall Buildings and Urban Habitat, USA

Minggu, 26 Februari 2012

-NO TITLE-


Sakit memang....
Ketika kita berharap seseorang menemani hidup kita..
Tapi takdir berkata lain, hanya meninggalkan rasa sakit & pedih..
Akan tetapi percayalah, hal itu sesuatu yang terbaik dari Allah SWT..
Karena sudah jelas,segala kehidupan, pilihan, di tentukan oleh yang Maha Kuasa...
Jangan pernah menangis, akibat orang yang kita harapkan tak bisa selama nya bersama kita,,
Namun menangislah saat kita lupa pada yang Maha Kuasa, segala perih akan hilang pada waktu nya,,
Dan akan menimbulkan keindahan kelak, percayalah pada Kebesaran-Nya,bahwa Allah Maha Tahu, mana yang terbaik untuk hamba2-Nya......

Kamis, 02 Februari 2012

BALADA ANAK KOSAN...^_^V

#Pembersih wajah#
awal bulan : Olay Anti Aging
tengah bulan : Tje fuk
akhir bulan : Mama Lemon juga oke

#Komunikasi dengan pacar#

awal bulan : teleponan
tengah bluan : smsan
akhir bulan : sms mama minta pulsa..


#Makanan Cafe#
awal bln : makan steak di resto
tengah bln : maem stik obonk
akhir bln : ngemut stik PS


#FastFood#
Awal bulan : Makan dada ayam
tengah bulan : Makan ceker ayam
akhir bulan : maling ayam


#SUARA PERUT SAAT LAPAR#
awal bulan : C minor
tengah bulan : G mayor
akhir bulan : C Am Dm G A B#7 *lagu gugur bunga*


#Makanan#
awal bulan : makan pizza
tengah balan : makan pisang
akhir bulan : nasi kucing, angkringan, burjo (ngutang tentunya :D)

#Minuman#
awal bulan : Coca Cola
tengah bulan : Es teh
akhir bulan : air PDAM, air sumur.


#Dugem#
Awal bulan : diskotik
tengah bulan : Live Music Cafe
akhir bulan : 5 ribu dapet apa ya? *dangdutan MISBAR, gerimis bubar*


#Tongkrongan#
awal bulan : mall
tengah bulan : kantin kampus
akhir bulan : lampu merah *bawakerecekan *nyanyikeongracun*


#Cucian#
Minggu awal : Paket laundry mingguan
Minggu tengah : cuci sendiri
Minggu akhir : kolor Side A-Side B


#Rokok#
Awal bln : Marlboro
tengah bln : Sejati
akhir bln : cium2 asbak!


#Parfum#
awal bulan : AXE Effect
tengah bulan : Cassablanca
akhir bulan : Rapika!!!

#Nonton#
Awal bulan : nonton bioskop in 3D (Blitz Megaplex sekalian :P )
tengah bulan : DVD bajakan
akhir bulan : pindah channel ke Indosiar (Nonton sinetron siluman naga terbang in 3D).

Jumat, 20 Januari 2012

Bingung artinya CMIIW, LOL, FYI,, ??? CeKiDot kamus Singkatan Internet dibawah Ini...


A
adn - any day now
afaik - as far as i know
afk - away from keyboard
aka - also known as
atm - according to me
attn - attention



B
bak - back at the keyboard
bbiab - be back in a bit
bbl - be back later
bbs - be back soon
bfn - bye for now
bif - basis in fact
bion - believe it or not
bl - belly laughing
brb - be right back
bta - but then again
btt - back to topic
btw - by the way



C
cmiiw - correct me if i'm wrong
cu - see you
cua - common user access
cul - see you later
cwyl - chat with ya later
cyo - see you online


D
dba - doing business as
diku? - do i know you?
Dityid? - did i tell you i'm distressed?
Dtrt - do the right thing


E
emfbi - excuse me for butting in
eom - end of message
eos - end of show
eot - end of thread


F
ftf - face to face
faq - frequently asked question(s)
fish - first in, still here
fomcl - falling off my chair laughing
fud - fear, uncertainty & doubt
fwiw - for what it's worth
fya - for your amusement
fyeo - for your eyes only
fyi - for your information


G
ga - go ahead
gal - get a life
gigo - garbage in, garbage out
giwist - gee, i wish i'd said that
gmta - great minds think alike
gol - giggling out loud
grd - grinning, running & ducking
gtg - got to go
gws - get well soon
gtrm - going to read mail


H
hhok - ha ha, only kidding
hhos - ha ha, only serious
hng - horny net geek
htd - have to disagree...
Hth - hope this helps
hthbe - hope this has been enlightening


I
iac - in any case
iag - i'm a genius
iae - in any event
ianal - i am not a lawyer
ic - i see
icam - i couldn't agree more
id - i disagree
iha - i hate acronyms
iirc - if i remember correctly
ily or ilu - i love you
imao - in my arrogant opinion
imco - in my considered opinion
imho - in my humble opinion
imnsho - in my not so humble opinion
imo - in my opinion
iow - in other words
ipn - i'm posting naked
irl - in real life
irt - in real time
ita - i totally agree
itd - i totally disagree
itrw - in the real world


J
jat - just a thought
japri - jalur pribadi
jfu - just for you
jic - just in case
jk - just kidding (or joke)
jmho - just my humble opinion
jmo - just my opinion


K
kwim? - know what i mean?


L
l8r - later
lbay - laughing back at you
ld - later dude
ldr - long-distance relationship
llta - lots and lots of thunderous applause
lmao - lauging my ass off
lol - laughing out loud or lots of luck
lolbay - laughing out loud back at you
ltm - laugh to myself
ltns - long time no see


M
m/f? - male or female?
Mego - my eyes glazed over
mhoty - my hat's off to you
mink - multiple income no kids
mmha2u - my most humble apologies to you
moos or motos - member of the opposite sex
moss or motss - member of the same sex
motd - message of the day
moto - member of the opposant
mud - multi-user dungeon (or dimension)


N
nbif - no basis in fact
nbir - no basis in reality
nw - no way
np - no problem
nrn - no reply necessary


O
oic - oh, i see
oll - on-line love
omg - oh my god
oot - out of topic
ootb - out of the box
opm - other people's money
otf - on the floor
otoh - on the other hand
otooh - on the other, other hand
otp - on the phone
otth - on the third hand
ottomh - off the top of my head
otw - on the way


P
pans - pretty awesome new stuff
pc - politically correct or personal computer
pda - public display of affection
pdq - pretty darn quick
pebcak - problem exists between chair and keyboard
pgb - pengertiannya gitu bang
pi or pic - politically incorrect
pita - pain in the ass
pmfji - pardon me for jumping in
pmji - pardon my jumping in
pots - plain old telephone service (or pretty old tired stuff)
pov - point of view
ppl - peed pants laughing or people


R
rl - real life
roar - laughing as loud as a lion
rofl - rolling on floor laughing
rp - romantic partner
rpg - role playing games
rsn - real soon now
rtm - read the manual or message
rw - real world
ryo - roll your own


S
sink - single income no kids
sitd - still in the dark
so - significant other
sol - smiling out loud
somy? - sick of me yet?
Sos - someone on shoulder
std - sick to death
sts - sorry to say


T
taf - that's all folks
tafn - that's all for now
tanstaafl - there ain't no such thing as a free lunch
tbh - to be honest
tcn - take care now
tfh - thread from hell
tfi - the fact is
tfm - thanks from me
tfmt - thanks from me too
tfs - thank for sharing
tgif - thank god it's friday
tgtbt - too good to be true
tfrm - thanks for remind me
thx - thanks
tia - thanks in advance
tic - tongue in cheek
tig - this is great
tiic - the idiots in charge
tla - three-letter acronym
tptb - the powers that be
ttfn - ta ta for now
ttyl - talk to you later
tq or tx or txs or thx - thanks (or thank you)
tysm - thank you so much
tyvm - thank you very much


U
uapita or yapita - you're a pain in the ass
ustm or ystm - you should thanks me


V

vwp - very well put



W
w4w - word for word
wags - what a great story
wai - what an inspiration!
Wb - welcome back
wdalyic? - who died and left you in charge?
Wfm - works for me
wibni - wouldn't it be nice if
wp - well put
wt? - what/who the?
Wth? - what the hell?
Wtg - way to go
wtgp? - want to go private?
Wts - with that said
wu? - what's up?
Wuf? - where are you from?
Wysiwyg - what you see is what you get


X
xoxo - kisses and hugs
xx - kisses


Y
yaag - you are a genius
yabr - you are being replaced
ygbsm - you've gotta be shittin' me
ymmv - your mileage may vary
yrr - you 'r' right
yvmw - you're very much welcome

Selasa, 27 Desember 2011

Korupsi Bangsa ini di mulai dari Mahasiswa... (sumber : anakUI.com)


Kebanyakan tulisan, mencari akar masalah di lembaga pemerintahan

Buat saya korupsi di bangsa ini pertama kali masalahnya ada di Mahasiswa !

Saya masih mahasiswa, dan saya melihat itu semua, dari budaya:

1. Nyontek
2. Titip Absen
3. Buat LPJ
4. Eksistensi Kegiatan

Omongannya tinggi, bela rakyat, padahal masih nyontek, titip absen, buat LPJ tipu sana sini bahkan ga tanggung-tanggung menghabiskan uang jutaan untuk eksistensi kegiatan tertentu. Padahal urgentsitas terhadap kegiatan tersebut hampir mendekati NOL.

Seharusnya mahasiswa ditanya, apakah sudah benar-benar 4 perkara di atas terlepas.

Saya sarankan media tidak berfokus kepada pejabat, tapi para mahasiswa. Agar rakyat tidak dibodoh-bodohi oleh kelakuan para mahasiswa yang ngakunya bela rakyat, padahal duit bulanan masih minta minta emak, sekalinya dapet beasiswa langsung beli gadget. Upss…:D

Pas udah jadi pejabat ujug ujug lebih sibuk nimbun harta. Silahkan liat sejarah, apa yang terjadi kepada mahasiwa yang menuntut kemerdekaan, tritura, reformasi, bahkan baru baru ini revolusi. Mereka lupa saat sudah menjadi pejabat (pengatur hajat hidup banyak orang).

Saya mahasiswa, dan saya sadar betul korupsi itu mengakar dari diri sendiri. Mulai dari segan untuk MENCEGAH teman yang nyontek, titip absen dsb.

Kemudian, Saya membayangkan saat saya jadi pejabat, dan melihat teman saya korupsi, dan saya tidak mencegahnya, karena takut hubungan pertemanan rusak. Itulah akar korupsi menurut saya pribadi.

Karena orang jujur itu tidak cukup. Dia harus jadi orang RESE bagi orang jahat. Maksudnya seperti yang dilakukan Ibu Siami, yang melaporkan tindakan kecurangan di sekolah anaknya.

Saya dan teman-teman saya bukan korupsi harta. Saya bisa taro Handphone, Uang , Tas, di dalam lab, himpunan, dan bisa pinjem motor, bahkan PIN ATM sekalipun juga bisa dikasih.

Tapi kalo sudah masalah nilai dan absensi, kelakuan mahasiswa seperti tidak punya TUHAN. Contek sana sini, titip absen sana sini. Mahasiswa mana yang PERNAH lapor kalo ke dosen kalo ada pencontek di kelasnya ? Kalo ga dibilang tuh si pelapor, tukang jilat, sok suci, dsb. Anda lihat kan dimana akar korupsinya ?

Ya, bangsa ini masih banyak kok orang jujur. Tetapi sedikit sekali yang RESE. Mahasiswa lebih mudah protes ke pejabat (yang belum tentu benar kalo pejabat itu korupsi atau tidak), padahal temannya yang nyontek dan titip absen dinasihati pun tidak.

Sumber: http://nocual.wordpress.com/2011/08/21/tulisan-bebas-mahasiswa-akar-korupsi-siapa-yang-bilang

Sekilas setelah baca artikel di atas pertama kali,,, wow, ada juga yang berani menceritakan kehidupan akademis mahasiswa saat ini… kalau seandainya penulis artikel di atas benar masih kuliah, (penulis artikel ini tidak diketahui identitasnya-sepertinya memang disembunyikan) dia memiliki kemungkinan yang sangat besar untuk dibenci sama teman-temannya.

Sejujurnya di kampus-kampus manapun saya pikir artikel di atas berlaku. Kalau kita setuju opini di atas(red-dibenci setelah melapor) ya itulah harga yang harus dibayar orang yang mau menegakkan kebenaran, tinggal siapa yang mau bayar harga itu ? Sistem sosial pergaulan mahasiswa(ataukah masyarakat juga ?) saat ini seolah “membenarkan” perilaku tersebut (mungkin ini bsa jadi riset mahasiswa sosiologi)

Lebih miris lagi whistle blower, istilah orang yang menyuarakan satu kasus(dalam hal ini korupsi) saat ini juga dihukum, terlepas dari orang yang bersangkutan juga punya kesalahan, tapi ujung-ujungnya yang dihukum ya cuma beberapa orang saja yang terbukti kuat atau apesnya cuma si pelapor. Apakah ini menjadi preseden yang baik ? sepertinya tidak, yang melapor kasus korupsi bisa jadi akan semakin malas/berkurang kecuali dia benar-benar bersih.

Pertanyaannya masih adakah yang benar-benar bersih saat ini ? jawabannya masih ada,, kan sudah diajarin pelajaran agama setidaknya 12 tahun di sekolah formal(buat yang studi sampai SMA),, mau bersuara? jawabannya belum tentu.

Demikian pula bersih dari mencontek/setidaknya sudah berhenti mencontek/titip absen (konteksnya masih kuliah) juga masih ada,, cuma jumlahnya tidak banyak. Lalu poin akhirnya adalah, maukah kita memperbanyak jumlah yang yang saat ini tidak banyak itu?

Kamis, 22 Desember 2011

UP TO DATE! Sebuah Pencerdasan : Quo Vadis PILDIR PNJ 2012-2016, Mengenal Lebih Dekat. (Bagian 2 - End) Oleh : Fadly Alwahdy (Alumni AK PNJ 2008)


Pada tahun 2011 ini setidaknya 3 dari 6 politeknik negeri tertua di Indonesia sedang melangsungkan pemilihan direktur. Politeknik Negeri Medan (Polmed) dipertengahan tahun ini menempatkan Syahruddin,S.T.,M.T. sebagai Direktur Polmed yang baru. Pada November 2011 lalu, Politeknik Negeri Sriwijaya (Polsri) juga kembali memilih RD. Kusumanto,S.T.,M.M. sebagai Direktur Polsri untuk periode yang kedua kalinya. Satu politeknik lainnya yang sedang melangsungkan regenerasi pimpinan kampus adalah kampus perjuangan Politeknik Negeri Jakarta (PNJ).
Seperti yang telah penulis paparkan dalam tulisan sebelumnya 29/11/2011, “Sebuah Pencerdasan : Quo Vadis PILDIR PNJ 2012-2016, Mengenal Lebih Dekat” (Bagian 1). Setelah terpilih 6 bakal calon direktur PNJ dari tahap penjaringan, pada tanggal 30 November 2011 Drs.Elwas Amran,S.H. selaku ketua Panitia Pemilihan Direktur (PPD) memberikan informasi bahwa telah terpilih 3 calon direktur yaitu Abdillah,S.E.,M.Si. (AN); Drs.Agus Setiawan,M.Kom. (TE) dan Kusumo Dradjad Sutjahjo,S.T.,M.Si. (TS) dalam sidang pleno senat tertutup.
Selanjutnya, hari Kamis 15 Desember 2011 jam 13.00 di Gedung Serba Guna, ada dialog terbuka dengan ketiga calon direktur tersebut. Namun dalam kesempatan yang baik ini, hanya dua calon direktur yang memenuhi undangan untuk hadir, yaitu Pak Agus dan Pak Abdillah. Adapun Pak Kusumo berhalangan hadir karena dalam kondisi yang kurang sehat. Dalam dialog terbuka tersebut kedua calon direktur yang hadir sepakat menandatangani Tujuh Harapan Mahasiswa PNJ yang isinya sebagai berikut :
Revitalisasi pelaksanaan sistem pendidikan politeknik dan melaksanakan peningkatan kegiatan kurikuler dan ekstra kurikuler.
Peningkatan dan perbaikan seluruh fasilitas akademis dan non-akademis.
Transparansi dana kemahasiswaan, kompensasi, dan simpanan wajib koperasi mahasiswa.
Peningkatan segala bentuk kerja sama dengan industri ataupun instansi pemerintahan.
Pertegas dan perjelas status PNJ.
Penyelenggaraan KPSPP oleh mahasiswa dan penyaluran beasiswa yang berkeadilan.
Reformasi birokrasi.
Hari penentuan pun tiba. Kemarin hari Selasa, 20 Desember 2011 bertempat di aula gedung direktorat lantai 3 dilaksanakan sidang pleno senat tertutup dengan agenda pemilihan direktur PNJ periode 2012-2016 sejak pukul 09.00 bersamaan disaat para mahasiswa sibuk dengan Ujian Akhir Semester (UAS). Perlu diketahui total ada 47 suara dengan komposisi 30 suara senat (65%) dan 17 suara perwakilan mendikbud (35%). Kurang lebih pada pukul 15.00 akhirnya diketahui hasil perhitungan suara yaitu sebagai berikut : Abdillah,S.E.,M.Si. menang telak dengan memperoleh 30 suara (63,83%), Drs.Agus Setiawan,M.Kom. memperoleh 9 suara (19,15%) dan Kusumo Dradjat Sutjahjo,S.T.,M.Si. memperoleh 7 suara (14,89%) dan 1 suara (2,13%) abstain.

Banyak yang tak mengira Pak Abdillah unggul dalam pemilihan direktur kali ini, mengingat ada kandidat lain yang patut diperhitungkan yaitu Pak Agus yang kini menjabat Pudir III bidang Kemahasiswaan yang dianggap lebih familiar dengan internal civitas akademika bahkan eksternal kampus.
Sebelum tulisan ini dipublikasikan, sejujurnya penulis memprediksi bahwa Pak Abdillah memang kandidat terkuat dalam pemilihan direktur PNJ saat ini. Analisa penulis, dari segi pengalaman dan peta politik, beliau memiliki beberapa keunggulan dari kedua rivalnya. Pada tahun 2007 lalu, beliau masuk nominasi tiga calon direktur PNJ 2008-2012 bersama Prof.Dr.Ir.Johny Wahyuadi Mudaryoto,DEA. yang kemudian terpilih menjadi direktur saat ini dan Ir.Heddy Rohandi Agah,M.Eng. sang calon incumbent. Walau pada saat itu Pak Abdillah hanya berhasil diposisi ke-3, namun itu menjadi bekal pengalaman sangat berharga dalam menyiapkan strategi dan langkah yang taktis dalam kancah pemilihan direktur PNJ kedua kalinya ini. Dari segi peta kekuatan politik di kalangan para senat pun ada nilai unggul tersendiri. Kita ketahui Pak Abdillah dosen dari jurusan Administrasi Niaga (AN) yang notabene memiliki hubungan emosional dengan jurusan Akuntansi (AK) sebab pada mulanya AK-AN itu berada dalam satu jurusan Tata Niaga sejak 1986 sampai 1992. Jika ditelaah lebih lanjut, dari total 30 anggota senat, ada 10 orang yang merupakan dosen AK-AN yaitu Pudir I, Pudir II, Kajur AK, Kajur AN, 4 orang perwakilan AK dan 2 orang perwakilan AN. Artinya minimal sudah 1/3 total suara senat telah dikuasai tim solid Tata Niaga pendukung Pak Abdillah. Ditambah 3 suara anggota senat lainnya yang memilih untuk bergabung mendukung Pak Abdillah. Belum lagi ditambah 17 suara perwakilan kemendikbud yang jika dilihat dari hasil perhitungan suara semakin menegaskan kemenangan Pak Abdillah. Kalaupun suara perwakilan kemendikbud tidak ada dalam peraturan dan sepenuhnya hak anggota senat, maka Pak Abdillah tetap menang. Tak dapat diragukan lagi, dengan meraih 30 suara dari total 47 suara (63,83%) atau lebih dari 50% sudah memastikan langkah Pak Abdillah menduduki kursi Direktur PNJ periode 2012-2016.
Dengan diumumkannya Abdillah,S.E.,M.Si. sebagai direktur PNJ terpilih, tentu telah mematahkan “rezim Insinyur” sebagai pimpinan PNJ. Sejarah mencatat selama ini PNJ dipimpin oleh direktur dengan berlatar belakang pendidikan teknik. Sebut saja empat direktur PNJ terakhir yakni Dr.Ir.Bagio Budihardjo,M.Sc. (Teknik Komputer-FTUI), Drs.Jusafwar,S.T. (Teknik Mesin-PNJ), Ir.Heddy Rohandi Agah,M.Eng. (Teknik Sipil-FTUI) dan Prof.Dr.Ir.Johny Wahyuadi Mudaryoto,DEA. (Teknik Metalurgi-FTUI). Seolah-olah politeknik hanya identik dengan bidang teknik, padahal di dalamnya juga ada program studi non-teknik. Masyarakat pun sering menilai politeknik itu sekolah teknik, padahal definisi politeknik itu sendiri adalah sekolah tinggi kejuruan. Pak Abdillah menjadi direktur kedua yang berasal dari internal PNJ setelah Drs.Jusafwar,S.T. dari jurusan Teknik Mesin. Namun beliau mungkin direktur PNJ terpilih pertama dan satu-satunya direktur dengan latar belakang non-teknik di politeknik umum seluruh Indonesia dalam naungan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia.
Tidak seperti dua kandidat lainnya, agak sulit untuk menemukan biodata direktur PNJ terpilih ini. Berikut sedikit kilas balik untuk mengenalnya. Abdillah,S.E.,M.Si. Mantan ketua jurusan Administrasi Niaga ini lahir pada tanggal 9 Maret 1959. Meraih gelar Sarjana Ekonomi (S.E.) pada 11 November 1987 dari Jurusan Ekonomi/Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Jember (FE UNEJ) dan gelar Magister Sains (M.Si.) pada 4 Januari 2007 dari Program Administrasi dan Kebijakan Bisnis Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia (FISIP UI). Sejak tahun 1989 beliau tercatat sebagai dosen tetap pada jurusan Administrasi Niaga PNJ pengampu mata kuliah Matematika Keuangan dan Statistik. Menurut sebagian besar mahasiswa yang diajarnya, beliau adalah sosok bapak yang penyabar, pengertian, baik dan menyenangkan. Beliau pun terbuka kepada anak didiknya dengan sering bercerita tentang diri dan keluarganya di kelas.
Berikut ini beberapa kutipan pesan singkat dari anak didiknya baik yang masih kuliah maupun sudah alumni dari jurusan Administrasi Niaga yang menggambarkan sosok beliau :
“Hmm.. Pak Abdillah itu, sabar ngadepin mahasiswa yg gak ngerti2, humoris bgd, pengertian bgd, baik, hobinya cerita tentang dirinya dan keluarganya, menyenangkan deh. Kalo marahin gak mencak2, masih keliatan sabarnya.” (NU – angkatan 2009)
“Pak Abdillah orangnya seneng cerita, seneng bercanda, seru orangnya easy going, gak kaku. Kalo gak salah dulu juga pernah jadi Kajur AN deh. Orangnya gak akademik2 bgd, soalnya ngertiin orang2 yg suka ‘bolos’ gara2 kegiatan kampus. Orangnya juga enak untuk diajak curhat, kebetulan dia Pembimbing Akademik gw juga dulu.” (MR – angkatan 2008)
“… Beliau sosok yang bijaksana, religius, ramah, dan mau menerima masukan.” (FI – angkatan 2010)
Ada juga yang berisi harapan kepada direktur PNJ terpilih, berikut kutipannya :
“Subhanallah direktur PNJ pertama dari jurusan Administrasi Niaga. Beliau unik, lucu, tenang, dan punya pengalaman menjadi Kajur AN itu juga yang mengantarkan beliau terpilih menjadi Direktur PNJ 2012-2016. Semoga bisa menghadirkan ruh politeknik yang semakin lama semakin pudar (dicipline, study oriented, sopan santun) tanpa mengabaikan perkembangan teknologi dan dunia pendidikan yang up to date. Dan semoga dapat menjalankan amanahnya dgn baik sampai akhir periode.” (ASA – angkatan 2008)

Semoga direktur terpilih akan selalu mengingat dan konsisten memperjuangkan nilai-nilai politeknik. PNJ sebagai salah satu politeknik negeri tertua dan terbesar di Indonesia, tetap menjadi kampus yang otonom dan memiliki identitas yang jelas. Sesuai dengan sifat pendidikan politeknik, memberikan keterampilan intelektual dan skill secara proporsional disamping menekankan keterampilan mental, sebagai multi-discipline school yang menyelenggarakan pendidikan profesional dalam sejumlah bidang pengetahuan I keahlian khusus dengan bobot, jangkauan dan ruang lingkup yang luas tidak sebatas sampai Diploma IV, namun juga bisa menjadi pelopor program pascasarjana terapan bertahap dengan Sp-1 (setara magister) dan Sp-2 (setara doktor) seperti di negara maju Jerman, Swiss dan Belanda. PNJ dapat mengembangkan kemampuannya bermitra kerja kelembagaan (link) dengan dunia usaha dan industri secara saling menguntungkan dan sinergi sehingga politeknik selalu relevan (match) dengan dunia kerja. PNJ juga mampu mengamalkan wawasan kewirausahaan (entrepreneurship). Satu hal lagi yang terpenting, PNJ tetap menjadi kampus rakyat yang terbuka untuk semua anak bangsa.

Sesuai dengan judul tulisan ini, quo vadis yang bermakna “mau dibawa kemana”. Semoga sang nahkoda baru ini dapat membawa bahtera PNJ ke pulau tujuan bersama, kemajuan kampus tercinta. Selamat menjalankan amanah Pak Abdillah, tetaplah menjadi Pak Abdillah yang selama ini dikenal. Kita nanti ide cemerlang dan kerja nyata teamwork pimpinan PNJ yang baru mulai 2012. You will never walk alone, Sir…

Fadly Alwahdy
Alumni, Akuntansi Angkatan 2008
dan Pemerhati Politeknik


Foto : ketiga calon Direktur PNJ, Pak Kusumo (Kiri Kacamata), Pak Abdillah (Berdiri) dan Pak Agus (Kanan)
Narasumber : beberapa mahasiswa dan alumni jurusan AN PNJ
Referensi : rahasia, terpercaya dan dapat dipertanggungjawabkan

Kamis, 15 Desember 2011

Adab Twitter by Salim A. Fillah


Subhaanallah… malam kemarin hingga pagi ini ustadz Salim A. Fillah berbagi Adab Twitter yang sangat bermanfaat. Meskipun judulnya #adabtwitter, kultwit tersebut berisi prinsip-prinsip yang juga berlaku di facebook dan media sosial lainnya. Langsung saja kita simak :

1. Tak congkak kalau difollow, tak kecewa jika di-unfollow, tetap berkebajikan ketika di-block, bersyukur saat kebaikan di-RT.

2. Mericau yang baik : benar isi, indah cara, tepat waktu, bermanfaat, & berpahala. Atau DIAM menyimak, ambil ‘ibrah terbaiknya.

3. Hindari dusta meski sedang bercanda. Hindari debat-perbantahan yang tak lahirkan amal, meski berada di pihak nan benar.

4. Memaafkan khilaf-khilaf sesama, menyuruh senantiasa pada yang baik adanya, mengabaikan yang jahil nan tak berharga.

5. Me-RT hanya nan jelas benar, baik, & bergunanya; sebab cukuplah disebut dusta dia yang katakan segala nan didengarnya.

6. Benci & permusuhan pada orang atau pihak tak boleh hingga lunturkan akhlaq mulia, kesantunan kata, & sikap adil kita.

7. Semua tweeps itu Guru, apapun tweetnya. Bukan sebab mereka pasti bijak. Tapi kitalah yang selalu belajar tuk jadi bestari.

8. Menista & merendahkan pribadi Tweep lain tidaklah menjatuhkannya. Itu hanya menunjukkan kerdil & hinanya diri kita.

9. Menjadi kritis tak sama dengan bersinis ria. Tak bisa bedakan keduanya menyulitkan kita beri sumbangsih pada kebenaran.

10. Balaslah tiap yang menyakitkan dengan yang menyembuhkan. Balaslah tiap yang menjatuhkan dengan yang membangunkan.

11. Sikapi tiap yang menyesatkan dengan cantiknya ungkapan berhidayah. Sikapi tiap yang keliru dengan indahnya berkebenaran.

12. Tanggapi tiap yang mengacau dengan keteraturan. Tanggapi tiap nan mem-BABI-buta dengan 7 basuhan, air & salah 1-nya debu;P

13. Mereka yang suka menghina adalah bukti bahwa dirinya rindu pemuliaan. Berikanlah selayaknya dengan murah hati.

14. Mereka nan suka menghakimi itu tanda bahwa kelak dirinya jadi terdakwa di depan banyak korban. Kasihilah dengan tulus.

15. Reaksi berlebihan ialah tanda bahwa ada luka di hati kita. (Jabat tangan pun menyakitkan bagi yang jarinya bertelusuk).

16. Luka berbahaya ialah luka tersebab mereka nan shalih. Luka itu menuntun kita tak suka pada keshalihan. Segeralah sembuhkan.

17. Jika kita merasa bahwa semua Tweeps punya masalah dengan kita, curigalah bahwa kita inilah masalahnya. Mari berbenah.

18. Jika kita merasa bahwa segala di sekitar gelap, curigalah bahwa kita ini yang dikirim Allah sebagai cahaya. Berkilaulah !

19. Mengeluh pada banyak orang adalah cara mudah tuk mengubah gelap setitik menjadi pekat semesta. Mari bijaksana.

20. Jadikan penyebutan nikmat-nikmatNya dalam tweet kita sebagai inspirasi syukur & kerja keras; bukan riya’ & takjub diri.

21. Doa selalu baik; kala gaibnya mustajab, di hadapannya jadi pujian penuh makna. Saling memanggillah dengan doa.

22. Di tiap gaya, kita ingat bahwa; banyak canda turun wibawa, banyak mengeluh kehormatan jatuh, mudah marah hilanglah ‘izzah.

23. Setiap tweet yang baik itu sedekah. Ia lebih baik dibanding pemberian emas sepenuh bumi nan diikuti ungkitan menyakiti.

24. Setiap keterlibatan dalam ghibah & aib sesama, membuat pahala diambil & dosa si teraib ditambahkan ke buku amal kita.

25. Mungkin ada yang menyebut sok alim, sok suci, sok shalih tersebab tweet kita baik. Bagaimanapun, istiqamahlah.

26. Berceritalah tentang diri, tapi tak perlu banyak-banyak. Karena yang cinta tak memerlukannya, yang benci takkan percaya.

27. Senyum kecil & pujian sederhana mungkin saja membuat hati yang koyak kembali percaya bahwa dia berhak & layak berbuat baik.

28. Menyebut asal tweet saat RT, Co-Pas, & terinspirasi adalah bagian dari penghormatan pada Tweeps lain, & pada nurani kita.

29. Meng-#FF orang shalih yang tweet-nya mencerahkan bisa jadi jasa berbalas surga, seperti Habib An Najjar. (QS 36: 20-27)

30. Jauh lebih mudah mendapat teman dengan tertarik pada mereka, daripada mencoba membuat mereka tertarik pada kita.

31. Menyenangkan semua orang itu melelahkan. Cukuplah tweet kita jadi gambaran bahwa yang kita kehendaki murni baiknya.

32. Bersikap santun jika berada di jalan benar. Sebab orang benar yang tak santun melunturkan hormat insan pada kebenaran.

33. Setiap Follower adalah peluang menjadikan sunnah kebaikan -& keburukan- terus mengilhami dunia sampai kiamat tiba.

34. Tak di-folback bukan berarti kita tak layak. Mungkin perlu waktu sedikit lebih banyak tuk buktikan jiwa yang bijak.

35. Cinta & benci tipis batasnya. Perilaku tweeps sama: menyimak TL yang dicinta/yang dibenci sepenuh hati lalu menanggapi;)

36. Maka antar Tweeps; cintalah sewajarnya & bencilah sewajarnya -sebab hati berbolak-balik sifatnya-, karena Allah semata.

37. Nasehat & tegur tulus yang lebih utama; disampaikan sembunyi & rahasia. Bukan olok umum tuk jatuhkan wibawa & harga diri.

38. Berjualan di Twitter tetaplah mulia. Tapi kita juga ingat bahwa tujuan orang mem-follow kita bukan sekedar tuk belanja.

39. Twitter bisa membuat yang jauh jadi dekat. Tapi tidak selayaknya dia membuat yang dekat jadi jauh. Perhatikanlah.

40. Benar, tepat, baik, santun, & bermanfaatnya tweet akan kita pertanggungjawabkan pada Allah & semua follower kita.

41. Mungkin masih ada kesenjangan akhlaq antara di sini & dunia nyata; jadikan Twitter sarana perbaiki diri lewat budi-bahasa.

Demikian Adab Twitter dari Ustadz Salim A. Fillah, semoga menjadikan kita lebih arif dan efektif menggunakan twitter dan media sosial lainnya. Bagi yang belum memfollow Ust. Salim A. Fillah, silahkan follow di @salimafillah

Senin, 12 Desember 2011

Jembatan Akses Marunda ROBOH....T_T


Jembatan Akses Marunda di Cilincing, Jakarta Utara, runtuh. Jembatan yang menghubungkan Jalan Bulak Cabe, dengan Kampung Sawah di kawasan Jalan Cakung Drain Cilincing itu diberitakan roboh Minggu dini hari (11/12/2011) pukul 02.00 WIB.

"Runtuh antara jam 2 sampai jam 3," ujar Ery Basworo, Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Minggu. "Yang bentang 30 meter ini terdiri dari enam balok. Enam ini sudah diangkat. Entah ada sesuatu, yang paling selatan oleng, lalu mengenai jembatan lain. Jadi efek domino," ujarnya.

Jembatan yang melintasi Kali Cakung itu runtuh setelah lima lajur penahannya ambruk. Sejauh ini belum ada laporan adanya korban akibat runtuhnya jembatan itu. Polisi masih menyelidiki penyebab runtuhnya tiang pancang jembatan yang masih dalam tahap pengerjaan.

Diduga jembatan runtuh karena strukturnya belum kuat menahan beban akibat beton cornya belum cukup kering. Sejauh ini belum diberitakan adanya korban jiwa dalam kejadian ini.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum DKI Jakarta Ery Basworo mengatakan, tidak ada kesalahan konstruksi dalam pembangunan Jembatan Akses Marunda yang rubuh pada Minggu (11/12/2011) dini hari.

Ery mengatakan, rubuhnya enam tiang pancang untuk jembatan tersebut disebabkan oleh salah satu tiang beton yang oleng saat diangkat dengan crane. Ery mengatakan, pihaknya sedang menyelidiki penyebab olengnya balok beton tersebut. "Tidak ada kesalahan kontruksi. Buktinya tiang yang di sebelahnya masih utuh," kata Ery saat dihubungi via telepon, Minggu siang.

Secara terpisah, Manajer PT Bunga Tanjung Raya, Onasis, selaku kontraktor proyek, mengatakan bahwa pada saat pemasangan, kabel sling balok yang akan dipasang miring. "Lalu, menimpa balok yang sudah berdiri dan akibatnya ambruk," katanya kepada Antara.

Jembatan di Jalan Arteri, Cilincing, Jakarta Utara, yang menjadi akses Marunda ke Cilincing itu ambruk sekitar pukul 03.00 WIB dini hari tadi. Tidak ada korban jiwa dalam musibah tersebut.

Balok-balok beton yang akan dipasang di badan jembatan tersebut berukuran tinggi 1,60 meter dengan lebar sekitar 70 sentimeter. Enam balok sepanjang 30,8 meter dipasang berjejer.

Seorang petugas konstruksi di lokasi proyek itu menduga balok yang digunakan untuk membangun jembatan tersebut tidak kuat dan belum kering. Kerugian akibat kejadian ini diperkirakan mencapai Rp750 juta.

"Ada enam balok beton yang patah, harganya masing-masing Rp 110 juta. Ditambah lagi biaya angkat dengan crane," katanya.

Proyek Jembatan Marunda dengan anggaran sebesar Rp 17,7 miliar tersebut direncanakan akan selesai Mei 2012.
Pemerintah menyerahkan seluruh tanggung jawab pembangunan Jembatan Marunda, Jakarta Utara, kepada kontraktor, yakni PT Bunga Tanjung Raya. Kontraktor diminta menyelesaikan pembangunan sesuai target pada April 2012 .

Hal itu dikatakan Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo atau akrab disapa Foke saat meninjau lokasi rubuhnya bangunan jembatan, Minggu (11/12/2011) siang.

"Itu semua masih tanggung jawab kontraktor. Dinas PU (Pekerjaan Umum) akan meminta pemborong segera menyelesaikan sesuai waktu," kata Foke.

Sebagian bangunan jembatan roboh sekitar pukul 03.00 WIB tadi. Onasis, salah satu manager PT Bunga Tanjung Raya, menjelaskan, peristiwa bermula ketika pekerja memasang enam balok sebagai pondasi jalan masing-masing sepanjang 30 meter.

Ketika memasang balok terakhir di sisi paling kanan, katanya, entah bagaimana, balok itu menyenggol balok di sebelah. "Jadi efek domino. Balok keenam nyenggol balok lain terus keluar dari jalurnya lalu jatuh ke bawah," jelas Onasis ketika ditemui Kompas.com di lokasi.

Lima balok terjatuh tepat di samping kali. Kelima balok itu terbelah menjadi beberapa bagian. Adapun satu balok di paling kiri masih terpasang. Tak ada korban akibat peristiwa itu. Dua pekerja masih dimintai keterangan dari pihak kepolisian.

Pengamatan Kompas.com, dari total panjang jembatan, yakni 620 meter, tinggal 70 meter lagi yang belum tersambung. Selain balok selebar 30 meter yang roboh, pekerja tinggal memasang balok selebar 40 meter.

Foke, Kepala Dinas PU DKI Jakarta Ery Basworo, dan pihak kontraktor memastikan robohnya bangunan jembatan akibat senggolan antarbalok, bukan karena kualitas balok. "Mutu kita jamin sesuai standar," kata Foke.

Onasis mengatakan, kerugian akibat jatuhnya lima balok itu diperkirakan mencapai Rp 550 juta. Kerugian itu, katanya, akan diklaim kepada pihak asuransi.

Ketika ditanya apakah penyelesaian pembangunan akan sesuai target, Onasis menyakini bisa. "Kita pesen baloknya dulu. 28 hari baru jadi. Habis itu tinggal pasang baloknya lalu pengaspalan," papar dia.
Sebagian ruas Jembatan Marunda yang sedang dibangun di atas Kali Marunda, Jakarta Utara pada Minggu (11/12/2011) pagi roboh. Jembatan roboh saat dilakukan pemasangan girder atau balok pada strukturnya. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini.

Wakil Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) DKI Jakarta, Novizal, mengatakan peristiwa itu terjadi pada pukul 03.00 WIB. "Sekitar pukul 03.00 tadi ada bagian jembatan yang sedang dibangun di atas Kali Cakung rubuh," ungkap Novizal, saat dihubungi Minggu siang.

Novizal mengatakan peristiwa itu terjadi saat memasang girder (balok jembatan) pada Minggu dini hari. Saat itu pekerja sedang meletakkan balok jembatan ke-enam yang panjangnya 30,8 meter. "Tapi, karena posisinya tidak sempurna jembatan itu miring dan terguling, lalu menimpa lima balok lainnya yang ada di samping balok itu," ungkap Novizal.

Kini, petugas kontraktor sedang membersihkan puing-puing bekas kejadian itu. Saat ditanyakan apakah ada unsur kelalaian dalam kasus ini, Novizal mengaku pihaknya masih mendalami kasus ini. "Ini murni tanggung jawab kontraktor. Kalau ada kelalaian, kami akan dalami," ujarnya.

Adapun, jembatan Marunda ini dibangun persis di depan rumah susun Marunda. Jembatan ini akan memiliki panjang 120 meter dengan ketinggian 8-10 meter. Ditargetkan pada akhir tahun 2011 ini, jembatan selesai dibangun.


Sumber : Kompas.com

Sabtu, 26 November 2011

Jembatan Kutai Kartanegara Runtuh



Jembatan Kutai Kartanegara di atas Sungai Mahakam, Tenggarong, Kalimantan Timur, Sabtu (26/11/2011) sekitar pukul 16.00 WIB.
Kejadian ini bertepatan dengan diadakannya Kompetisi Jembatan Indonesia ke-7 di Balairung UI. Suatu hal yang sangat ironis sekali. Dan ini merupakan sebuah musibah besar dalam dunia teknik sipil Indonesia..... Bagaimana mungkin sebuah jembatan type suspension cable bridge sepanjang +/- 720 meter ini bisa ambruk dalam hitungan detik ????

Informasi Infrastruktur
Propinsi: Kalimantan Timur
Tahun Selesai: 1999
Panjang Total: 705,00 m
Bentang Terpanjang: 270,00 m
Lebar: 900 m
Tipe Bangunan Atas: Jembatan Gantung
Tipe Bangunan Bawah: Tiang pancang Baja
Metode Pelaksanaan: Heavy Lifiting
Kontraktor: PT. Hutama Karya
Konsultan : PT. Perencana Jaya
Lokasi: Kota Tenggarong

Ada 3 hal yang memungkinkan jembatan Tenggarong rubuh dalam umur yang muda.
Pertama, penyimpangan pada tahap perencanaan, apakah parameternya sudah sesuai atau belum. Tentu saja hal ini akan menentukan kekuatan suatu jembatan mulai dari ukuran, bentuk, dan jenis bahan yang digunakan.
Kedua, penyimpangan pada saat pelaksanaan pembangunan, tentu saja hal ini menentukan kekuatan dan batas umur suatu bangunan. Spesifikasi bahan yang digunakan tentu harus sama dengan yang ada dalam perencanaan. tetapi apabila berbeda maka pengaruhnya sangat besar.
Tentu saja jumlah baut yang seharusnya digunakan delapan ternyata yang digunakan hanya enam, pasti akan berbeda hasil dan kekutannya. Kemudian pada ukuran besi bila seharusnya digunakan besi ukur 10 tentu kekuatannya akan berbeda dengan menggunakan besi ukuran delapan. Merk dan negara pembuat pun akan berbeda kualitasnya. Misalnya seharusnya menggunakan baut buatan jerman, tetntu akan berbeda kekuatannya dengan menggunakan baut buatan Cina.
Ketiga, pengawasan atau pemeliharaan rutin atau berkala yang harus dilakukan terhadap jembatan tersebut. Hal tersebut pun tentu sangat berpengaruh untuk mengecek setiap kerusakan yang terjadi pada jembatan tersebut. Bila ada perubahan beban dalam penggunaan jembatan tersebut, tentu saja ada yang berubah dalam kontruksinya. Bila bebanya terlalu berlebih, maka kabel baja yang digunakan dalam jembatan tersebut akan bergerak yang bisa mengakibatkan kelelahan pada kabel baja tersebut.
Tetapi untuk mengetahui penyebab yang sebenanrnya tentu pihak Pekerjaan Umum (PU) harus melakukan investigasi terhadap perencanaan, pelaksanaan, bahkan pada tahap pengawasan atau maintena. Sehingga bisa diketahui penyebab pasti rubuhnya jembatan gantung terpanjang di Indonesia...
waktu kejadian jembatan dengan total panjang 1050 m yg memakan biaya 150 M itu lagi di betulin. kan sistemnya menggunakan cable stayed atau lebih tepatnya jembatan gantung, dan tendon2 pengaku kabel lagi2 dilonggarin akibatnya si cable stay tersebut tidak mampu lagi menahan beban2 yang ada di jembatan itu dan akibatnya hanya dalam 30 detikan gitu jembatan rubuh. prinsipnya gini....Pada jembatan gantung, beban lalu lintas kendaraan dan manusia pertama kali ditahan konstruksi dek jembatan.Dari dek, beban diteruskan ke kabel penggantung atau kabel vertikal (hanger). Lalu, beban disalurkan ke kabel lengkung atau kabel utama.Dari kabel utama, beban disalurkan ke tiang jembatan (pylon). Dari tiang jembatan inilah beban disalurkan ke pondasi jembatan di tanah. Pada Jembatan Kartanegara yang runtuh, dek berupa rangka baja menyembul di atas air sungai pada bagian tepi jembatan. Yang di bagian tengah sudah tenggelam. Bagian jembatan yang tersisa adalah pylon. pencegahan ya bentangnya jangan panjang2 buat mengurangi gaya puntir akibat Wind load (angin kencang). terus kabelnya pake baja yang kuat terutama kabel utama maupun kabel samping. logikanya sih kalo sih kalo ada kabel yang putus, seharusnya kabel sampingnya mampu menahan. tapi kalo udah sampe 3 biji kabel putus bisa bahaya tuh...nimbulin efek domino, akibatnya rubuh atau ambruk gitu deh.

Kamis, 21 Juli 2011

Contekan Buat Para Pengguna Google+

Contekan Buat Para Pengguna Google+

Para pengguna Google+ mungkin perlu menghafalkan contekan ini kalau baru mulai bergabung. Google+, situs jejaring sosial milik Google ini masih jadi pembicaraan di mana-mana. Meskipun belum bisa mendaftar secara bebas, tetapi undangan dari halaman Google+ hingga saat ini masih terbuka. Diperkirakan pengguna Google+ akan mencapai 10 juta Hari Rabu ini, dan akan mencapai 20 juta di akhir pekan nanti.
Apakah Anda sudah menjadi salah satu penggunanya? Mungkin contekan buatan Simon Laustsen yang dipublikasikan di halaman Google+ nya bisa jadi referensi. Sayang, meski sudah dibuat dalam berbagai bahasa, belum tersedia dalam bahasa Indonesia. Berikut adalah versi Bahasa Inggrisnya, plus penjelasan dalam Bahasa Indonesia dari kami beserta beberapa penambahan:

1.Membuat beragam gaya tulisan, baik dengan penebalan, miring (italic) atau Strike Trough.
2.Memasukkan foto, video, atau tautan dapat dilakukan langsung dengan 'Click dan Drag' ke kotak status.
3.Istilah 'Circle' dalam Google+ mirip seperti 'Following' dalam Twitter. Anda dapat memasukkan daftar kontak Anda ke dalam 'Circle' yang sudah ada, atau membuat 'Circle' baru yang Anda suka.
4.Untuk me-mention seseorang, gunakan tanda '+' (plus) atau '@' seperti di Twitter atau Facebook.
5.Jika ingin membagikan sesuatu secara privat, pilih nama (bisa lebih dari satu) kontak, dan jangan lupa matikan fitur 'Reshare' agar tidak bisa disebarkan lagi ke orang/jejaring lain.
6.Klik pada informasi waktu posting (time stamp) yang muncul pada status seseorang untuk melihat tautan langsung menuju status tersebut. Anda akan butuhkan tautan ini jika ingin membagikanya melalui blog/web/ atau twitter/facebook.
7.Kalau mau membuat status, jangan lupa pilih kepada siapa akan dibagikan. Pilihan ke 'Public' berwarna hijau, artinya status itu bisa dibaca siapa saja. Pilihan kotak berwarna biru, bisa bernama apa saja tergantung 'Circle' yang sudah Anda buat. Artinya, status itu hanya bisa dibaca oleh jejaring dalam 'Circle' terpilih. Kecuali fitur 'Reshare' tidak dimatikan, orang dalam 'Circle' itu bisa membagikannya lagi kepada orang lain, tetapi tidak ke 'Public'.
8.Ini adalah kumpulan 'Shortcut' atau 'Hotkeys' yang memudahkan akses dari keyboard.
Untuk mematikan fitur 'Reshare', lihat panah di bagian kanan atas status Anda, pilih 'Disable reshare'. Kalau Anda klik di status orang lain, maka menu yang muncul adalah fitur untuk 'Report abuse', 'Mute ths post' dan 'Block this person'.
Tombol +1 pada setiap status fungsinya sama seperti 'Like' pada Facebook. Untuk mematikannya, klik sekali lagi.
9.Menekan tombol +1 pada status di Google+ tidak akan menambahkan daftarnya pada halaman '+1' di profil Anda. Halaman itu hanya menampilkan +1 yang Anda buat terhadap halaman web/blog.

Semoga membantu, selamat berlingkaran bersama Google+ :D

SAYA TIDAK PUNYA ALASAN



Ketika ku berdiri di hadapan cermin kulihat diriku dari mulai ujung rambut sampai ujung kaki. Lalu ku pejamkan mataku. Betapa aku tak punya alasan tuk tak bersyukur karena penglihatan yang aku miliki. Betapa aku tak punya alasan tuk memakai mata ini pada yang bukan haknya

Ku coba tuk menggerakan tanganku, begitu mudahnya ku menggerakkan tanganku, padahal aku pernah membaca kalau untuk menggerakkan otot saja membutuhkan reaksi kimia yang sangat rumit di dalam tubuh kita.

Lalu ku coba tuk melangkahkan kakiku. Dan ternyata aku begitu mudah tuk melangkahkan kakiku. Tapi banyak di antara kita yang untuk berjalan saja harus memakai tongkat, ada pula yang terpincang - pincang, dan adapula yang tak memiliki kaki. Dan aku berpikir betapa aku tak punya alasan tuk tak bersyukur, betapa aku tak punya alasan tuk melangkahkan kakiku ke tempat yang tak semestinya.

Lalu ku lihat lagi diriku. Dan aku berpikir kalau selama ini aku selalu berpikir kalau aku hanya pantas tuk menjadi orang biasa. Aku tak kaya, aku tak mungkin sesukses orang - orang yang sukses. Tapi entah berapa artikel yang ku baca mengenai kesksesan orang - orang sukses. Dan ternyata mereka awalnya bukanlah siapa - siapa.

Orang yang cacat tapi sukses ada. Jika aku menjadikan pendidikan sebagai alasan, nyatanya Michel Faraday tak sekolah tapi bisa menjadi ilmuan terkenal, Thomas Alfa Edison pun di keluarkan dari sekolahnya. Jika aku menjadikan karakter sebagai alasan nyatanya banyak orang yang mengubah karakternya menjadi lebih baik. Jika aku menjadikan pengalaman sebagai alasan, justru pengalaman itu bukanlah sesuatu yang telah ada dengan sendirinya tapi sesuatu yang harus diciptakan. Jika aku menjadikan uang sebagai alasan, nyatanya banyak orang sukses yang berawal dari kemiskinan

Hingga akhirnya aku menyimpulan, bahwa diriku, bahwa diri ini, sama sekali tak mempunyai alasan, sama sekali tak punya alasan tuk tak menjadi sukses, tuk tak menjadi seorang yang tak berarti dan tak bermakna, dan aku tak punya alasan tuk mengeluh dengan kondisi. Karena semuanya ada pada diri ini, Dan semuanya mungkin selama itu mungkin. Ya, aku memang tak punya alasan................

Terinspirasi dari -RA-

Rabu, 08 Juni 2011

KEGAGALAN SOFT STORY

Hampir semua bangunan yang rubuh yang kami saksikan mengalami keruntuhan soft story. Buat yang belum tahu, sekedar informasi, istilah soft story menunjuk kepada kondisi keruntuhan gedung (biasanya berlantai lebih dari satu) di mana lantai di bawah lebih "lunak" daripada lantai di atasnya, atau kalau dibalik, lantai di atas lebih "keras" atau kaku dibanding lantai di bawahnya.

Berikut ini adalah gambar beberapa bangunan yang mengalami kegagalan karena pengaruh soft story.

bangunan di atas terpisah dengan ruko di kiri-kanannya


lantai 1 seolah-olah tenggelam ke dalam tanah


kegagalan pada kolom di lantai 1




perhatikan kolom lantai 1...



soft story terjadi di lantai tengah



soft story di lantai 2


Detailing Yang Tidak Tepat
Di dalam perencanaan bangunan tahan gempa, kita harus memahami filosofi keruntuhan sebuah bangunan (khususnya sistem frame/portal). Ada konsep yang dinamakan "strong column weak beam" (SCWB). Konsep ini juga insya Allah akan dibahas lebih jauh di artikel lain. Intinya, pada konsep ini, sesuai namanya, kolom tidak boleh collapse lebih dulu dibandingkan balok. Bicara tentang SCWB berarti bicara tentang beam-column joint, dan bicara tentang joint tidak lepas dari yang namanya detailing. Walopun hitungannya sudah benar, tapi kalo detailingnya ngaco, ya sami mawon a.k.a singkamma ji a.k.a sama saja.

Beberapa gambar di bawah menunjukkan detailing yang kurang tepat.


salah satu sisi Hotel Ambacang

Kami mengunjungi Hotel Ambacang yang banyak diekspos media, dan kami menemukan beberapapetunjuk yang menjelaskan penyebab keruntuhan. Bema-column joint ini misalnya. Kalau dilihat bentang tengah balok kiri, kanan, dan bagian tengah kolom di bawah, betonnya masih oke, tulangannya masih terbungkus aman. Tapi di daerah joint, terjadi collapse. Kurangnya sengkang (ties) di daerah joint bisa menyebabkan keruntuhan ini, buktinya adalah tulangan utama sudah tidak terkekang dan "terlempar" keluar akibat stress yang tinggi yang berasal dari inti beton.

Kasus yang sama terjadi pada beberapa gedung berikut:

Keruntuhan kolom, sengkang tidak cukup kuat

Sengkang yang digunakan pada kolom di atas berukuran sangat kecil. Sepanjang pengetahuan kami, di SNI Beton 2002 disebutkan bahwa diameter minimum untuk tulangan sengkang (lateral) elemen kolom (khususnya dalam memikul beban gempa) adalah 10 mm (boleh polos, sebaiknya ulir).

Pelanggaran yang kedua adalah, menggunakan tulangan polos pada elemen penahan gempa, padahal SNI sudah mengatur untuk menggunakan tulangan ulir untuk semua penulangan (kecuali sengkang boleh polos). Kenapa tulangan polos "diharamkan"? Karena mekanisme lekatannya hanya mengandalkan adhesi dan friksi. Menurut data, kuat lekat ini hanya 10% dari lekatan tulangan ulir dengan diameter yang sama. Pada saat gempa, di mana gaya gempa bekeja bolak-balik, gaya lekatan tulangan polos akan menurun drastis, bahkan bisa hilang (loss) kontak dengan beton, akibatnya sendi plastis yang diharapkan terjadi pada balok tidak akan terjadi.


keruntuhan pada kolom, sengkang kecil dan kurang, tulangan polos



tulangan utama tidak "diikat" dengan baik oleh sengkang

C. Dinding Bata Juga Mendisipasi Energi??

dinding rubuh

Walopun dinding di atas cuma dinding pembatas dua lahan, tapi bisa dibayangkan jika dinding tersebut jatuh menimpa orang di sebelahnya. Kesalahan fatal dinding tersebut adalah, tidak ada struktur yang cukup untuk menahan dinding tersebut terhadap arah lateral.


Gambar di atas, sebenarnya dinding bata sudah dikekang dengan baik, tapi ikatannya terhadap beton kurang begitu kuat sehingga batanya sudah tidak mampu mendisipasi energi gempa. Struktur betonnya sendiri masih utuh, hanya beberapa lapisan finishing yang terlepas.


Dinding di Hotel Bumi Minang

Sementara gambar di atas, dinding batanya ikut mendisipasi energi gempa dan tidak ambruk. Walopun sudah porak-poranda, tapi dinding tersebut masih "menempel" pada struktur utama.


Mutu Beton Yang Kurang Baik



Beton hancur sementara kolom masih berdiri

Pada kolom di atas, tulangan masih terpasang dengan rapi. Sengkang tidak terlepas, tulangan utama tidak "berhamburan", tapi justru inti betonnya yang hancur lebur. Ini menandakan kualitas beton yang terpasang kurang baik.

Keruntuhan Bangunan Baja

Salah satu bangunan struktur baja yang ambruk

Bangunan di atas adalah bangunan hotel yang mempunyai struktur rangka baja.

Tanah bergeser

Di sekitar bangunan tersebut, ada lapisan tanah yang bergeser. Bisa jadi pemicu keruntuhan tersebut adalah bergesernya lapisan tanah yang mungkin membuat (sebagian) pondasi ikut bergeser, sehingga struktur di atasnya terganggu keseimbangan maupun kestabilannya.


Sambungan balok yang merobek sebagian kolom

-http://wiryanto.wordpress.com/2009/10/26/foto-foto-gempa-di-padang/-

TUKANG INSINYUR KELAS 1

Beberapa hari yang lalu, saya membaca tulisan salah satu "master" structural engineering di sini, saya terpaku pada ungkapan "Tukang Kelas 1 versus Engineer". Menarik, dan memang sering dijumpai dalam dunia konstruksi sehari-hari.

Sama seperti beberapa waktu lalu, kami melakukan pengawasan sebuah pekerjaan atap baja di sebuah proyek yang kebetulan perusahaan kami sendiri yang melakukan desain struktur untuk keseluruhan bangunan termasuk atap. Kebetulan jenis atapnya adalah truss. Ada sebagian atap yang sudah jadi, tapi sebagian besar belum difabrikasi.

Sebagai catatan, pelaksana pekerjaan baja tersebut boleh saya katakan (maaf) abal-abal, walaupun menurut pengakuan rekannya, si empunya sudah sangat berpengalaman dalam melakukan pekerjaan konstruksi baja. Memang sih, saya bisa menebak dari istilah-istilah yang beliau gunakan sewaktu berbincang-bincang. Misalnya, si bapak menggunakan istilah "Cremona" untuk menunjukkan struktur jenis "Truss". Saya agak tersenyum dalam hati (!?), soalnya saya tidak ingat lagi kapan terakhir kali saya mendengar istilah "Cremona" yang sebenarnya merupakan salah satu metoda yang digunakan untuk mencari gaya-gaya dalam pada sistem truss.

Singkat cerita, si bapak akhirnya mengusulkan untuk mengganti profil baja salah satu elemen diagonal truss di situ. Pada gambar rencana, kami tuliskan bahwa elemen tersebut harus menggunakan profil pipa. Tapi si bapak mau menggantinya dengan profil U (UNP) yang berat atau luas penampangnya kira-kira sama dengan profil pipa, dengan alasan kalau mau pake pipa katanya volumenya nanggung, dan lagipula sebagian besar truss yang kami desain memang menggunakan UNP. Intinya sih, mereka tidak mau repot-repot membeli (menyediakan) berbagai jenis profil dan ukuran. Kan lebih enak kalo diseragamkan saja semua.

Trus, saya coba tanya, "memangnya kuat pak, kalo pake UNP?"

Kata si bapak, "Ooh.. yang penting kan luasan penampangnya sama. Lagian saya sudah sering ngerjain yang seperti ini"

Saya tanya lagi, "Trus, taunya kuat ato nggak bagaimana, pak?"

Jawab si bapak,"Lhaa.. itu yang sudah saya bangun nggak ada yang rubuh."

Saya coba komentar, "Nggak ada yang rubuh mungkin karena kebetulan, pak. Lagipula bapak nggak bisa mengganti profil baja seenaknya. Saya sih bisa nggak masalah, saya tinggal buat catatan aja kalo bapak tidak mengikuti gambar rencana. Jadi, kalau nanti ada masalah misalnya atapnya rubuh, saya tinggal panggil bapak. Masalah kuat atau nggak kuat, saya nggak berani ngomong di sini. Saya harus buktikan lewat analisis dan hitungan. Lagipula ada alasannya kenapa kami pakai pipa dibanding profil lain. Batang yang diagonal yang itu dominan mengalami tekan. Kalau pakai pipa, kekauannya sama ke segala arah, tidak ada sumbu lemah sumbu kuat, sehingga tekuk lateral bisa dihindari. Kalau pake UNP, waktu mengalami tekan, dia bisa bengkok ke arah sumbu lemahnya, walaupun luas penampangnya sama dengan pipa sebelumnya."

Bapak itu cuma senyum-senyum. Sekilas tersirat ada rasa "tidak mau menerima" penjelasan saya. Memang sih beliau jauh lebih tua dari saya, saya perkirakan ada selisih 15-20 tahun antara saya dengan bapak itu.

Saya juga tidak meragukan pengalaman si bapak. Tidak sedikit "improvisasi" yang dia lakukan di lapangan, seperti mengubah sambungan baut menjadi las, atau sebaliknya, menambah pelat-pelat pengaku karena "merasa" tidak aman dengan detail yang kami berikan.

Kondisi itu tentu saja sedikit merepotkan kami, karena kami harus memastikan bahwa yang mereka lakukan masih masuk batas toleransi, masih bisa dipertanggungjawabkan secara teknis (bukan sekedar pengalaman).

Kami, meskipun masih dalam hitungan tahun dalam melakukan desain, sangat jarang mengandalkan pengalaman. Misalnya saja mendesain balok beton. Tak terhitung sudah ratusan kali kami melakukan desain balok beton, tapi tetap saja kami harus menghitung, tidak pakai kata "biasanya". Alasannya: setiap bangunan punya karakteristik yang berbeda-beda, kondisi pembebanan, luas tributari, kondisi lingkungan, mutu material, metode pelaksanaan, perilaku bangunan keseluruhan, dan lain-lain. Atap dak beton tentu beda dengan lantai beton. Atap dak terkespos oleh hujan, otomatis dibutuhkan selimut beton yang lebih besar agar air tidak bisa merembes ke dalam besi tulangan. Dan masih banyak contoh lainnya.

Beberapa hari kemudian, saya melakukan kunjungan lagi ke lokasi. Saya tidak ketemu lagi dengan bapak si tukang baja. Tapi, saya melihat ada tumpukan batang-batang pipa baja di salah satu sudut lokasi proyek. Hmmm.. saya nggak tau apakah si bapak sudah coba-coba menghitung juga, atau... yaaa.. mungkin si bapak nggak mau pusing-pusing nantinya. Hehe..

Pengalaman itu adalah satu dari berbagai pengalaman yang saya yakin bukan hanya saya yang mengalami, tapi hampir sebagian besar yang mengaku sebagai "engineer" pernah mengalami hal yang serupa. Yah.. walaupun demikian, banyak juga ilmu yang bisa kita curi dari para "Tukang Kelas 1" yang sudah kaya akan pengalaman tersebut. Tidak mustahil, perpaduan pengalaman mereka dan apa yang kita miliki bisa melahirkan seorang "Tukang Insinyur Kelas 1". Saya punya rekan seorang engineer yang pengalamannya sudah jauh di atas saya. Dan beliau tetap selalu mengutamakan check dan analisis sebelum mengeluarkan pernyataan "kuat" atau "tidak", walaupun itu cuma sekedar mengecek konstruksi rumah 2 lantai.

Kalau boleh saya simpulkan, para Tukang Kelas I menyatakan suatu bangunan atau komponen struktur itu kuat jika belum ada riwayat dan pengalaman keruntuhan yang mereka alami. Sementara para engineer menyatakan kekuatan suatu bangunan sebagai perbandingan antara kemampuan menahan beban versus besarnya beban maksimal yang mungkin diterima oleh bangunan tersebut. Menurut anda? []

KOMENTAR
1. "Saya sih bisa nggak masalah, saya tinggal buat catatan aja kalo bapak tidak mengikuti gambar rencana. Jadi, kalau nanti ada masalah misalnya atapnya rubuh, saya tinggal panggil bapak."

ngga bisa gitu, apalagi cman lisan aja bisa berabe kalo nunggu rubuh gitu gmna dgn yg didalam?? mendingan dicheck ulang. kalo menurut anda ok ya approved dan sebaliknya, itu khan memang tugas konsultan/pengawas kao ngga gitu trus scope of works nya ngapain aja ngga jelas.

Syarat struktur bukan hanya kekuatan, stabilitas, kekakuan dll (strength) saja namun juga perlu meninjau sisi ekonomis, kemudahan pelaksanaan, ketersediaan SDA/SDM lingkungan lokasi pekerjaan dll (reliability). Kalo sekedar kuat menara eifell yg didesain awal thun 1900-an aja masih survive setelah hampir 100thn ini, dan terkesan kokoh banyak yg bilang begitu. namun saya belum pernah dengar berapa angka amannya SF thd smua beban yg mungkin. ada link??

UNP bisa jadi lebih kuat kalo dibuat tidur (strong axis in out of plane global buckling modes) dibanding pipa dgn luasan sebanding. Penampang tertutup (pipe/hollow) lebih cenderung efektif terhadap puntir dibanding kasus diatas.

2. Untuk proyek skala menengah dengan manajemen proyek yang "apa adanya", tidak terorganisir dengan baik, apalagi ditambah dengan owner bertangan dingin dan sedikit kurang menghargai profesionalisme, biasanya konsultan/pengawas dituntuk lebih kreatif dan lebih banyak inisiatif dalam memonitor.
Sementara kontraktor 100% tunduk dan patuh kepada kemauan owner. Sehingga kadang-kadang fungsi konslutan sebagai advisor tidak optimal, kalah dengan egoisme dan arogansi dari owner yang kadang lebih mengandalkan pengalaman daripada coret-coretan di atas kertas.
Kami pikir tidak sedikit tipe proyek yang seperti ini..

Di negara kaya seperti daerah timur tengah sana, faktor cost untuk struktur sepertinya sudah dicoret. Mereka rela membuat konstruksi dengan safety faktor yang berlebihan terutama untuk gedung-gedung mewah di sana. Ini berdasarkan cerita pengalaman salah satu rekan di sana. Tapi memang wajar, kalo dibandingkan dengan cost untuk arsitektur, interior, landscape, dan teknologi-teknologi canggih pendukung gedung tersebut, ongkos struktur memang masih kecil.
Kami malah mikir, "kalo gitu, nggak ada seninya lagi dong".. masih lebih hebat engineer di Indonesia.

Hehe, mengenai bangunan monumental, di Indonesia ada sebuah konstruksi yang secara kasat mata terlihat tidak stabil, agak riskan, bikin khawatir bagi beberapa orang awam. Bangunan itu adalah Patung Pancoran Sudah beberapa komentar orang yang kami dengar yang mempertanyakan kondisi patung tersebut. Malah sebuah komentar menarik berkata bahwa patung itu sudah tua, sebentar lagi akan rubuh, apalagi di sekitanya banyak bangunan-bangunan tinggi dan jalan layang yang sepertinya mempengaruhi patung tersebut. Kami hanya bisa tersenyum, dan mengagumi karya "cerdas" tersebut. Kami hanya bisa berkata, seandainya mereka menggali pondasi patung itu, mereka akan tau rahasianya.

Eh.. baru saja terlintas sebuah quote yang menarik:
Seorang Tukang Kelas 1 sangat pandai membuat konstruksi yang terlihat kokoh walaupun belum tentu sekokoh yang dibayangkan.
Seorang engineer bisa membuat konstruksi yang terlihat tidak kuat dan kelihatan labil, padahal sebenarnya konstruksi itu lebih kuat dari yang dibayangkan.

Bukannya mau mendiskreditkan para Tukang. Kami cuma khawatir dengan kejadian beberapa tahun terakhir yang seolah-olah sebagai seleksi alam terhadap bangunan-bangunan di Indonesia, mana yang "well-engineered" building, "semi-engineered" building, atau "just-do-it" building.

Anyway..., dalam kasus yang kami ceritakan di atas, akhirnya si kontraktor mau mengikuti desain kami yang menggunakan pipa.

3. sya jadi inget bbrpa tahun yg lalu sya berdebat ttg suatu pengajuan desain dari kontraktor bumn. sya ngga approved 'coz idealisasi pemodelan struktur ngga sesuai. dia komplain, dan bawa nama jargonnya dari universitas ternama di surabaya. project tetap berjalan ngikutin desainnya, ya memang disini (endo) posisi konsultan kurang sya. karena kesal dan jaga diri, dibuatlah surat teguran resmi ke kacab mempersiapkan jika suatu saat terjadi sesuatu dgn struktur tsb.

kalo masalah tukang itung, saya malah lebih merasa beruntung bertemunya. sya akan tanya bangunan dimana, konfigurasi gimana, gbr for con. sya minta copy nya buat liat dan orat2oret plus klak-klik yah cari tau. bila sempat malah berkunjung liat langsung bangunannya. kalo ternyata ngga sesuai antara itungan sya dgn kenyataan pastinya sya bakalan bertanya2 pd diri sendiri ada yg ngga sesuai dgn asumsi dan prediksi sya. ini kenapa?? karena asumsi adalah idealisasi pemodelan matematis struktur dan pada desain semua rumus diturunkan dari penilitian di labs yg sudah di benchmark.

mengenai sf yg digede2in sya kurang setuju oom influences ku bukan timur dan juga melihat local code phi_shear dari yg tadinya 0.6 (SNI-91) sekarang malah lebih berani jadi 0.75(SNI-02)

4. wuih.. ini baru yang namanya engineer.
Benar kan? Saya yakin anda sudah banyak pengalaman dalam bidang ini, tapi untuk urusan justifikasi kekuatan suatu struktur, anda tidak sekedar mengandalkan "perasaan" dan "pengalaman". Anda tentu lebih mengedepankan analisis yang dapat dipertanggungjawabkan.

5. Ketika memainkan search engine google saya membaca "tukang insinyur kelas 1" dan langsung membacanya krn ada rasa penasaran.

Dalam pengalaman kerja saya, dunia konstruksi kita utk kelas menengah ke bawah (pembangunan ruko 2-3 lantai, rumah tinggal 2 lantai, gudang barang dsb yg sejenis), tidak di dominasi oleh kita para engineer.. Sebagian besar masih dikendalikan oleh "Tukang kelas 1" yang tampil dgn kata "pengalaman" wajah tuanya yg terkesan matang dan meremehkan engineer apalagi para pemula (fresh graduate engineer).

Untuk cerita yang pernah Bapak alami, sering saya alami saat pengawasan proyek dan saya selalu berdebat karena berprinsip bahwa pekerjaan harus sesuai dgn shop drawing dan rks2nya terutama pada item pekerjaan strukturnya. Saya tidak pernah memakai kalimat "nanti Bapak yang tanggung jawab" karena para Tukang bisa berlebihan improvisasinya dan mereka tidak mendapat pemahaman/pelarajan yg baik walau pengalaman segudang. Saya selalu berusaha mengajak diskusi mereka, memakai bahasa teknik sederhana yg muda dipahami dan membandingkannya dgn pekerjaan2 pada pengalaman mereka.
Untungnya......metode saya ini masih berhasil sampai sekarang.

Sebagai konsultan (pengawas) kita bertanggung jawab penuh atas pelaksanaan yg berdasarkan shop drawing / rks2nya. nah cara menerjemahkannya dalam interaksi diproyek yah itu melalui metode kita masing2 orang sesuai dengan kondisi yg berlaku.

Intinya yang membedakan kita dengan mereka adalah latar belakang pendidikan, jadi kalo diskusi dan kerjasama dgn mereka biasanya menghasilkan kualitas pekerjaan yg luar biasa dgn metode2 kerja yg praktis.

-http://jurnal.umy.ac.id/index.php/semestateknika.. TY-